Rabu, 17 Maret 2021

LAPORAN PRATIKUM NEONATUS

       ANTROPOMETRI

Antropometri berasal dari kata antropos yang artinya tubuh dan metros yang berarti ukuran. Jadi antropometri artinya ukuran tubuh. Antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.

 

A. Syarat-syarat yang mendasari penggunaan Antropometri yaitu:

1. Alat mudah didapat dan digunakan

2. Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif

3. Pengukuran tidak selalu harus oleh tenaga khusus profesional, dapat oleh tenaga

lain setelah mendapat pelatihan

4. Biaya relatif murah

5. Hasilnya mudah disimpulkan, memiliki cutt of point dan baku rujukan yang sudah

pasti.

6. Secara ilmiah diakui kebenarannya

 

B. yang diukur pada pemeriksaan antropometri

  • Berat badan menurut umur (BB/U)
  • Panjang/tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U)
  • Berat badan menurut panjang/tinggi badan (BB/PB atau BB/TB) 
  • Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)

 

  C. Penggunaan Antropometri memiliki beberapa keunggulan, seperti:

1. Prosedur sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar

2. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli

3. Alat murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah

setempat

4. Metode ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan.

5. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau.

6. Umumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada

ambang batas yang jelas.

7. Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu

generasi ke generasi berikutnya.

8. Dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan terhadap gizi

 

 

D. Langkah-langkah dalam mengukur antropometri pada bayi baru lahir

A.

PERSIAPAN

 

 

 

 

 

1.

Persiapan alat

§ Meja periksa 

§ Timbangan bayi 

§ Pengukur panjang badan bayi 

§ Pita LILA

§ Metlin (pita cm)

§ Kain pengalas timbangan 

§ Selimut bayi 

§ Nierbekken 

§ Jangka kepala bayi 

§ Celemek 

§ Handscone bersih 

§ Pakaian bayi 1 set (baju, tali dua, bedong)

§ Phantom bayi lengkap dengan pakaian 

§ Bak instrument

1

 

 

 

 

2.

Persiapan pasien 

Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan pada bayi

1

 

 

 

 

3. 

Persiapan lingkungan 

-         Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam keadaan hangat (menutup ventilasi, nyalakan lampu)

-         Meletakkan kain pengalas/selimut hangat ditempat pemeriksaan yang rata

1

 

 

 

 

4.

Persiapan petugas 

-         Mengenakan pelindung diri

-         Mencuci tangan

1

 

 

 

 

 

      -     Menggunakan sarung tangan

 

 

 

 

 

B.

CONTENT

 

 

 

 

 

5.

Penimbangan berat badan 

Letakkan kain atau kertas pelindung dan atur skala penimbangan ke titik nol sebelum penimbangan. Hasil timbangan dikurangi berat alas dan pembungkus bayi

 

2

 

 

 

 

 

 

6.

Pengukuran panjang badan 

Letakkan bayi ditempat yang datar. Ukur panjang badan dari kepala sampai ke tumit dengan kaki/badan bayi diluruskan

2

 

 

 

 

 

Ukur diameter kepala kepala bayi

 

 

 

 

 

7.  

Diameter Submento – bregmatica ( 9,5 cm)

3

 

 

 

 

8.  

Diameter Mento – occipito ( 13,5 cm)

3

 

 

 

 

9.  

Diameter fronto – occipito ( 12 cm )

3

 

 

 

 

10.  

Diameter Bregmatika – suboccipito (9,5 cm)

3

 

 

 

 

11. 

Diameter Biparietal ( 9,25cm )

3

 

 

 

 

12.

Diameter Bitemporal ( 8 cm)

3

 

 

 

 

 

Ukur lingkar kepala kepala

 

 

 

 

 

13. 

Sirkumferensia fronto – occipitalis ( 34 cm )

3

 

 

 

 

14.

Sirkumferensia mento – occipitalis ( 35 cm )

3

 

 

 

 

15. 

Sirkumferensia Suboccipito -bregmatika (32 cm )

3

 

 

 

 

16.

Sirkumferensia Submento –bregmatika ( 32 cm )

3

 

 

 

 

17.

Lingkar lengan atas ( 10 -11cm )

2

 

 

 

 

18.

Lingkar dada

Ukur lingkar dada dari daerah dada ke punggung kembali melewati kedua puting susu ( 30 – 33 cm )

2

 

 

 

 

19. 

Merapikan bayi, membereskan alat, cuci dan lepaskan handscoen dan memasukkan ke dalam larutan clorin 0,5 % , mencuci tangan

1

 

 

 

 

20. 

Menjelaskan pada orangtua hasil pemeriksaan

1

 

 

 

 

C

TEKNIK

 

 

 

 

 

21. 

Teruji melaksanakan tindakan secara sistematis

1

 

 

 

 

22. 

Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu

1

 

 

 

 

23. 

Teruji melaksanakan tindakan dengan hati – hati dan menjaga keamanan bayi

2

 

 

 

 

24. 

Teruji menjaga kehangatan bayi

1

 

 

 

 

25. 

Teruji mendokumentasikan hasil pemeriksaan 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2  PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI BARU LAHIR

Pemeriksaan fisik pada bayi merupakan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh bidan, perawat, atau dokter untuk menilai status kesehatan yang dilakukan pada saat bayi baru lahir, 24 jam setelah lahir, dan pada waktu pulang dari rumah sakit. Dalam melakukan pemeriksaan ini sebaiknya bayi dalam keadaan telanjang di bawah lampu terang, sehingga bayi tidak mudah kehilangan panas. Tujuan pemeriksaan fisik secara umum pada bayi adalah menilai status adaptasi atau penyesuaian kehidupan intrauteri ke dalam kehidupan ekstrauteri serta mencari kelainan pada bayi.

 

A.      Macam-macam pemeriksaan fisik 1.    APGAR score

Pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir, dimulai sejak menit-menit pertama setelah  bayi lahir, yaitu dengan penilaian APGAR score. Penilaian APGAR score dilakukan untuk mengetahui apakah bayi tersebut normal atau asfiksia. Tabel APGAR score:

No

Aspek yang dinilai

Nilai 0

Nilai 1

Nilai 2

1.

Appearance (warna kulit)

Seluruh tubuh biru

Tubuh           merah

ekstrimitas biru

Seluruh            tubuh merah

2.

Pulse (denyut jantung)

Tidak ada

<100 kali/menit

>100 kali/menit

3.

Grimace (rangsangan)

Tidak ada

Sedikit menyeringai

Bersin

4.

Activity (tonus otot)

Tidak ada

Sedikit fleksi

Bergerak aktif

5.

Respiratory (pernapasan)

Tidak ada

Merintih

Menagis kuat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Tujuan dari Pemeriksaan Fisik

Tujuan Dari Pemeriksaan Fisik adalah :

1.        Untuk menentukan status kesehatan klien

2.        Mengidentifikasi masalah

3.        Mengambil data dasar untuk menentukan rencana tindakan

4.        Untuk untuk mengenal dan menemukan kelainan yang perlu mendapat tindakan segera.

5.        Untuk menentukan data objektif dari riwayat keperawatan klien.

 

C.  Prinsip Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir

1. Jelaskan prosedur pada orang tua dan minta persetujuan tindakan .

2.Cuci dan keringkan tangan , pakai sarung tangan .

3. Pastikan pencahayaan baik.

4. Periksa apakah bayi dalam keadaan hangat, buka bagian yangg akan diperiksa (jika bayi telanjang pemeriksaan harus dibawah lampu pemancar) dan segera selimuti kembali dengan cepat.

5. Periksa bayi secara sistematis dan menyeluruh.

 

D. Peralatan dan Perlengkapan :

a. Kapas  alkohol dalam tempatnya.

b. Bak instrumen

c. Handscoon

d.Tissue dalam tempatnya

e. Senter

f. Termometer

g. Stetoskop

h.Tongs patel

i.Selimut bayi

j. Bengkok

k.Timbangan bayi

l.Selimut bayi

m.Bengkok

n.Timbangan bayi

o.Pita ukur/metlin

p.Timer

q.Pengukur panjang badan

r.Buku catatan

 

E. Langkah-langkah dalam tindakan pemeriksaan fisik

 

 

 

 

 

 

 

 

A.

PERSIAPAN

 

 

 

 

 

1.

Persiapan Alat

Menyiapkan alat dan bahan secara ergonomis

§ Meja Periksa 

§ Celemek 

§ Handscone 

§ Kasa steril 

§ Kapas DTT dalam kom 

§ Kom sedang 

§ Timbangan bayi 

§ Pengukur panjang badan bayi 

§ Pita LILA

§ Pita cm 

§ Jangka kepala bayi 

§ Stetoskop 

§ Arloji 

§ Penlight 

§ Kain pengalas timbangan 

§ Selimut bayi 

§ Nierbekken 

§ Thermometer aksila 

§ Thermometer rectal 

§ Bak instrument 

§ Phantom bayi lengkap dengan pakaian 

§ Cotton bud 

§ Bola kapas untuk mata

1

 

 

 

 

2.

Persiapan pasien 

Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan kepada bayi.

2

 

 

 

 

3.

Persiapan lingkungan 

      -                              Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam

2

 

 

 

 

 

 

keadaan hangat. 

-Meletakkan kain pengalas / selimut hangat ditempat pemeriksaan yang rata

 

 

 

 

 

4.

Persiapan petugas

-         Mengenakan pelindung diri

-         Mencuci tangan 

-         Menggunakan sarung tangan 

2

 

 

 

 

B.

Content/ isi

 

 

 

 

 

5. 

Keadaan Kepala

-         Sutura, molase

-         Penonjolan / daerah yang cekung (caput, cephal, haematoma

2

 

 

 

 

6.

Inspeksi wajah 

Wajah tampak simetris

Perhatikan kelainan wajah 

 

2

 

 

 

 

 

7. 

Mata 

Bentuk, kebersihan, skelera, bulu mata

Tanda – tanda infeksi,yakni pus

 

2

 

 

 

 

 

8.

Hidung 

Lubang hidung

Periksa adanya secret hidung

Periksa adanya pernafasan cuping hidung

 

2

 

 

 

 

 

 

9. 

Mulut 

Periksa bentuk/ kesimetrisan (adanya bibir sumbing)

Kesimetrisan

Palatum

 

2

 

 

 

 

 

 

10.

Telinga

Simetris

Periksa adanya kelainan (kulit tambahan /

aurikel, sekret)

Refleks terkejut

2

 

 

 

 

11.

Leher 

Simetris 

Pembengkakan

Kelainan genetik 

2

 

 

 

 

 

 

 

12.

Klavikula

-Periksa adanya trauma jalan lahir

1

 

 

 

 

 

13.

Tangan 

Simetris

Periksa keaktifan ekstrimitas bayi

Jumlah jari (sindaktili atau polydaktili)

Periksa Garis tangan 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

14.

Dada 

Periksa simetris

Putting susu

 

2

 

 

 

 

 

15.

Abdomen

a.Abdomen harus tampak bulat dan bergerak secara bersamaan dengan gerakan dada saat

3

 

 

 

 

 

 

            bernafas.      Kaji     adanya        pembengkakan

(palpasi)

Jika perut sangat cekung kemungkinan terdapat hernia diafragmatika

Abdomen yang membuncit kemungkinan karena hepatosplenomegali atau tumor lain

Jika perut gembung kemungkinan adanya enterokolitis vesikalis, omfalokel atau ductus omfaloentriskus persisten (kaji dengan palpasi)

Periksa keadaan tali pusat, kaji adanya tanda – tanda infeksi (kulit sekitar memerah, tali pusat berbau)

 

 

 

 

 

16.

Genetalia

Pada bayi laki – laki panjang penis 3 -4 cm dan lebar 1 – 1,3 cm.  Periksa posisi lubang uretra . prepusium tidak boleh ditarik karena akan menyebabkan fimosis

Periksa adanya hipospadia dan epispadia

Skrotum harus dipalpasi untuk memastikan jumlah testis ada dua

Pada bayi perempuan cukup bulan labia mayora menutupi labia minora 

Lubang uretra terpisah dengan lubang vagina

Terkadang tampak adanya sekret berdarah dari vagina, hal ini disebabkan oleh pengaruh hormone ibu (withdrawal bledding)

3

 

 

 

 

17.

Anus dan rectum 

Periksa adanya kelainan atresia ani (pemeriksaan dapat dengan memasukkan thermometer rectal kedalam anus), kaji posisinya.

Mekonium secara umum keluar pada 24 jam pertama, jika sampai 48 jam belum keluar kemungkinan adanya mekonium plug symdorme, megakolon atau obstruksi saluran pencernaan

2

 

 

 

 

18.

Tungkai 

Periksa kesimetrisan tungkai kaki. Periksa panjang kedua kaki dengan meluruskan keduanya dan bandingkan

Kedua tungkai harus dapat bergerak bebas. Kurangnya gerakan berkaitan dengan adanya trauma, misalnya fraktur kerusakan neurologis

Periksa adanya polodaktili atau sindaktili

2

 

 

 

 

19.

Spinal 

Periksa spina dengan cara menelungkupkan bayi, raba sepanjang spina. Cari adanya tanda – tanda abnormalitas seperti spina bifida, pembengkakan, lesung atau bercak kecil berambut yang dapat

2

 

 

 

 

 

menunjukkan adanya abnormalitas medulla spinalis atau kolumna vertebra

 

 

 

 

 

20.

Kulit 

Perhatikan kondisi kulit bayi

Periksa adanya ruam dan bercak atau tanda

lahir

Periksa adanya pembengkakan

Perhatikan adanya verniks caseosa

Perhatikan adanya lanugo, jumlah yang banyak terdapat pada bayi kurang bulan

Perhatikan warna kulit, apakah ada tanda

ikterik, sianosis

2

 

 

 

 

21.

Periksa refleks pada bayi baru lahir

3

 

 

 

 

22.

Merapikan bayi, membereskan alat, cuci dan lepaskan handscoen dan masukkan dalam larutan clorin 0,5 % mencuci tangan

 

1

 

 

 

 

23.

Menjelaskan pada orangtua hasil pemeriksaan 

1

 

 

 

 

C.

TEHNIK 

 

 

 

 

 

24.

Teruji melaksanakan tindakan dengan sistematis

1

 

 

 

 

25.

Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu

1

 

 

 

 

26. 

Teruji melaksanakan tindakan dengan hati – hati dan menjaga keamanan bayi

1

 

 

 

 

27.

Teruji menjaga kehangatan bayi

1

 

 

 

 

28.

Teruji mendokumentasikan hasil pemeriksaan 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.3 MEMANDIKAN BAYI DAN PERAWATAN TALI PUSAT        

 

Memandikan adalah suatu cara membersihkan tubuh seseorang dengan cara menyiram dan merendam diri dalam air. Dalam minggu minggu pertama bayi cukup mandi satu kali sehari dipagi hari.Jika perlu sore hari cukup dibersihkandari kulit yang basah atau keringat.Usahakan tidak langsung memandikan bayi setelah menyusu, sedang lapar atau mengantuk untuk menghindarkan bayi muntah, kedinginan, atau kaget.Tujuan dari memandikan bayi untuk membersihkan tubuh bayi.

A.            Kapan sebaiknya memandikan bayi

Memandikan bayi dapat dilakukan minimal 6-24 jam setelah melahirkan.Bayi baru lahir biasanya diseliputi oleh verniks, suatu zat yang menyerupai lilin yang menutupi bayi saat lahir, harus dibiarkan terserap ke dalam kulit karena ini merupakan pelembab yang luar biasa.Jika rambut bayi perlu dicuci, gunakan air dan sisir saja untuk mengangkat kotoran

B.            Apa yang sebaiknya  digunakan untuk membersihkan bayi

Gunakan air dan kapas pada bulan pertama, jika mata bayi menjadi lengket, gunakan kapas yang direndam di dalam air matang yang sudah didinginkan untuk membersihkan bagian tersebut.dengan lembut sekah matanya dengan gerakan dari dalam keluar, dengan menggunakan beberapa lembar kapas baru untuk setiap kali menyeka. Gunakan kapas untuk menyekabagian luar telinnga dan hidung(Parker catharinr. 2008) Waktu yang tepat untuk memandikan bayi adalah sebelum bayi tidur, karena dapat membuatnya rileks hingga memudahkan bayi tidur. Hindari memandikan bayi sebelum atau setelah makan karena perut bayi yang tertekan akan membuatnya muntah).

Hal yang perlu diperhatikan saat memakaikan pakaian pada bayi menurut Kemenkes (2010) yaitu :

1.Bayi jangan dibedong

Membedong bayi akan membatasi pergerakan sehingga aktivitas otot berkurang dengan demikian tidak menghasilkan panas tubuh yang akan membuat bayi kedinginan

2.Bayi jangan memakai gurita

Pemakaian gurita akan menekan lambung sehinggan dapat menyebabkan muntah serta membatasi pernafasan.

 

C.    Langkah-langkah dalam melakukan tindakan memandikan bayi

A. 

PERSIAPAN 

 

 

 

 

 

1. 

Persiapan alat  Ember mandi 

§ Handuk bayi 

§ Shampoo bayi 

§ Sabun mandi bayi 

§ Pakaian bayi (baju, tali dua, bedong)

§ Phantom bayi 

§ Selimut bayi 

§ Sepasang washlap 

§ Celemek 

§ Kasa steril 

§ Bola kapas untuk membersihkan mata 

§ Cotton bad 

§ Kapas cebok dalam tempatnya 

§ Kom kecil 

§ Nierbekken 

§ Keranjang kain kotor 

§ Bak Instrument

1

 

 

 

 

2. 

Persiapan Pasien 

Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan kepada bayi.

1

 

 

 

 

3

Persiapan lingkungan 

Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam keadaan hangat 

1

 

 

 

 

4

Persiapan Petugas 

-          Mengenakan celemek 

-          Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

1

 

 

 

 

B

PELAKSANAAN 

 

 

 

 

 

5. 

Mempersiapkan keperluan mandi 

1

 

 

 

 

6.

Memberikan air hangat (hangat – hangat kuku) dalam bak mandi, diperiksa dengan punggung tangan 

1

 

 

 

 

7.

Melepas pakaian bayi

1

 

 

 

 

8.

Membersihkan tinja dari daerah bokong sebelum dimandikan agar air mandi tidak terkontaminasi (bila ada)

1

 

 

 

 

9.

Meletakkan bayi diatas handuk bayi dan menutupi badannya agar tetap hangat

2

 

 

 

 

10. 

Membersihkan mata, hidung dan telinga

2

 

 

 

 

11.

Menyangga kepala bayi sambil mengusap air ke muka, tali pusat dan tubuh bayi

2

 

 

 

 

12.

Menyabuni seluruh badan bayi (dada, tangan dan kaki) dengan menggunakan washlap.

3

 

 

 

 

13.

Mencuci tali pusat dengan air bersih dan sabun, bersihkan dan keringkan seluruhnya 

3

 

 

 

 

14. 

Membersihkan alat genitalia dengan menggunakan kapas lembut

-          Untuk bayi laki-laki tarik katup kebelakang kemudian dibersihkan.

-          Untuk bayi perempuan buka labia mayora kemudian bersihkan dengan lembut

3

 

 

 

 

15.

Menempatkan bayi dalam bak mandi, kemudian bilaslah sabun dengan cepat

4

 

 

 

 

16.

Mengeringkan bayi dengan handuk yang hangat dan kering

3

 

 

 

 

17. 

Menempatkan bayi pada alas dan popok yang hangat dan kering  (menyingkirkan handuk basah kepinggir)

3

 

 

 

 

18.

Melakukan perawatan tali pusat

-          Membungkus tali pusat dengan kasa steril yang kering

-          Menjaga tali pusat selalu bersih dan kering

-          Mengganti kasa secara berkala (apabila basah, kotor atau terkena air kencing bayi)

-          Jangan menarik atau memaksa tali pusat supaya lepas

5

 

 

 

 

19.

Mengenakan popok, baju bayi dan selimuti dengan kain bersih dan kering

2

 

 

 

 

20.

Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui 

2

 

 

 

 

21. 

Membereskan alat – alat 

1

 

 

 

 

22.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir 

1

 

 

 

 

C

TEKNIK 

 

 

 

 

 

23.

Teruji memposisikan bayi dengan tepat dan baik

1

 

 

 

 

24.

Teruji melaksanakan secara sistematis dan berurutan

1

 

 

 

 

25.

Teruji menjaga keamanan dan keselamatan bayi

2

 

 

 

 

26.

Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.4          IMUNISASI DASAR DAN ANJURAN

Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Anak diimunisasi, berarti diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Anak kebal atau resisten terhadap suatu penyakit tetapi belum tentu kebal terhadap penyakit yang lain. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Imunisasi dasar diberikan pada bayi sebelum berusia satu tahun. Terdiri atas imunisasi terhadap penyakit hepatits B, poliomyelitis, tuberkulosis, difteri, pertussis, tetanus, pneumonia dan meningitis, dan campak (Kemenkes RI, 2017). 

 

B.            Tujuan imunisasi 

Tujuan dalam pemberian imunisasi antara lain: 

1.              Meningkatkan kualitas hidup anak sehingga tidak terkena penyakit

2.              Meningkatkan nilai kesehatan orang di sekitarnya

3.              Menurunkan angka morbiditas, moralitas dan cacat serta bila mungkin didapat eradikasi suatu penyakit dari suatu daerah atau negeri (Ranuh dkk, 2017).

 

C.            Manfaat imunisasi

Manfaat imunisasi bagi anak dapat mencegah penyakit cacat dan kematian, sedangkan manfaat bagi keluarga adalah dapat menghilangkan kecemasan dan mencegah biaya pengobatan yang tinggi bila anak sakit. Bayi yang mendapat imunisasi dasar lengkapakan meningkatkan kualitas hidup anak sehingga tidak terkenapenyakit dan peningkatan nilai kesehatan orang disekitarnya (Ranuh dkk, 2017). 

 

D.            Macam-macam imunisasi

Imunitas atau kekebalan dibagi menjadi dua hal yaitu aktif dan pasif. Aktif apabila tubuh anak ikut menyelenggarakan terbentuknya imunitas, sedangkan pasif adalah apabila tubuh anak tidak bekerja membentuk kekebalan, tetapi hanya menerimanya saja.

 

1.              Imunisasi aktif, adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya imunisasi polio atau campak. Keuntungan imunisasi aktif yaitu pertahanan tubuh yang terbentuk akan dibawa seumur hidup, murah dan efektif, tidak berbahaya, reaksi yangserius jarang terjadi. 

2.              Imunisasi pasif adalah pemberian antibody kepada resipien, dimaksudkan untuk memberikan imunitas secara langsung tanpa harus memproduksi sendiri zat aktif tersebut untuk kekebalan tubuhnya.

E.             Berdasarkan anjuran IDAI terbaru, berikut daftar imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-9 bulan.

·                 Bayi baru lahir (usia kurang dari 24 jam): imunisasi hepatitis B (HB-1) dan polio-0

·                 Usia 1 bulan: Polio 0 dan BCG

·                 Umur 2 bulan: DP-HiB 1, polio 1, hepatitis 2, rotavirus, PCV

·                 Usia 3 bulan: DPT-HiB 2, polio 2, hepatitis 3

·                 Umur 4 bulan: DPT-HiB 3, Polio 3 (IPV atau polio suntik), hepatitis 4, dan rotavirus 2

·                 Usia 6 bulan: PCV 3, influenza 1, rotavirus 3 (petavalen)

·                 umur 9 bulan: Campak atau MR

 

 

GAMBAR IMUNISASI PADA BAYI

 

 

 

F.        Langkah-langkah dalam melakukan tindakan imunisasi

A

PERSIAPAN

 

1

Persiapan alat

§  Bak instrument 

§  Kapas DTT 

§  Air hangat 

§  Spuit BCG (spuit 1cc)

§  Spuit 3 cc

§  Spuit 5 cc

§  Nierbekken 

§  Vaksin (BCG, DPT/HIP, Polio, Campak)

§  Kartu imunisasi

§  Phantom bayi 

2

 

 

 

 

2

Persiapan pasien 

Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan kepada bayi.

2

 

 

 

 

3

Persiapan lingkungan 

-         Menjaga suhu bayi dan lingkungan dalam keadaan hangat. 

-         Meletakkan kain pengalas / selimut hangat ditempat pemeriksaan yang rata

2

 

 

 

 

4

Persiapan petugas

-         Mengenakan pelindung diri

-         Mencuci tangan 

-         Menggunakan sarung tangan 

2

 

 

 

 

B

CONTENT/ISI

 

5.

Menyapa ibu bayi/anak dengan ramah dan memperkenalkan diri 

2

 

 

 

 

6.

Menanyakan dan mencatat identitas anak (nama anak dan orang tua)

2

 

 

 

 

7.

Mengecek jenis vaksin yang dibutuhkan oleh bayi pada saat kunjungan dan yang sudah diberikan pada buku KIA. 

3

 

 

 

 

 

8.

Menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan imunisasi yang akan diberikan seperti manfaat, efek, samping, dan tempat injeksi 

3

 

 

 

 

9.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk 

1

 

 

 

 

10.

Mempersiapkan vaksin yang benar dan mengecek tanggal kedaluarsa kemudian mendekatkan coldpack di meja yang tidak terkena sinar matahari 

2

 

 

 

 

11.

Memakai sarung tangan 

2

 

 

 

 

12.

Mengambil vaksin dengan dosis yang benar

3

 

 

 

 

13.

Memposisikan anak dengan benar

2

 

 

 

 

14.

Desinfeksi kulit sebelum penyuntikan 

2

 

 

 

 

15.

 

Menyuntik di tempat dan sudut yang benar

Intrakutan 

-          Pegang anak dengan tangan kiri sedemikian rupa, sehingga tangan kiri kita berada di bawah lengannya; ibu jari dan jari lainnya mengelilingi lengan anak dan meregangkan kulit. 

-          Pegang spuit dengan tangan kanan, lubang jarum menghadap ke atas. 

-          Posisikan spuit hampir sejajar dengan kulit anak kemudian masukkan jarum ke dalam kulit. 

-          Pegang plunger di antara jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan. Tekan plunger dengan ibu jari, suntikkan vaksin dan keluarkan jarum.

Intramuskular

-          Regangkan kulit di bagian yang akan disuntik. 

-          Masukkan jarum dengan posisi tegak lurus, sehingga masuk ke dalam otot.

-          Tekan plunger dengan ibu jari untuk memasukkan vaksin-Keluarkan jarum dan tekan tempat bekas suntikan dengan kapas.

Subkutan

-          Pegang lengan anak dan regangkan kulitnya.

-          Masukkan jarum menembus kulit dengan sudut 45°.

-          Tekan plunger untuk memasukkan vaksin

-          Cabut jarum dan tekan tempat bekas suntikan dengan kapas

Penetesan Vaksin Oral

-          Buka mulut anak dengan cara menekan lembut pipinya sehingga bibir anak akan terbuka.

-          Pegang OPV di depan mulut anak dengan sudut 45°.

5

 

 

 

 

 

      -      Masukkan 2 tetes vaksin ke lidah anak

 

 

 

 

 

16.

Memperhatikan reaksi bayi pasca penyuntikan

2

 

 

 

 

17.

Masukkan tangan pada wadah berisi larutan klorin 0.5%, bersihkan sarung tangan dan lepaskan secara terbalik 

2

 

 

 

 

18.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk 

2

 

 

 

 

19

Melakukan pencatatan 

-          Tanggal, bulan dan tahun kunjungan 

-          Lokasi penyuntikan 

-          Nama vaksin yang diberikan

3

 

 

 

 

C

TEKNIK

 

 

 

 

 

20.

Teruji melaksanakan tindakan secara sistematis

2

 

 

 

 

21.

Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu

2

 

 

 

 

22.

Teruji melaksanakan tindakan dengan hati – hati dan menjaga keamanan bayi

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.5  MEMIJAT BAYI

Stimulasi pijat sering pula disebut dengan beberapa istilah lain yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage, infant massage, dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Stimulasi pijat merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orangtua, tenaga kesehatan atau anggota keluarga lainnya. Lebih jauh lagi, pada saat yang sama orang tua juga melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya.  Pada dasarnya tujuan pijat bayi atau stimulasi pijat adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan memberikan stimulasi raba, gerak dan kombinasi stimulasi lainnya. Stimulasi pijat dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan nyaman. Lama pijatan sekitar 15 menit, dan sebaiknya diberikan secara rutin. Tidak ada batasan baku mengenai frekuensi pemberian pijatan per hari. Namun, sebaiknya orangtua menjadikan stimulasi pijat suatu rutinitas dan bila mungkin dilakukan tiga kali sehari. Teknik untuk pemijatan untuk bayi cukup bulan dan bayi kurang bulan berbeda. Teknik untuk bayi cukup bulan cukup bervariasi dan sebisa mungkin meliputi seluruh bagian tubuh. Urutan pada teknik pemijatan ditujukan agar tidak ada bagian tubuh yang terlewati, namun dapat diberikan tidak secara berurutan.

A.    Apa saja manfaat stimulasi pijat?

Stimulasi pijat memiliki manfaat pada kondisi tertentu antara lain untuk bayi:

1.      Meningkatkan frekuensi menyusu

2.      Meningkatkan berat badan bayi

3.      Membantu bayi untuk berlatih relaksasi

4.      Membuat tidur lebih lelap dan lama

5.      Membuat ikatan / bonding dengan ibu /orangtua

6.       

B.     Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan stimulasi pijat?

1.      Yang terpenting adalah selalu melihat respons bayi.

2.      Bila bayi menangis maka sebaiknya dicek dahulu penyebabnya, jangan memaksakan suatu jenis pijatan pada bayi.

3.      Dalam memberikan pijatan, dapat diberikan stimulasi multi modal dengan memperdengarkan lagu, mengajak anak bicara dan lainnya.

4.      Gunakan lotion atau baby oil atau minyak kelapa untuk media antara kulit pemijat dan bayi.

5.      Sebaiknya orangtua menyediakan 15 menit ke depan khusus untuk bayinya tanpa terganggu apapun.

 

 

 

 

 

 

Gambar teknik memijat bayi

 

 

C.              Langkah-langkah dalam melakukan tindakan memijat bayi

A.persiapan 

 

 

 

 

 

1.Sikap dan perilaku mahasiswa

 

 

 

 

 

a.Menjelaskan Prosedur Yang Akan Dilakukan

2

 

 

 

 

b.Bersikap Sopan Pada Saat Pemeriksaan

2

 

 

 

 

c.Tanggap Terhadap Reaksi Pasien

2

 

 

 

 

d.Sabar Dan Teliti Pada Saat Pemeriksaan 

2

 

 

 

 

2.Persiapan alat/bahan (disusun secara ergonomis)

-       Baby oil 

-       Bedong

-       Pakaian bayi ( topi, popok, gurita, dll)

 

 

 

2

 

 

 

 

3.Persiapan lingkungan (bersih dan hangat )

1

 

 

 

 

4.Persiapan bayi (bayi tidak dalam keadan lapar/ baru makan)

1

 

 

 

 

5.Persiapan penolong 

 

 

 

 

 

a.Tangan bersih dan hangat 

1

 

 

 

 

b.Kuku tidak panjang

1

 

 

 

 

c.Perhiasan dilepas 

1

 

 

 

 

d.Cuci tangan 

1

 

 

 

 

B.Langkah – langkah 

 

 

 

 

 

1.Wajah 

a.       Tekan jari – jari pada kening, pelipis dan pipi bayi 

b.      Gunakan kedua ibu jari untuk memijat daerah atas alis

c.       Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung bayi kearah pipinya

d.      Gunakan kedua ibu jari untuk memijat sekitar mulutnya, tarik sehingga bayi tersenyum

e.       Pijat lembut rahang bawah bayi dari tangan kesamping seolah – olah membuat bayi tersenyum

f.       Pijat secara lembut daerah dibelakang telinga kearah dagu 

5

 

 

 

 

2.Dada 

a.Letakkan kedua tangan ditengah dada bayi dan gerakkan keatas kemudian disisi luar tubuh dan kembali keulu hati

5

 

 

 

 

 

tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati

b.      Pijat menyilang dari tengah dada bayi dengan telapak tangan kearah bahu seperti membentuk kupu – kupu

c.       Lakukan gerakan kombinasi yaitu letakkan kedua tangan ditengah dada bayi dan gerakkan keatas kemudian disisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati dan pijat menyilang dari tangan kearah bahu seperti membentuk kupu – kupu

 

 

 

 

 

3.Tangan 

a.       Metode India

Pijat tangan bayi dari bahu kepergelangan tangan 

b.      Metode swedia 

Pijat tangan bayi dari pergelangan tangan ke bahu 

c.       Peganglah lengan bayi dengan kedua telapak tangan, dengan gerakan seperti memerah dari bahu kepergelangan tangan

d.      Pijat telapak tangan bagian atas bayi

e.       Pijat telapak tangan bagian bawah bayi

f.       Tarik lembut jari – jari bayi dengan gerakan memutar

g.      Pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi

h.      Gunakan kedua telapak tangan anda untuk membuat gerakan seperti menggulung pada lengan bayi dari atas kebawah  

5

 

 

 

 

4.Perut 

a.       Lakukan gerakan memijat diatas perut bayi seperti mengayun dari atas kearah bawah

b.      Angkat kedua tangan bayi dan tekukkan lutut perlahan – lahan kearah perut

c.       Tangan kanan diatas, tangan kiri dibawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti bunga matahari

d.      I LOVE YOU

1.      ―I‖ Membentuk huruf ―I‖ melalui usapan dari bagian kiri keatas kebawah dengan menggunakan jari – jari kanan seolah – olah membentuk I

2.      ―LOVE‖

Bentuk huruf L terbalik dengan melakukan pemijatan kanan atas perut bayi kekiri, kebawah, dan berakhir diperut kiri bawah

3.      ―YOU‖

Membentuk huruf U terbalik dimulai kanan bawah keatas, kemudian kekiri, kebawah dan berakhir diperut kiri bawah

e.       Pijat seperti berjalan dari kiri kekanan dengan jemari

5

 

 

 

 

5.   KAKI 

a.       Metode India

Pijat kaki bayi dari pangkal paha kepergelangan kaki

b.      Metode swedia

5

 

 

 

 

Pijat kaki bayi dari pergelangan kaki kepangkal paha

c.       Peganglah kaki bayi dengan kedua telapak kaki, dengan gerakan seperti memerah dari pangkal paha kepergelangan kaki

d.      Pijatlah telapak kaki bagian bawah

e.       Pijatlah telapak kaki bayi bagian atas

f.       Tarik lembut jari – jari bayi dengan gerakan memutar 

g.      Pijat seluruh permukaan telapak kaki dan punggung kaki

h.      Gunakan kedua telapak tangan  anda untuk membuat gerakan seperti menggulung pada kaki bayi dari atas kebawah

 

 

 

 

 

6.PUNGGUNG

a.       Pijat bayi dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan disepanjangn punggungnya

b.      Luncurkan salah satu telapak tangan dari leher hingga pantat bayi dengan sedikit kekanan

c.       Buat gerakan melingkar dengan jari – jari anda terutama pada otot disebelah tulang punggung

d.      Buatlah pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher kekakinya untuk mengkhiri pijatan

4

 

 

 

 

7.Teknik 

a.       Melaksanakan tindakan secara sistematis dan berurutan

b.      Memberikan perhatian terhadap respon pasien

c.       Melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu

 

2

 

 

 

 

 

 

8.Merapikan bayi dan memakaikan kembali pakaian bayi

1

 

 

 

 

9.Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui

1

 

 

 

 

10.Merapikan alat, ruangan dan melakukan pendokumentasian 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.6     DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BAYI

A.       gertian deteksi dini tumbuh kembang anak

Deteksi dini tumbuh kembang anak, program ini sedang digalakkan oleh pemerinta sebagai upaya mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk men- emukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah

B.       Jenis Deteksi dini Pertumbuhan dan Perkembangan

Ada 3 jenis deteksi dini yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan ditingkat puskesmas dan jaringannya yaitu :

a.         Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan yaitu untuk mengetahui/menemukan status pertumbuhan anak, seperti adanya status gizi kurang/buruk dan mikro/ makrosefali. Untuk deteksi dini pertumbuhan anak diperluhkan intrumen dalam pengukurannya. Jenis instrumen yang digunakan adalah :

        Berat Badan menurut Tinggi badan anak (BB/TB)

        Pengukuran Lingkar kepala anak (PLKA)

b.         Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (keterlambatan), gangguan daya lihat, gangguan daya den- gar. Jenis instrumen yang digunakan:

        Kuesioner Pra skrining Perkembangan (KPSP) 

        Tes Daya Lihat (TDL)

        Tes Daya Dengar Anak (TDD) 

c.         Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional, autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiper- aktivitas. Instrumen yang digunakan:

        Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) 

        Checklist for Autism in Toddlers (CHAT) 

        Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)

 

 

 

 

 

 

 

C.       Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan

Untuk mengetahui adanya penyimpangan pertumbuhan, parameter yang digunakan adalah Berat Badan terhadap Tinggi Badan (BB/TB) dan lingkar kepala anak (LKA). Parameter tersebut termasuk ukuran antropometri dan paling mudah dilakukan dilapangan.

a.Pengukuran Berat badan

Keuntungan dari pengukuran berat badan merupakan salah satu ukuran antropometrik yang terpenting untuk mengetahui keadaan staus gizi anak. Selain itu juga dipakai untuk memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur, apakah anak dalam keadaan normal dan sehat. 

Keuntungan lainnya adalah pengukurannya mudah, sederhana dan murah. Oleh karena itu kegunaan berat badan adalah :

1.         Sebagai            informasi         tentang            keadaan           gizi      anak,    pertumbuhan   dan kesehatannya.

2.         Untuk monitoring kesehatan sehingga dapat menentukan therapi apa yang sesuai dengan kondisi anak. 

3.         Sebagai dasar untuk menentukan dasar perhitungan dosis obat ataupun diet yang diperlukan untuk anak.

 

Kelemahan, meskipun berat badan merupakan ukuran yang dianggap paling pent- ing, namun mempunyai kelemahan yaitu :

1.         Tidak sensitif terhadap proporsi tubuh misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus. 

2.         Terjadi perubahan secara fluktuasi setiap hari yang masih dalam batas normal. Perubahan ini dapat terjadi akibat pengaruh intake seperti makanan/minuman dan output seperti urine, keringat, pernafasan. Besarnya fluktuasi tergantung kelompok umur dan sangat individual berkisar antara 100-200 gr sampai 500-1000 gr. 

Pada beberapa hari pertama berat badan bayi akan mengalami penurunan yang sifatnya normal yaitu sekitar 10% dari berat badan lahir. Hal ini disebabkan keluarnya meconium dan air seni yang belum diimbangi asupan yang adekuat, misalnya produksi ASI yang belum lancar. Umumnya berat badan akan kembali mencapai berat lahir pada hari kesepuluh sampai ke empat belas.

Pada tahap adolesensia (masa remaja) akan terjadi pertambahan berat badan secara cepat (growth spurt) Selain dengan perkiraan tersebut, dapat juga memperkirakan BB dengan menggunakan rumus atau pedoman dari Behrman (1992) yaitu: 

  Berat badan lahir rata-rata ; 3,25 kg 

  Berat badan usia 3-12 bulan,  menggunakan rumus:

 

 

 

Untuk menentukan umur anak dalam bulan, bila lebih 15 hari dibulatkan ke atas, ku- rang atau sama dengan 15 hari dihilangkan. Misal ada bayi berumur 5 bulan 25 hari, maka bayi dianggap berumur 6 bulan sehingga bila menggunakan rumus Behrman, BB bayi diperkirakan 7,5 kg. Bila anak berumur 2 tahun 6 bulan, anak dianggap berumur 2 tahun, karena kelebihan 6 bulan atau kurang maka akan dibulatkan ke bawah/ dihilangkan.

Cara yang mudah untuk mengetahui pertumbuhan lingkar kepala adalah dengan melihat kurva lingkar kepala pada Kartu Tumbuh Kembang Anak. Kurva ini dibedakan antara laki-laki dan perempuan. 

                                                                                           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARTU MENUJU SEHAT (KMS)

Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah suatu kartu/alat penting yang digunakan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak (Soetjiningsih, 2002). KMS balita yaitu kartu yang memuat grafik pertumbuhan serta indicator perkembangan yang bermanfaat untuk mencatat dan memantau tumbuh kembang balita setiap bulan, sejak lahir sampai berusia lima tahun. 

KMS berisi tentang gambar kurva berat badan terhadap umur untuk anak usia 0-5 tahun, atribut penyuluhan, dan catatan yang penting untuk diperhatikan oleh petugas dan orang tua, seperti riwayat kelahiran anak, pemberian ASI dan makanan tambahan, pemberian imunisasi dan vitamin A, penatalaksanaan diare di rumah, serta patokan sederhana tentang perkembangan psikomotorik anak. 

Tujuan penggunaan KMS adalah mewujudkan tingkat tumbuh kembang dan status kesehatan anak balita secara optimal serta alat bantu bagi ibu atau orang tua memantau tingkat pertumbuhan dan perkembangan anaknya. 

Ada beberapa fungsi KMS sebagai berikut:

1.      Sebagai media untuk mencatat/memantau riwayat kesehatan balita secara lengkap. 

2.      Sebagai media penyuluhan bagi orangtua tentang kesehatan balita

3.      Sebagai sarana pemantauan yang dapat digunakan bagi petugas untuk menentukan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi terbaik balita. 

4.      Sebagai kartu analisa tumbuh kembang balita

 

Dari pengukuran kurva pertumbuhan berat badan, dapat diinterpretasikan hasil sebagai berikut:

1.      Bila pada pengukuran arah garis meningkat (mengikuti arah kurva), berarti pertumbuhan anak baik.

2.      Bila pada pengukuran arah garis mendatar, berarti pertumbuhan anak kurang baik sehingga anak memerlukan perhatian khusus.

3.      Bila pada pengukuran arah garis menurun, berarti anak memerlukan tindakan segera.

 

 

 

 

 

 

a.         Contoh KMS

 

b.        Contoh KMS online 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.7  DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN

Kuesioner Pra skrining Perkembangan (KPSP)

Tes Daya Lihat (TDL)

Tes Daya Dengar Anak (TDD) 

Denver Denelopment Screening Test (DDST)

 

KPSP adalah merupakan suatu daftar pertanyaan singkat yang ditujukan pada orang tua dan dipergunakan sebagai alat untuk melakukan skrining pendahuluan untuk perkembangan anak usia 0-72 bulan. Tujuannya adalah untuk skrining/pemeriksaan perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Skrining/ pemeriksaan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK/ PAUD terlatih.

Alat yang diperlukan untuk pemeriksaan adalah:

1.                  formulir KPSP sesuai umur anak 

2.                  Kertas

3.                  Pensil 

4.                  Bola karet atau plastic seukuran bola tenis 

5.                  Kerincingan 

6.                  Kubus berukuran sis 2,5 cm sebanyak 6 buah 

7.                  Benda-benda kecil seperti kismis/potongan biscuit kecil berukuran 0,5 – 1 cm

Daftar pertanyaan KPSP berjumlah 10 nomor yang menjadi dua yaitu pertanyaan yang harus dijawab oleh ortu/pengasuh dan perintah yang harus dilakukan sesuai dengan pertanyaan pada KPSP. Pertanyaan dalam KPSP harus dijawab ‗ya‘ atau ‗tidak‘ oleh orang tua. Interpretasi hasil pemeriksaan KPSP. 

 

FORMULIR KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN

 

Kuesioner Praskrining untuk Bayi 3 bulan

1.                  Pada waktu bayi telentang, apakah masing-masing lengan dan tungkai bergerak dengan mudah? Jawab TIDAK bila salah satu atau kedua tungkai atau lengan bayi bergerak tak terarah/tak terkendali. 

2.                  Pada waktu bayi telentang apakah ia melihat clan menatap wajah anda? 

3.                  Apakah bayi dapat mengeluarkan suara-suara lain (ngoceh), disamping menangis? 

4.                  Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari kanan/kiri ke tengah?

5.                  Pada waktu bayi telentang, apakah. ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari satu sisi hampir sampai pada sisi yang lain?


6.                  Pada waktu anda mengajak bayi berbicara dan tersenyum,apakah ia tersenyum kembali kepada anda? 

7.                  Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya

seperti pada gambar ini?

8.                  Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya sehingga membentuk sudut 45° seperti pada gambar ?

9.                  Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya

dengan tegak seperti pada gambar?

10.              Apakah bayi suka tertawa keras walau tidak digelitik atau diraba-raba? 

 

Kuesioner Praskrining untuk Bayi 6 bulan

1.                  Pada waktu bayi telentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepala sepenuhnya dari satu sisi ke sisi yang lain?

2.              Dapatkah bayi mempertahankan posisi kepala dalam keadaan tegak clan stabil? Jawab TIDAK bila kepala bayi cenderung jatuh ke kanan/kiri atau ke dadanya 

3.              Sentuhkan pensil di punggung tangan atau ujung jari bayi. (jangan meletakkan diatas telapak tangan bayi). Apakah bayi dapat menggenggam pensil itu selama beberapa detik?

4.              Ketika bayi telungkup di alas datar, apakah ia dapat mengangkat dada dengan kedua lengannya sebagai penyangga seperti padA gambar ?

5.              Pernahkah bayi mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik tetapi bukan menangis? 

6.              Pernahkah bayi berbalik paling sedikit dua kali, dari telentang ke telungkup atau sebaliknya? 

7.              Pernahkah anda melihat bayi tersenyurn ketika melihat mainan yang lucu, gambar atau binatang peliharaan pada saat ia bermain sendiri? 

8.              Dapatkah bayi mengarahkan matanya pada benda kecil sebesar kacang, kismis atau uang logam? Jawab TIDAK jika ia tidak dapat mengarahkan matanya. 

9.              Dapatkah bayi meraih mainan yang diletakkan agak jauh namun masih berada dalam jangkauan tangannya? 

10.          Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-lahan ke posisi clucluk. Dapatkah bayi mempertahankan lehernya secara kaku seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan.

Kuesioner Praskrining untuk Bayi 9 bulan

1.                  Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-lahan ke posisi clucluk. Dapatkah bayi mempertahankan lehernya secara kaku seperti gambar di sebelah kiri ? Jawab TIDAK bila kepala bayi jatuh kembali seperti gambar sebelah kanan.

2.                  Pernahkah anda melihat bayi memindahkan mainan atau kue kering dari satu tangan ke tangan yang lain? Benda-benda panjang seperti sendok atau kerincingan bertangkai tidak ikut dinilai. 

3.                  Tarik perhatian bayi dengan memperlihatkan selendang, sapu tangan atau serbet, kemudian jatuhkan ke lantai. Apakah bayi mencoba mencarinya? Misalnya mencari di bawah meja atau di belakang kursi? 

4.                  Apakah bayi dapat memungut dua benda seperti mainan/kue kering, dan masingmasing tangan memegang satu benda pada saat yang sama? Jawab TIDAK bila bayi tidak pernah melakukan perbuatan ini. 

5.                  Jika anda mengangkat bayi melalui ketiaknya ke posisi berdiri, dapatkah ia menyangga sebagian berat badan dengan kedua kakinya? Jawab YA bila ia mencoba berdiri dan sebagian berat badan tertumpu pada kedua kakinya. 

6.                  Dapatkah bayi memungut dengan tangannya benda-benda kecil seperti kismis, kacang-kacangan, potongan biskuit, dengan gerakan miring atau menggerapai seperti gambar ?

7.                  Tanpa disangga oleh bantal, kursi atau dinding, dapatkah bayi duduk sendiri selama 60 detik?

8.              Apakah bayi dapat makan kue kering sendiri? 

9.              Pada waktu bayi bermain sendiri dan anda diam-diam datang berdiri di belakangnya, apakah ia menengok ke belakang seperti mendengar kedatangan anda? Suara keras tidak ikut dihitung. Jawab YA hanya jika anda melihat reaksinya terhadap suara yang perlahan atau bisikan. 

10.          Letakkan suatu mainan yang dinginkannya di luar jangkauan bayi, apakah ia mencoba mendapatkannya dengan mengulurkan lengan atau badannya?

 

Kuesioner Praskrining untuk Bayi 12 Bulan

1.              Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu/di pojok, kemudian muncui dan menghilang secara berulang-ulang di hadapan anak, apakah ia mencari anda atau mengharapkan anda muncul kembali? 

2.              Letakkan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil pensil tersebut dengan perlahanlahan. Sulitkah anda mendapatkan pensil itu kembali? 

3.              Apakah anak dapat berdiri selama 30 detik atau lebih dengan berpegangan pada kursi/meja? 

4.              Apakah anak dapat mengatakan 2 suku kata yang sama, misalnya: ―ma-ma‖, ―da-da‖ atau ―pa-pa‖. Jawab YA bila ia mengeluarkan salah—satu suara tadi. 

5.              Apakah anak dapat mengangkat badannya ke posisi berdiri tanpa bantuan anda? 

6.              Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang yang belum ia kenal? la akan menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya. 

7.              Apakah anak dapat mengambil Benda kecil seperti kacang atau kismis, dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya seperti pada gambar?

8.              Apakah anak dapat duduk sendiri tanpa bantuan? 

9.              Sebut 2-3 kata yang dapat ditiru oleh anak (tidak perlu kata-kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru menyebutkan kata-kata tadi ? 

10.              Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panel tidak ikut dinilai.

 

Kuesioner Praskrining untuk 15 bulan

1.    Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup, panci tidak ikut dinilai

2.    Apakah anak dapat jalan sendiri atau jalan dengan berpegangan?

3.    Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuh kemandirian kaq bantuan.

4.    Apakah anak dapat mengatakan ―papa‖ ketika ia memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan ―mama‖ jika memanggil/melihat ibunya? Jawab YA bila anak mengatakan salah satu diantaranya.

5.    Dapatkah anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?

6.    Dapatkan anak berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih? Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali?

7.    Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan

8.    Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?

9.    Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu seperti pada gambar ini 

Kuesioner Praskrining untuk Anak 18 bulan

1.    Tanpa bantuan, apakah anak dapat bertepuk tangan atau melambai-lambai? Jawab TIDAK bila ia membutuhkan bantuan.

2.    Apakah anak dapat mengatakan ―papa‖ ketika ia memanggil/melihat ayahnya, atau mengatakan ―mama‖ jika memanggil/melihat ibunya?

3.    Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?

4.    Apakah anak dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih?

5.    Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai clan kemudian berdiri kembali?

6.                  Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.

7.                  Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?

8.                  Apakah anak anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti pada gambar ?

9.                  Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?

10.              Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas dan minum dari tempat tersebut tanpa tumpah?

 

Kuesioner Praskrining untuk Anak 21 bulan

1.                  Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali?

2.                  Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan.

3.                  Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung?

4.                  Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari clan jari telunjuk seperti pada gambar ?

5.   Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda?

6.   Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas clan minum dari tempat tersebut tanpa tumpah?

7.   Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa yang anda lakukan?

8.   Apakah anak dapat meletakkan satu kubus di atas Gerak halus Ya Tida kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5-5.0 cm 9.Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti selain

―papa‖ dan ―mama‖?.

10.Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa kehilangan keseimbangan? (Anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik mainannya)

Kuesioner Praskrining untuk Anak 24 bulan

1.   Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa yang anda lakukan? 

2.   Apakah anak dapat meletakkan 1 buah kubus di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 — 5 cm. 

3.   Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti selain "papa" clan "mama"? 

4.   Apakah         anak     dapat   berjalan            mundur            5          langkah            atau     lebih    tanpa kehilangankeseimbangan? 

(Anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik mainannya). 

5.   Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, atau celananya? (topi clan kaos kaki tidak ikut dinilai). 

6.   Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada dinding atau pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang. 

7.   Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk dengan benar paling sedikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)? 

8.   Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah? 

9.   Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta? 

10.                   Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) ke depan tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai.  

 

Kuesioner Praskrining untuk Anak 30 bulan

1.   Dapatkah anak melepas pakaiannya seperti: baju, rok, Sosialisasi & atau celananya? (topi clan kaos kaki tidak ikut dinilai)

2.   Dapatkah anak berjalan naik tangga sendiri? Jawab YA jika ia naik tangga dengan posisi tegak atau berpegangan pada Binding atau pegangan tangga. Jawab TIDAK jika ia naik tangga dengan merangkak atau anda tidak membolehkan anak naik tangga atau anak harus berpegangan pada seseorang.

3.   Tanpa bimbingan, petunjuk atau bantuan anda, dapatkah anak menunjuk dengan benar paling seclikit satu bagian badannya (rambut, mata, hidung, mulut, atau bagian badan yang lain)?

4.   Dapatkah anak makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah?

5.                  Dapatkah anak membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta?

6.                  Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) Gerak kasar ke depan tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai.

7.                  Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?

8.                  Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.

9.                  Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti ―minta minum‖, ―mau tidur‖? ―Terimakasih‖ dan ―Dadag‖ tidak ikut dinilai.

10.              Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa bantuan?

Kuesioner Praskrining untuk Anak 36 bulan

1.                  Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk?

2.                  Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.

3.                  Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti ―minta minum‖; ―mau tidur‖? ―Terimakasih‖ dan ―Dadag‖ tidak ikut dinilai.

4.                  Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa bantuan?

5.                  Dapatkah anak melempar bola lurus ke arah perut atau dada anda dari jarak 1,5 meter? 

6.                  Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mata pada saat memberikan perintah berikut ini: ―Letakkan kertas ini di lantai‖.

―Letakkan kertas ini di kursi‖.

―Berikan kertas ini kepada ibu‖.

Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi?

7.                  Buat garis lurus ke bawah sepanjang sekurangkurangnya 2.5 cm. Suruh anak menggambar garis lain di samping garis tsb.

8.                  Letakkan selembar kertas seukuran buku di lantai. Apakah anak dapat melompati bagian lebar kertas dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?

9.                  Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri?

10.              Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter?

 

Kuesioner Praskrining untuk Anak 42 bulan

1.                  Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri? 

2.                  Dapatkah anak mengayuh sepeda rods tiga sejauh sedikitnya 3 meter? 

3.                  Setelah makan, apakah anak mencuci clan mengeringkan tangannya dengan balk sehingga anda ticlak perlu mengulanginya? 

4.                  Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya clan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih? 

5.                  Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari? 

6.                  Jangan membantu anak clan jangan menyebut lingkaran. Suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran? 

7.                  Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut? 

Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm. 

8.                  Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain clan mengikuti aturan bermain? 

9.                  Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk kemandirian memasang kancing, gesper atau ikat pinggang) 

 

Kuesioner Praskrining untuk Anak 48 bulan

1.         Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter?

2.         Setelah makan, apakah anak mencuci dan mengeringkan tangannya dengan baik sehingga anda tidak perlu mengulanginya?

3.         Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak anda kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 2 detik atau lebih?

4.         Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat melompati panjang kertas ini dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari?

5.         Jangan membantu anak dan jangan menyebut lingkaran. Suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Dapatkah anak menggambar lingkaran?

6.         Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut?

Kubus yang digunakan ukuran 2.5 – 5 cm.

7.         Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain?

8.         Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat pinggang)

9.         Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu? Jawab TIDAK jika ia hanya menyebutkan sebagian namanya atau ucapannya sulit dimengerti.

 

 

 

 

 

Kuesioner Praskrining untuk Anak 54 bulan

1.         Dapatkah anak meletakkan 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa menjatuhkan kubus tersebut? Kubus yang digunakan ukuran 2-5 – 5 cm. 

2.         Apakah anak dapat bermain petak umpet, ular naga atau permainan lain dimana ia ikut bermain dan mengikuti aturan bermain? 

3.         Dapatkah anak mengenakan celana panjang, kemeja, baju atau kaos kaki tanpa di bantu? (Tidak termasuk memasang kancing, gesper atau ikat pinggang) 

4.         Dapatkah anak menyebutkan nama lengkapnya tanpa dibantu? Jawab TIDAK jika ia hanya menyebut sebagian namanya atau ucapannya sulit dimengerti. 

5.         Isi titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan. 

"Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan?" 

"Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar?" 

"Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah?" 

Jawab YA biia anak merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan dengan gerakan atau isyarat. 

Jika kedinginan, jawaban yang benar adalah "menggigil" ,"pakai mantel‘ atau "masuk kedalam rumah‘. 

Jika lapar, jawaban yang benar adalah "makan" 

Jika lelah, jawaban yang benar adalah "mengantuk", "tidur", "berbaring/tidur-tiduran", "istirahat" atau "diam sejenak" 

6.                       Apakah anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian boneka? 

7.                       Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak ands kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 6 detik atau lebih? 

8.                       Jangan mengoreksi/membantu anak. Jangan menyebut kata "lebih panjang". 

Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak.  Tanyakan: "Mana garis yang lebih panjang?" 

Minta anak menunjuk garis yang lebih panjang. 

Setelah anak menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan tersebut. 

Setelah anak menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi pertanyaan tadi.  Apakah anak dapat menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar? 

9.                       Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini? 

10.     Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini: "Letakkan kertas ini di atas lantai".  "Letakkan kertas ini di bawah kursi". 

"Letakkan kertas ini di depan kamu" 

"Letakkan kertas ini di belakang kamu" 

Jawab YA hanya jika anak mengerti arti "di atas", "di bawah", "di depan" dan "di belakang‖ 

 

Kuesioner Praskrining untuk Anak 60 bulan

1.         Isi titik-titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali mengulangi pertanyaan.

―Apa yang kamu lakukan jika kamu kedinginan?‖

―Apa yang kamu lakukan jika kamu lapar?‖

―Apa yang kamu lakukan jika kamu lelah?‖

Jawab YA biia anak merjawab ke 3 pertanyaan tadi dengan benar, bukan dengan gerakan atau isyarat.

Jika kedinginan, jawaban yang benar adalah ―menggigil‖ ,‖pakai mantel‘ atau ―masuk kedalam rumah‘.

Jika lapar, jawaban yang benar adalah ―makan‖

Jika lelah, jawaban yang benar adalah ―mengantuk‖, ―tidur‖, ―berbaring/tidurtiduran‖, ―istirahat‖ atau ―diam sejenak‖

2.         Apakah anak dapat mengancingkan bajunya atau pakaian boneka?

3.         Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya dan beri anak ands kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 6 detik atau lebih?

4.         Jangan mengoreksi/membantu anak. Jangan menyebut kata ―lebih panjang‖.


 

Perlihatkan gambar kedua garis ini pada anak.

Tanyakan: ―Mana garis yang lebih panjang?‖

Minta anak menunjuk garis yang lebih panjang.

Setelah anak menunjuk, putar lembar ini dan ulangi pertanyaan tersebut.

Setelah anak menunjuk, putar lembar ini lagi dan ulangi pertanyaan tadi. Apakah anak dapat menunjuk garis yang lebih panjang sebanyak 3 kali dengan benar?

 

5.                  Jangan membantu andan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?

 

6.                  Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini: ―Letakkan kertas ini di atas lantai‖. ―Letakkan kertas ini di bawah kursi‖. ―Letakkan kertas ini di depan kamu‖

―Letakkan kertas ini di belakang kamu‖

Jawab YA hanya jika anak mengerti arti ―di atas‖, ―di bawah‖, ―di depan‖ dan ―di belakang‖

7.                  Apakah anak bereaksi dengan tenang dan tidak rewel (tanpa menangis atau menggelayut pada anda) pada saat anda meninqgalkannya?

8.                  Jangan menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak : ―Tunjukkan segi empat merah‖

―Tunjukkan segi empat kuning‖

‗Tunjukkan segi empat biru‖ ―Tunjukkan segi empat hijau‖

Dapatkah anak menunjuk keempat warna itu dengan benar?

9.                  Suruh anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan satu kaki?

10.              Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan?

 

 

 

 

Kuesioner Praskrining untuk Anak 66 bulan

1.Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan 3 kali kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?  

 

Kuesioner praskrining untuk anak 66 bulan

 

1.      Jangan membantu anak dan jangan memberitahu nama gambar ini, suruh anak  menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia. Berikan3 kali kesempatan. Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini?

 

 

2.      Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mats pads saat memberikan perintah berikut ini: "Letakkan kertas ini di atas lantai".  "Letakkan kertas ini di bawah kursi". 

"Letakkan kertas ini di depan kamu" 

"Letakkan kertas ini di belakang kamu" 

Jawab YA hanya jika anak mengerti arti "di atas", "di bawah", "di depan" dan "di belakang‖ 

3.      Apakah anak bereaksi dengan tenang dan tidak rewel (tanpa menangis atau menggelayut pada anda) pada saat anda meninqgalkannya? 

 

4.      Jangan menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak : 

"Tunjukkan segi empat merah" 

"Tunjukkan segi empat kuning" 

‗Tunjukkan segi empat biru‖ 

"Tunjukkan segi empat hijau" 

Dapatkah anak menunjuk keempat warna itu dengan benar? 

5.      Suruh anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan satu kaki? 

6.      Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan? 

7.      Suruh anak menggambar di tempat kosong yang tersedia. Katakan buat gambar orang.

8.      Pada gambar orang yang dibuat pada nomor 7 dapatkah ank menggambar sedikit 6 bagian tubuh.

9.      Berikan dia untuk menyebutkan nama hewan 5 setiap hari

10.  Leparkan bola suruh dia untuk menangkapnya bola kecil tersebut?

11.   

12.   

13.   

14.   

15.   

16.   

17.   

18.  padanya: "Buatlah gambar orang". 

Jangan memberi perintah lebih dari itu. Jangan bertanya/ mengingatkan anak bila ada bagian yang belum tergambar. Dalam memberi nilai, hitunglah berapa bagian tubuh yang tergambar. Untuk bagian tubuh yang berpasangan seperti mata, telinga, lengan dan kaki, setiap pasang dinilai satu bagian. Dapatkah anak menggambar sedikitnya 3 bagian tubuh? 

19.   

20.  Pada gambar orang yang dibuat pada nomor 7, dapatkah anak menggambar sedikitnya 6 bagian tubuh? 

21.  Tulis apa yang dikatakan anak pada kalimat-kalimat yang belum selesai ini, jangan membantu kecuali mengulang pertanyaan:    

"Jika kuda besar maka tikus ………   

"Jika api panas maka es ………   

"Jika ibu seorang wanita maka ayah seorang ………   

Apakah anak menjawab dengan benar (tikus kecil, es dingin, ayah seorang pria) ? 

22.  Apakah anak dapat menangkap bola kecil sebesar bola tenis/bola kasti hanya dengan menggunakan kedua tangannya? (Bola besar tidak ikut dinilai). 

 

 

Kuesioner Praskrining untuk Anak 72 bulan

1.                  Jangan menunjuk, membantu atau membetulkan, katakan pada anak : 

―Tunjukkan segi empat merah‖ 

―Tunjukkan segi empat kuning‖ 

―Tunjukkan segi empat biru‖ 

―Tunjukkan segi empat hijau‖ 

Dapatkah anak menunjuk keempat warna itu dengan benar? 

2.                  Suruh anak melompat dengan satu kaki beberapa kali tanpa berpegangan (lompatan dengan dua kaki tidak ikut dinilai). Apakah ia dapat melompat 2-3 kali dengan satu kaki? 

3.                  Dapatkah anak sepenuhnya berpakaian sendiri tanpa bantuan? 

4.                  Suruh anak menggambar di tempat kosong yang tersedia. Katakan padanya: "Buatlah gambar orang". 

Jangan memberi perintah lebih dari itu. Jangan bertanya/ mengingatkan anak bila ada bagian yang belum tergambar. Dalam memberi nilai, hitunglah berapa bagian tubuh yang tergambar. Untuk bagian tubuh yang berpasangan seperti mata, telinga, lengan dan kaki, setiap pasang dinilai satu bagian. Dapatkah anak menggambar sedikitnya 3 bagian tubuh? 

5.                  Pada gambar orang yang dibuat pads nomor 7, dapatkah anak menggambar sedikitnya 6 bagian tubuh? 

6.                  Tulis apa yang dikatakan anak pada kalimat-kalimat yang belum selesai ini, jangan membantu kecuali mengulang pertanyaan:    

"Jika kuda besar maka tikus    

"Jika api panas maka es    

"Jika ibu seorang wanita maka ayah seorang    

Apakah anak menjawab dengan benar (tikus kecil, es dingin, ayah seorang pria) ? 

7.                  Apakah anak dapat menangkap bola kecil sebesar bola tenis/bola kasti hanya dengan menggunakan kedua tangannya? (Bola besar tidak ikut dinilai). 

8.                  Suruh anak berdiri satu kaki tanpa berpegangan. Jika perlu tunjukkan caranya    clan beri anak ands kesempatan melakukannya 3 kali. Dapatkah ia mempertahankan keseimbangan dalam waktu 11 detik atau lebih? 

9.                  Jangan membantu anak clan jangan memberitahu nama gambar ini, Suruh anak menggambar seperti contoh ini di kertas kosong yang tersedia- Berikan 3 kali kesempatan. 

Apakah anak dapat menggambar seperti contoh ini? 

 

100.

 

lsi titik

-

titik di bawah ini dengan jawaban anak. Jangan membantu kecuali mengulangi

pertanyaan sampai 3 kali bila anak menanyakannya.

 

"Sendok dibuat dari apa?

"

 

 

 

"Sepatu dibuat dari apa?"

 

 

 

"Pintu dibuat dari apa?"

 

 

 

Apakah anak dapat menjawab ke 3 pertanyaan di atas dengan benar? Sendok dibuat

dari besi, baja, plastik, kayu.

 

Sepatu dibuat dari kulit, karet, kain, plastik, kayu.

 

Pintu dibuat dari kayu,

besi, kaca.

 

 

 

Bila jawaban ‗ya‘ berjumlah 9-10, berarti anak normal sesuai tahap perkembangan.

Jawaban ‗ya‘ berarti anak bisa, pernah, sering atau kadang-kadang melakukan. Bila jawaban ‗ya‘ kurang dari 9 perlu diteliti tentang: Cara menghitung usia dan kelompok pertanyaannya, apakah sudah sesuai. Kesesuaian jawaban orang tua dengan maksud pertanyaan. 

Apabila ada kesalahan, maka pemeriksaan harus diulang. Bila setelah diteliti, jawaban ‗ya‘ berjumlah 7-8 berarti meragukan dan perlu diperiksa ulang 2 minggu kemudian dengan pertanyaan yang sama. Jika jumlah jawaban tetap sama, kemungkinan ada penyimpangan.

Bila jawaban ‗ya‘ berjumlah 6 atau kurang berarti ada penyimpangan. Anak perlu dirujuk ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaaan lebih lanjut.

 

 

 

 

 

b.Test daya Lihat (TDL)

Tes ini merupakan alat untuk memeriksa ketajaman daya lihat serta kelainan mata. Tujuan tes ini untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan daya lihat pada usia prasekolah, sehingga bila ada penyimpangan dapat segera ditangani. Dengan demikian kesempatan untuk memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih besar. Tes ini dilakukan tiap 6 bulan pada anak prasekolah umur 36-72 bulan, dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK / PAUD terlatih dan petugas terlatih lainnya.

Untuk melakukan tes daya lihat, diperlukan ruangan yang bersih dan tenang serta dengan penyinaran yang baik, kursi untuk anak dan pemeriksa, alat penunjuk dan alat ‗kartu E‘ yang digantungkan setinggi anak duduk. ‗Kartu E‘ ini berisi huruf E yang terdiri dari 4 baris, yang mana baris pertama huruf E berukuran paling besar kemudian berangsur-angsur mengecil pada baris keempat. Jarak antara ‗kartu E‘ dan anak sekitar 3 meter.

Secara normal, anak dapat melihat huruf E pada baris ketiga. Apabila anak tidak dapat melihat huruf E pada baris ketiga, maka perlu dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat.  Selain tes daya lihat, anak juga perlu diperiksa kesehatan matanya. Perlu ditanyakan dan diperiksa adakah: Keluhan seperti mata gatal, panas, penglihatan kabur, pusing. Perilaku seperti sering menggosok mata, membaca terlalu dekat, sering mengedip-kedipkan mata. Kelainan mata seperti bercak bitot, juling, mata merah dan keluar air. Bila ditemukan satu atau lebih kelainan di atas, maka anak perlu dirujuk.

Jadwal tes daya lihat dilakukan setiap 6 bulan pada anak usia prasekolah umur 36 sampai 72 bulan. Tes ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, guru TK, tenaga PADU dan petugas terlatih lainnya.

Alat/sarana yang diperlukan adalah: 

o     Ruangan yang bersih, tenang dengan penyinaran yang baik oDua buah kursi, 1 untuk anak, 1 untuk pemeriksa.

o     Poster ―E‖ untuk digantung dan kartu ―E‖ untuk dipegang anak. oAlat penunjuk.

o     Cara melakukan tes daya lihat : oPilih suatu ruangan yang bersih dan tenang, dengan penyinaran yang baik.

o     Gantungkan poster ―E‖ setinggi mata anak pada posisi duduk. oLetakkan sebuah kursi sejauh 3 meter dari poster ―E‖, menghadap ke poster ―E‖.  oLetakkan sebuah kursi lainnya di samping poster ―E‖ untuk pemeriksa.

o    Pemeriksa memberikan kartu ‖E‖ pada anak.. Latih anak dalam mengarahkan kartu ‖E‖ menghadap atas, bawah, kiri dan kanan; sesuai yang ditunjuk pada poster ‖E‖ oleh pemeriksa. Beri pujian setiap kali anak mau melakukannya. Lakukan hal ini sampai anak dapat mengarahkan kartu ‖E‖ dengan benar.

o    Selanjutnya, anak diminta menutup sebelah matanya dengan buku/kertas.

o    Dengan alat penunjuk, tunjuk huruf ‖E pada poster, satu persatu, mulai baris pertama sampai baris keempat atau baris ‖E‖ terkecil yang masih dapat dilihat. 

o    Puji anak setiap kali dapat mencocokkan posisi kartu ‖E‖ yang dipegangnya dengan  huruf ‖E‖ pada poster. oUlangi pemeriksaan tersebut pada mata satunya dengan cara yang sama.

o    Tulis baris ‖E‖ terkecil yang masih dapat dilihat, pada kertas yang telah disediakan :

                                Mata  kanan : ………….        Mata kiri : …………

o    Interpretasi:

Anak prasekolah umumnya tidak mengalami kesulitan melihat sampai baris ketiga pada poster ‖E‖. Bila kedua matan anak tidak dapat melihat baris ketiga poster ‖E‖, artinya tidak dapat mencocokkan arah kartu ―E‖ yang dipegangnya dengan arah ―E‖ pada baris ketiga  yang ditunjuk oleh pemeriksa, kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat.

 

o    Intervensi:

Bila kemungkinan anak mengalami gangguan daya lihat, minta anak datang lagi untuk pemeriksaan ulang. Bila pada pemeriksaa berikutnya, anak tidak dapat melihat sampai baris yang sama, atau tidak dapat melihat baris yang sama dengan kedua matanya, rujuk ke Rumah Sakit dengan menuliskan mata yang mengalami gangguan (kanan, kiri atau keduanya).

 

 

 

 

 

c. Test Daya Dengar (TDD)

Tanpa pendengaran yang baik, anak tidak dapat belajar berbicara atau mengikuti pelajaran sekolah dengan baik. Oleh karena itu perlu deteksi secara dini fungsi pen- dengaran anak, sehingga kemampuan pendengaran dan bicara anak dapat berkembang dengan baik. Tujuan TDD adalah untuk menemukan gangguan pendengaran secara dini, agar segara dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak. Tes TDD dapat dilakukan tiap 3 bulan pada bayi < 12 bulan dan tiap 6 bulan pada anak > 12 bulan oleh tenaga kesehatan, guru TK / PAUD terlatih dan petugas terlatih lainnya.

Peralatan yang diperlukan adalah intrumen untuk TDD sesuai usia anak, gambar binatang (ayam, anjing, kucing) dan manusia, mainan (boneka, kubus, sendok, cangkir dan bola).

Tes Daya Dengar ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang disesuaikan dengan kelompok usia anak. Jawaban ‗ya‘ jika menurut orang tua/pengasuh, anak dapat melakukan perintah dan jawaban ‗tidak‘ jika anak tidak dapat atau tidak mau melakukan perintah. Jika anak dibawah 12 bulan, pertanyaan ditujukan untuk kemampuan 1 bulan terakhir. Setiap pertanyaan perlu dijawab ‗ya.‘ Apabila ada satu atau lebih jawaban

‗tidak‘, berarti pendengaran anak tidak normal, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

INSTRUMEN TES DAYA DENGAR MENURUT UMUR ANAK

 

Umur 0 - 6 bulan :

 

1.Pada waktu bayi tidur kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi akan bergerak atau terbangun dari tidurnya ?

Ya

Tidak

2.Pada waktu bayi tidur telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi  pada posisi yang tidak terlihat oleh bayi, kemudian anda bertepuk tangan dengan keras, apakah bayi terkejut atau mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas ?

Ya

Tidak

3.Apabila ada suara nyaring (misal suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah bayi terkejut atau terlompat ?

Ya

Tidak

 

Umur 6 - 9  bulan :

 

1.Pada waktu bayi sedang tidur, kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi akan bergerak atau terbangun dari tidurnya ?

Ya

Tidak

2.Pada waktu bayi tidur telentang dan anda duduk di dekat kepala bayi  pada posisi yang tidak terlihat oleh bayi, kemudian anda bertepuk tangan dengan keras, apakah bayi terkejut atau mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas ?

Ya

Tidak

3.Apabila ada suara nyaring (suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah bayi terkejut atau terlompat ?

Ya

Tidak

4.Anda berada di sisi yang tidak terlihat oleh bayi, sebut namanya atau bunyikan sesuatu, apakah bayi memalingkan kepala mencari sumber suara ?

Ya

Tidak

 

Umur 9 - 12 bulan :

 

 

1.Pada waktu bayi tidur, kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah bayi akan bergerak atau terbangun dari tidurnya ?

Ya

Tidak

2.Pada waktu bayi telentang dan anda duduk di dekat kepalanya pada posisi yang tidak terlihat bayi, kemudian anda tepuk tangan dengan keras. Apakah bayi terkejut atau mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas ?

Ya

Tidak

3.Apabila ada suara nyaring (suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah bayi terkejut atau terlompat?

Ya

Tidak

4.Anda berada di samping atau belakang bayi dan tidak terlihat oleh bayi, sebutkan namanya atau bunyikan sesuatu, apakah bayi langsung memalingkan kepala ke arah sumber suara tersebut di samping atau belakangnya ?

Ya

Tidak

 

Umur 12 - 24 bulan :

 

 

1.Pada waktu anak tidur kemudian anda berbicara atau membuat kegaduhan, apakah anak akan bergerak atau terbangun dari tidurnya ?

Ya

Tidak

2.Pada waktu anak tidur telentang dan anda duduk di dekat kepala anak  pada posisi yang tidak terlihat oleh anak, kemudian anda bertepuk tangan dengan keras, apakah anak terkejut atau mengerdipkan matanya atau menegangkan tubuh sambil mengangkat kaki tangannya ke atas ?

Ya

Tidak

3.Apabila ada suara nyaring (misal suara batuk, salak anjing, piring jatuh ke lantai dan lain-lainnya), apakah anak terkejut

Ya

Tidak

atau terlompat ?

 

 

4.Tanpa terlihat oleh anak. buat suara yang menarik perhatian anak, apakah anak langsung mengetahui posisi anda sebagai  sumber suara yang berpindah-pindah ?

Ya

Tidak

5.Ucapkan kata-kata yang mudah dan sederhana, dapatkah anak menirukan anda ?

Ya

Tidak

 

Umur 2 – 3 tahun:

 

 

1.Tutup mulut anda dengan buku/kertas, tanpa melihat gerakan bibir anda, tanyakan pada anak: ―Pegang matamu―, ―Pegang kakimu‖. Apakah anak memegang mata dan kakinya dengan benar ?

Ya

Tidak

2.Pilih gambar dari majalah/buku bergambar. Tutup mulut anda dengan buku/kertas, tanpa melihat gerakan bibir anda, tanyakan pada anak: ―Tunjukkan gambar kucing (atau anjing, kuda, mobil, orang rumah, bunga, dan sebagainya)?‖ Dapatkah anak menunjukkan gambar yang dimaksud dengan benar ?

Ya

Tidak

3.Tutup mulut anda dengan buku/kertas, tanpa melihat gerakan bibir anda, perintahkan anak untuk mengerjakan sesuatu seperti:

―Berikan boneka itu kepada saya―, ―Taruh kubus-kubus ini di atas meja/kursi‖, dan sebagainya. Apakah anak dapat mengerjakan perintah tersebut dengan benar ?

Ya

Tidak

 

Umur lebih dari 3 tahun :

 

 

1.Perlihatkan benda-benda yang ada di sekeliling anak seperti sendok, cangkir, bola, bunga dan sebagainya. Suruh anak menyebutkan nama benda-benda tersebut. Apakah anak dapat menyebutkan nama benda-benda tersebut dengan benar ?

Ya

Tidak

2.Suruh anak duduk, anda duduk dalam jarak 3 meter di depan anak. Suruh anak mengulangi angka-angka yang telah anda ucapkan: ―Empat‖, ―Satu‖, ―Delapan‖ atau menirukan dengan menggunakan jari tangannya. Kemudian tutup mulut anda dengan buku/ketas, ucapkan 4 angka yang berlainan. Apakah anak dapat mengulangi atau menirukan ucapan anda dengan menggunakan jari tangannya ? (Anda dapat mengulanginya dengan suara yang lebih keras

Ya

Tidak

 

 

 

DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST (DDST) II

DDST adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menentukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah. DDST merupakan salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak, tes ini bukanlah tes diagnostic atau tes IQ. 

Pada tahun 1986, Borrowitz menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih dari separuh anak dengan kelainan bicara dan membuat revisi dan standarisasi kembali DDST dan menambah tugas perkembangan pada sector bahasa. Hasil revisi DDST selanjutnya dinamakan DDST II yang terdiri atas 125 butir dan terdiri dari 4 bagian yaitu:

1.    Personal sosial 

2.    Kemampuan motorik halus, yaitu koordinasi mata dan tangan dalam memanipulasi benda kecil atau pemecahan masalah 

3.    Bahas, pendengaran, pemahaman dan penggunaan bahasa 

Motorik kasar, duduk, berjalan

 

A. 

Sikap 

 

 

 

 

 

1.

Teruji menunjukkan rasa empati terhadap bayi/anak

1

 

 

 

 

2.

Teruji tanggap terhadap reaksi bayi/anak

1

 

 

 

 

3.

Teruji sabar dan teliti

1

 

 

 

 

4.

Teruji komunikatif

1

 

 

 

 

B.

Content / isi

 

 

 

 

 

5. 

Mempersiapkan alat yang diperlukan 

      Lembar formulir DDST II

      Benang wol merah 

      Kismis/manik-manik

      Kubus merah, kuning, hijau, biru 8-10 buah 

      Boneka kecil dengan botol susu

      Cangkir plastik dengan gagang/pegangan 

      Botol kaca bening kecil 

      Bola tenis 

      Bel kecil 

      Kertas 

      Pensil warna 

      Meja dan kursi 

      Meja periksa dengan kasur/selimut untuk bayi

1

 

 

 

 

6. 

Mencuci tangan dengan sabun dan air

1

 

 

 

 

7.

Mempersiapkan ruangan dalam keadaan nyaman 

1

 

 

 

 

8.

Sapa orangtua/pengasuh anak dengan ramah 

1

 

 

 

 

9.

Menjelaskan tujuan dilakukan tes perkembangan pada orangtua/pengasuh anak 

2

 

 

 

 

10.

Menentukan usia anak pada saat pemeriksaan (

3

 

 

 

 

 

 

penyesuaian perlu dilakukan pada kasus prematuritas anak yang lahir sebelum HPL). 

 

 

 

 

 

11.

Menarik garis pada lembar DDST II seusai dengan usia yang ditentukan. 

1

 

 

 

 

12. 

Melakukan pengukuran pada anak untuk item-item dalam empat sektor dan berikan penilaian pada setiap item yang dinilai. 

1

 

 

 

 

13.

Melakukan tugas perkembangan untuk tiap sektor perkembangan dimulai dari sektor yang paling mudah yang terletak di sebelah kiri garis umur, kemudian dilanjutkan sampai ke kanan garis umur.

3

 

 

 

 

14.

Pada tiap sektor dilakukan minimal 3 tugas perkembangan yang paling dekat di sebelah kiri garis umur serta tiap tugas perkembangan yang ditembus garis umur.

3

 

 

 

 

15.

Bila anak tidak mampu melakukan salah satu ujicoba (gagal; menolak; tidak ada kesempatan), lakukan ujicoba tambahan ke sebelah kiri garis umur pada sector yang sama sampai anak dapat lulus 3 tugas perkembangan

3

 

 

 

 

16. 

Bila anak mampu melakukan salah satu tugas, lakukan tugas tambahan ke sebelah kanan garis umur pada sektor yang sama sampai anak gagal pada 3 tugas tambahan perkembangan.

3

 

 

 

 

17.

Melakukan penilaian: 

Pass/lulus (P)

10.              Anak melakukan tes dengan baik, 

11.              Atau ibu/pengasuh memberi laporan (tepat dan dapat dipercaya bahwa anak dapat

melakukannya)

Fail/Gagal (P)

1.Anak tidak dapat melakukan tes dengan baik atau ibu/pengasuh memberi laporan bahwa anak tidak dapat melakukan dengan baik 

No Opportunity (NO)

1.      Anak tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan tes karena ada hambatan. 

2.      Skor ini hanya boleh dipakai pada tes dengan tanda R

Refusal/ Menolak (R)

1.Anak menolak untuk melakukan tes

4

 

 

 

 

18.

Membuat kesimpulan secara keseluruhan:

1.      Normal 

1)      Tidak ada keterlambatan/delayed (F) atau paling banyak terdapat 1 caution (C ). 

2)      Lakukan pemeriksaan pada control kesehatan berikutnya sesuai jadwal 

2.      Suspek 

1)      Jika didapatkan ≥ 2 caution atau ≥ 1

4

 

 

 

 

 

Delayed

2)      Caution dan delayed  karena fail (gagal)

3)      Lakukan uji ulang dalam 1-2 minggu untuk menghilangkan faktor sesaat seperti rasa takut, sakit dan kelelahan 

3.Tidak dapat di tes (untestable)

1)      Jika terdapat 1 atau lebih skor delayed atau 2 caution

2)      Caution dan delayed karena refusal (menolak) bukan karena fail (gagal).

3)      Sebelah kiri garis umur atau menolak pada > 1 uji coba ditembus garis umur pada daerah 70-90 persentil.

4)      Uji dalam 1-2 minggu

 

 

 

 

 

19. 

Menentukan tindakan selanjutnya apakah memerlukan tes kedua atau tidak 

3

 

 

 

 

20.

Memberi informasi kepada orang tua tentang hasil DDST II yang sudah dilakukan 

2

 

 

 

 

21.

Melakukan pemdokumentasian secara keseluruhan tentang hasil observasi dan hasil DDST II. 

2

 

 

 

 

22. 

Membereskan alat – alat 

1

 

 

 

 

23.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir 

1

 

 

 

 

 

TEKNIK 

 

 

 

 

 

24.

Teruji memposisikan bayi/anak dengan tepat dan baik

1

 

 

 

 

25.

Teruji melaksanakan secara sistematis dan berurutan

1

 

 

 

 

26.

Teruji menjaga keamanan dan keselamatan bayi

2

 

 

 

 

27.

Teruji melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu – ragu 

2

 

 

 

 

 

 

1.8  DETEKSI DINI  PENYIMPANGAN EMOSIONAL 

Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional, autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Instrumen yang digunakan:

Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) 

Checklist for Autism in Toddlers (CHAT) 

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)

a.Kuesioner Masalah Mental Emosional

Bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya penyimpangan/ masalah mental emosional pada anak prasekolah. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Masalah Mental Emosional bagi anak umur 36 bulan sampai 72 bulan. Jadwal deteksi dini masalah mental emosional adalah rutin setiap 6 bulan pada anak umur 36 bulan sampai 72 bulan.

Jadwal ini sesuai  dengan jadwal skrining/pemeriksaan perkembangan anak. Alat yang digunakan adalah Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali problem mental emosional anak  umur  36 bulan sampai 72 bulan.

Cara melakukan :

o          Tanyakan setiap pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu persatu perilaku yang tertulis pada KMME kepada orang tua/pengasuh anak. oCatat jawaban YA, kemudian hitung jumlah jawaban YA.

 

o          Interpretasi :

Bila ada jawaban YA, maka kemungkinan anak mengalami masalah mental emosional.

o          Intervensi :

o          Bila jawaban YA hanya 1 (satu) :

Lakukan konseling kepada orang tua menggunakan Buku Pedoman Pola Asuh Yang Mendukung Perkembangan Anak.

Lakukan evaluasi setelah 3 bulan, bila tidak ada perubahan rujuk ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak.

o          Bila jawaban YA ditemukan 2 (dua) atau lebih :

Rujuk ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak. Rujukan harus disertai informasi mengenai jumlah dan masalah mental  emosional yang ditemukan.

 

KUESIONER MASALAH MENTAL EMOSIONAL (KMME)

 

 

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

1.

Apakah anak anda seringkali terlihat marah tanpa sebab yang jelas? 

(seperti banyak menangis, mudah tersinggung atau bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang sudah biasa dihadapinya)

 

 

2.

Apakah anak anda tampak menghindar dari teman-teman atau anggota keluarganya? 

(seperti ingin merasa sendirian, menyendiri atau merasa sedih sepanjang waktu, kehilangan minat terhadap hal-hal yang biasa sangat dinikmati)

 

 

3.

Apakah anak anda terlihat berperilaku merusak dan menentang terhadap lingkungan di sekitarnya?

(seperti melanggar peraturan yang ada, mencuri, seringkali melakukan perbuatan yang berbahaya bagi dirinya, atau menyiksa binatang atau anak-anak lainnya) dan tampak tidak perduli dengan nasihat-nasihat yang sudah diberikan kepadanya?

 

 

4.

Apakah anak anda memperlihatkan adanya perasaan ketakutan atau kecemasan berlebihan yang tidak dapat dijelaskan asalnya dan tidak sebanding dengan anak lain seusianya?

 

 

5.

Apakah anak anda mengalami keterbatasan oleh karena adanya konsentrasi yang buruk atau mudah teralih perhatiannya, sehingga mengalami penurunan dalam aktivitas sehari-hari atau prestasi belajarnya?

 

 

6.

Apakah anak anda menunjukkan perilaku kebingungan sehingga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan membuat keputusan?

 

 

7.

Apakah anak anda menunjukkan adanya perubahan pola tidur?

(seperti sulit tidur sepanjang waktu, terjaga sepanjang hari, sering terbangun di waktu tidur malam oleh karena mimpi buruk, mengigau)

 

 

8.

Apakah anak anda mengalami perubahanpola makan?

(seperti kehilangan nafsu makan, makan berlebihan atau tidak mau makan sama sekali)

 

 

9.

Apakah anak anda seringkali mengeluh sakit kepala, sakit perut atau keluhan-keluhan fisik lainnya?

 

 

10.

Apakah anak anda seringkali mengeluh putus asa atau berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya?

 

 

11.

Apakah anak anda menunjukkan adanya kemunduran perilaku atau kemampuan yang sudah dimilikinya?

(seperti mengompol kembali, menghisap jempol, atau tidka mau berpisah dengan orangtua/pengasuhnya)

 

 

12.

Apakah anak anda melakukan perbuatan yang berulang-ulang tanpa alasan yang jelas?

 

 

 

 

Deteksi Dini Autis Pada Anak Prasekolah.

o   Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini adanya autis pada anak umur 18 bulan sampai 36 bulan.

o   Jadwal deteksi dini autis pada anak prasekolah dilakukan atas indikasi atau bila ada keluhan dari ibu/pengasuh atau ada  kecurigaan tenaga kesehatan, kader kesehatan, BKB, petugas PADU, pengelola TPA dan guru TK. Keluhan tersebut dapat berupa salah satu atau lebih keadaan di bawah ini: oketerlambatan berbicara ogangguan komunikasi/ interaksi sosial  operilaku yang berulang-ulang

o   Alat yang digunakan adalah CHAT (Checklist for Autism in Toddlers).

CHAT ini ada 2 jenis pertanyaan, yaitu: 

 

 

 

 

      Ada 9 pertanyaan yang dijawab oleh orang tua/pengasuh anak. 

Pertanyaan diajukan secara berurutan, satu persatu. Jelaskan kepada orangtua untuk tidak ragu-ragu atau takut menjawab.

      Ada 5 perintah bagi anak, untuk melaksanakan tugas seperti yang tertulis CHAT.  o Cara menggunakan CHAT. 

o   Ajukan pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu persatu perilaku yang tetulis pada CHAT kepada orang tua atau pengasuh anak.

o   Lakukan pengamatan kemampuan anak sesuai dengan tugas pada CHAT  oCatat jawaban orang tua/pengasuh anak dan kesimpulan hasil pengamatan kemampuan anak, YA atau TIDAK. Teliti kembali apakah semua pertanyaan telah dijawab.

o   Interpretasi : oRisiko tinggi menderita autis: bila jawaban ―Tidak‖ pada pertanyaan A5, A7, B2, B3, dan B4. oRisiko rendah menderita autis: bila jawaban ‖Tidak‖ pada pertanyaan A7 dan B4 oKemungkinan gangguan perkembangan lain: bila jawaban ‖Tidak‖  jumlahnya 3 atau lebih untuk pertanyaan A1-A4; A6; A8-A9; B1; B5. oAnak dalam batas normal bila tidak termasuk dalam kategori 1, 2 dan 3. 

o   Intervensi:

Bila anak risiko menderita autis atau kemungkinan ada gangguan perkembangan, Rujuk ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak. 

 

CEKLIS DETEKSI DINI AUTIS PADA ANAK UMUR 18-36 BULAN

CHAT (Checklist for Autism in Toddlers)

 

A.

Alo anamnesis

Ya

Tidak

1.

 Apakah anak senang diayun-ayun atau diguncang-guncang naik turun (bounched) di paha anda?

 

 

2.

 Apakah anak tertarik (memperhatikan) anak lain?

 

 

3.

 Apakah anak suka memanjat-manjat, seperti memanjat tangga?

 

 

4.

 Apakah anak suka bermain ‖ciluk ba‖, ‖petak umpet‖?

 

 

5.

 Apakah anak pernah bermain seolah-olah membuat secangkir teh menggunakan mainan berbentuk cangkir dan teko, atau permainan lain?

 

 

6.

 Apakah anak pernah menunjuk atau meminta sesuatu dengan menunjukkan jari?

 

 

7.

 Apakah anak pernah menggunakan jari untuk menunjuk ke sesuatu agar anda melihat ke sana?

 

 

8.

 Apakah anak dapat bermain dengan mainan yang kecil (mobil atau kubus)?

 

 

9.

 Apakah anak pernah memberikan suatu benda untuk menunjukkan sesuatu?

 

 

B.

Pengamatan

Ya

Tidak

1.

 Selama pemeriksaan apakah anak menatap (kontak mata) dengan pemeriksa?

 

 

2.

 Usahakan menarik perhatian anak, kemudian pemeriksa menunjuk sesuatu di ruangan pemeriksaan sambil mengatakan: ‖

Lihat itu ada bola (atau mainan lain)‖!.  

Perhatikan mata anak, apakah ia melihat ke benda yang ditunjuk, bukan melihat tangan pemeriksa?

 

 

3.

 Usahakan menarik perhatian anak, berikan mainan gelas/ cangkir dan teko. Katakan pada anak: ‖Buatkan secangkir susu buat mama‖!

 

 

4.

 Tanyakan pada anak: ‖Tunjukan mana gelas‖!   (gelas dapat diganti dengan nama benda lain yang dikenal anak dan ada di sekitar kita). Apakah anak menunjukkan benda tersebut dengan jarinya? Atau sambil menatap wajah anda ketika menunjuk ke suatu benda?

 

 

5.

 Apakah anak dapat menumpuk beberapa kubus/balok menjadi suatu menara? 

 

 

 

 

C.Deteksi Dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)       Pada Anak Prasekolah. 

 

o   Tujuannya adalah untuk  mengetahui secara dini anak adanya Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) pada anak umur 36 bulan ke atas. 

o   Jadwal deteksi dini GPPH pada anak prasekolah dilakukan atas indikasi atau bila ada keluhan dari orang tua/pengasuh anak atau ada  kecurigaan tenaga kesehatan, kader kesehatan, BKB, petugas PADU, pengelola TPA dan guru TK. Keluhan tersebut dapat berupa salah satu atau lebih keadaan di bawah ini:

o   Anak tidak bisa duduk tenang

o   Anak selalu bergerak tanpa tujuan dan tidak mengenal lelah oPerubahan suasana hati yang mendadak/impulsif 

o   Alat yang digunakan adalah formulir deteksi dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas/GPPH (Abbreviated Conners Ratting Scale)

o   Formulir ini terdiri 10 pertanyaan yang ditanyakan kepada orang tua/pengasuh anak/guru TK dan pertanyaan yang perlu pengamatan pemeriksa. 

o   Cara menggunakan formulir deteksi dini GPPH:

o   Ajukan pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu persatu perilaku yang tertulis pada formulir deteksi dini GPPH. Jelaskan kepada orangtua/pengasuh anak untuk tidak ragu-ragu atau takut menjawab.

o   Lakukan pengamatan kemampuan anak sesuai dengan pertanyaan pada formulir deteksi dini GPPH 

o   Keadaan yang ditanyakan/diamati ada pada anak dimanapun anak berada, misal ketika di rumah, sekolah, pasar, toko, dll); setiap saat dan ketika anak dengan siapa saja. 

o   Catat jawaban dan hasil pengamatan perilaku anak selama dilakukan pemeriksaan. Teliti kembali apakah semua pertanyaan telah dijawab.

o   Interpretasi:

o   Beri nilai pada masing-masing jawaban sesuai dengan ―bobot nilai‖ berikut ini dan jumlahkan nilai masing-masing jawaban menjadi nilai total oNilai 0: jika keadaan tersebut tidak ditemukan pada anak.

o   Nilai 1: jika keadaan tersebut kadang-kadang ditemukan pada anak. oNilai 2: jika keadaan tersebut sering ditemukan pada anak.

o   Nilai 3: jika keadaan tersebut selalu ada pada anak.

 Bila nilai total 13 atau lebih anak kemungkinan dengan GPPH. 

o   Intervensi:

o   Anak dengan kemungkinan GPPH perlu dirujuk ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak untuk konsultasi dan lebih lanjut. 

o   Bila nilai total kurang dari 13 tetapi anda ragu-ragu, jadwalkan pemeriksaan ulang 1 bulan kemudian. Ajukan pertanyaan kepada orang-orang terdekat dengan anak  (orang tua, pengasuh, nenek, guru, dsb).  

 

 

FORMULIR DETEKSI DINI 

GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH)

 

Kegiatan yang diamati

0

1

2

3

1.

Tidak kenal lelah, atau aktivitas yang berlebihan

 

 

 

 

2.

Mudah menjadi gembira, impulsive.

 

 

 

 

3.

Mengganggu anak-anak lain

 

 

 

 

4.

Gagal menyelesaikan kegiatan yang telah dimulai, rentang perhatian pendek 

 

 

 

 

5.Menggerak-gerakkan anggota badan atau kepala secara terus menerus

 

 

 

 

6.Kurang perhatian, mudah teralihkan

 

 

 

 

7.Permintaannya harus segera dipenuhi, mudah menjadi frustrasi

 

 

 

 

8.Sering dan mudah menangis

 

 

 

 

9.Suasana hatinya mudah berubah dengan cepat dan drastis

 

 

 

 

10.Letakan kekesalan, tingkah laku eksplosif dan tak terduga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL

     Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL 1. Pengertian      Kejang pada bayi baru lahir adalah kejang yang terjadi ...