Rabu, 17 Maret 2021

RESUME NEONATUS BAYI BARU

 

      NEONATUS BAYI BARU

 

A.    KOMUNIKASI PADA BAYI DAN BALITA.

 

Komunikasi bayi dimulai sejak dia lahir ke dunia, dimulai ketika bayi mulai menangis sampai bayi dapat bicara lancar, adapun prosesnya dari bayi menangis sampai bisa berkata-kata belum dipahami secara pasti.

 

Fase pertumbuhan dan perkembangan komunikasi pada bayi meliputi:

a. Fase prelinguistic (fase sebelum bicara)

   Suara pertama yang dikeluarkan bayi baru lahir adalah tangis sebagai reaksi terhadap perubahan tekanan udara dan suhu luar uterin. Kebutuhan dikomunikasikan lewat tangis sampai usia satu tahun, pada saat usia anak dua sampai tiga minggu seharuanya orang tua sudah dapat membedakan tangis bayi. Biasanya bayi menangis karena lapar, pantat basah, kesakitan atau minta perhatian. Untuk dapat membedakan kita harus mengenali tangisan bayi:

1) Tangis lapar biasanya bayi menangis dengan suara mendatar dan meningkat sesuai kebutuhan.

2) Tangis kesakitan, bayi mengeluarkan teriakan yang mendadak karena bayi terkejut.

3) Tangis tidak nyaman atau minta perhatian bayi akan menangis yang berlangsung terus menerus.

 

Bayi akan menangis apabila diletakkan ditempat tidur oleh ibunya, dan tangis itu semakin keras dan sifatnya menuntut. Apabila orang tuanya atau ibunya mendekatinya, memberikan belaian kasih sayang tangisnya akan menjadi pelan. Oleh karena itu orang tuanya sudah mulai megerti dengan kebutuhan bayinya lewat tangisnya sebagai suatu alat komunikasi. Bayi pada minggu kedua mengeluarkan suara yang enak, dimulai terlihat senyum. Ini akan terlihat apabila bayi merasa kepuasan. 

 

Perkembangan bahasa anak bayi itu mulai berlangsung pada usia 2 sampai 6 bulan. Rasa-rasa puas dirasakan oleh bayi dengan nada suara rendah. Pada usia 4 sampai 5 bulan sura sedemikian ini sering diucapkannya pada saat bangun tidur. Sekitar umur 5 sampai 6 bulan, bayi mulai menggunakan suku kata yang diulang, seperti mama, papa, wawa, uuk. Kata mama dihubungkannya dengan pribadi ibunya dan kata papa dikaitkan dengan pribadi ayahnya. Jik bayi ditanya, dimana mama? Maka ia akan menoleh dan mencari ibunya, sekalipun dia belum mampu mengucakan kalimat utnuk ekspresi tersebut.

 

B.    Adaptasi fisiologi neonatus

Adaptasi fisiologi neonatus merupakan ilmu yang mempelajari fungsi dan proses vital neonatus dan juga mempelajari tentang penyesuaian yang terjadi pada bayi baru lahir. Neonatus adalah inividu yang baru saja mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterine ke ekstrauterin, selain itu, neonatus adalah individu yang sedang tumbuh.

Saat lahir, bayi baru lahir harus beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung menjadi mandiri. Banayak perubahan yang akan dialami oleh bayi yang semula berada dalam lingkungan interna ke lingkungan eksterna . saat ini bayi tersebut harus dapat oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri, mendapatkan nutrisi oral untuk mempertahankankadar gula yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit.

Periode adaptasi terdahadap kehidupan diluar rahim disebut periode transisi . periode ini berlangsung hingga 1 bulan atau lebih setelah kelahiran untuk beberapa sistem tubuh.Transisi yang paling nyata dan cepat terjadi adalah pada sistem pernafasan dan sirkulasi,sistem termoregulasi dan dalam kemampuan mengambil serta menggunakan glukosa.

 

C.    Antropometri

Antropometri berasal dari kata antropos yang artinya tubuh dan metros yang berarti ukuran. Jadi antropometri artinya ukuran tubuh. Antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.

 

·         Syarat-syarat yang mendasari penggunaan Antropometri yaitu:

1. Alat mudah didapat dan digunakan

2. Pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif

3. Pengukuran tidak selalu harus oleh tenaga khusus profesional, dapat oleh tenaga

lain setelah mendapat pelatihan

4. Biaya relatif murah

5. Hasilnya mudah disimpulkan, memiliki cutt of point dan baku rujukan yang sudah

pasti.

6. Secara ilmiah diakui kebenarannya

 

·         yang diukur pada pemeriksaan antropometri

  • Berat badan menurut umur (BB/U)
  • Panjang/tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U)
  • Berat badan menurut panjang/tinggi badan (BB/PB atau BB/TB) 
  • Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)

 

·         Penggunaan Antropometri memiliki beberapa keunggulan, seperti:

1. Prosedur sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar

2. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli

3. Alat murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah

setempat

4. Metode ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan.

5. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau.

6. Umumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada

ambang batas yang jelas.

7. Dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu

generasi ke generasi berikutnya.

8. Dapat digunakan untuk penapisan kelompok yang rawan terhadap gizi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQMFRwZKvP9exE_Ocq2y5zl5fS0gZsG0sU9IMncmtJIclo5-FjIP8d6RuZ4lT25Rqrf8hIlJJmuqqBCiVwLHeE81oUfQPsV0rYpCPzc04RymwUwFJ6UCmAkcz056grItLQdN8XcUk0PGI/s1600/mengingat-ingat-pemasangan-dacin.jpg

D.    PEMERIKSAAN FISIK PADA BAYI BARU LAHIR

Pemeriksaan fisik pada bayi merupakan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh bidan, perawat, atau dokter untuk menilai status kesehatan yang dilakukan pada saat bayi baru lahir, 24 jam setelah lahir, dan pada waktu pulang dari rumah sakit. Dalam melakukan pemeriksaan ini sebaiknya bayi dalam keadaan telanjang di bawah lampu terang, sehingga bayi tidak mudah kehilangan panas. Tujuan pemeriksaan fisik secara umum pada bayi adalah menilai status adaptasi atau penyesuaian kehidupan intrauteri ke dalam kehidupan ekstrauteri serta mencari kelainan pada bayi.

 

Macam-macam pemeriksaan fisik

1.    APGAR score

Pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir, dimulai sejak menit-menit pertama setelah  bayi lahir, yaitu dengan penilaian APGAR score. Penilaian APGAR score dilakukan untuk mengetahui apakah bayi tersebut normal atau asfiksia. Tabel APGAR score:

No

Aspek yang dinilai

Nilai 0

Nilai 1

Nilai 2

1.

Appearance (warna kulit)

Seluruh tubuh biru

Tubuh           merah

ekstrimitas biru

Seluruh            tubuh merah

2.

Pulse (denyut jantung)

Tidak ada

<100 kali/menit

>100 kali/menit

3.

Grimace (rangsangan)

Tidak ada

Sedikit menyeringai

Bersin

4.

Activity (tonus otot)

Tidak ada

Sedikit fleksi

Bergerak aktif

5.

Respiratory (pernapasan)

Tidak ada

Merintih

Menagis kuat

 

 

 

 

 

 

 

 

·         Tujuan dari Pemeriksaan Fisik

Tujuan Dari Pemeriksaan Fisik adalah :

1.        Untuk menentukan status kesehatan klien

2.        Mengidentifikasi masalah

3.        Mengambil data dasar untuk menentukan rencana tindakan

4.        Untuk untuk mengenal dan menemukan kelainan yang perlu mendapat tindakan segera.

5.        Untuk menentukan data objektif dari riwayat keperawatan klien.

 

·         Prinsip Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir

1. Jelaskan prosedur pada orang tua dan minta persetujuan tindakan .

2.Cuci dan keringkan tangan , pakai sarung tangan .

3. Pastikan pencahayaan baik.

4. Periksa apakah bayi dalam keadaan hangat, buka bagian yangg akan diperiksa (jika bayi telanjang pemeriksaan harus dibawah lampu pemancar) dan segera selimuti kembali dengan cepat.

·         Peralatan dan Perlengkapan :

a. Kapas  alkohol dalam tempatnya.

b. Bak instrumen

c. Handscoon

d.Tissue dalam tempatnya

e. Senter

f. Termometer

g. Stetoskop

h.Tongs patel

i.Selimut bayi

j. Bengkok

k.Timbangan bayi

l.Selimut bayi

m.Bengkok

n.Timbangan bayi

o.Pita ukur/metlin

p.Timer

q.Pengukur panjang badan

r.Buku catatan

 

 

E.MEMANDIKAN BAYI DAN PERAWATAN TALI PUSAT      

 

Memandikan adalah suatu cara membersihkan tubuh seseorang dengan cara menyiram dan merendam diri dalam air. Dalam minggu minggu pertama bayi cukup mandi satu kali sehari dipagi hari.Jika perlu sore hari cukup dibersihkandari kulit yang basah atau keringat.Usahakan tidak langsung memandikan bayi setelah menyusu, sedang lapar atau mengantuk untuk menghindarkan bayi muntah, kedinginan, atau kaget.Tujuan dari memandikan bayi untuk membersihkan tubuh bayi.

Kapan sebaiknya memandikan bayi

Memandikan bayi dapat dilakukan minimal 6-24 jam setelah melahirkan.Bayi baru lahir biasanya diseliputi oleh verniks, suatu zat yang menyerupai lilin yang menutupi bayi saat lahir, harus dibiarkan terserap ke dalam kulit karena ini merupakan pelembab yang luar biasa.Jika rambut bayi perlu dicuci, gunakan air dan sisir saja untuk mengangkat kotoran

 Apa yang sebaiknya  digunakan untuk membersihkan bayi

Gunakan air dan kapas pada bulan pertama, jika mata bayi menjadi lengket, gunakan kapas yang direndam di dalam air matang yang sudah didinginkan untuk membersihkan bagian tersebut.dengan lembut sekah matanya dengan gerakan dari dalam keluar, dengan menggunakan beberapa lembar kapas baru untuk setiap kali menyeka. Gunakan kapas untuk menyekabagian luar telinnga dan hidung(Parker catharinr. 2008) Waktu yang tepat untuk memandikan bayi adalah sebelum bayi tidur, karena dapat membuatnya rileks hingga memudahkan bayi tidur. Hindari memandikan bayi sebelum atau setelah makan karena perut bayi yang tertekan akan membuatnya muntah).

Hal yang perlu diperhatikan saat memakaikan pakaian pada bayi menurut Kemenkes (2010) yaitu :

·         Bayi jangan dibedong

Membedong bayi akan membatasi pergerakan sehingga aktivitas otot berkurang dengan demikian tidak menghasilkan panas tubuh yang akan membuat bayi kedinginan

·         Bayi jangan memakai gurita

Pemakaian gurita akan menekan lambung sehinggan dapat menyebabkan muntah serta membatasi pernafasan.

Persiapan alat

§    Ember mandi 

§  Handuk bayi 

§  Shampoo bayi 

§  Sabun mandi bayi 

§  Pakaian bayi (baju, tali dua, bedong)

§  Phantom bayi 

§  Selimut bayi 

§  Sepasang washlap 

§  Celemek 

§  Kasa steril 

§  Bola kapas untuk membersihkan mata 

§  Cotton bad 

§  Kapas cebok dalam tempatnya 

§  Kom kecil 

§  Nierbekken 

§    Keranjang kain kotor   dan Bak Instrument

 

 

F.     IMUNISASI DASAR DAN ANJURAN

Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Anak diimunisasi, berarti diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Anak kebal atau resisten terhadap suatu penyakit tetapi belum tentu kebal terhadap penyakit yang lain. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Imunisasi dasar diberikan pada bayi sebelum berusia satu tahun. Terdiri atas imunisasi terhadap penyakit hepatits B, poliomyelitis, tuberkulosis, difteri, pertussis, tetanus, pneumonia dan meningitis, dan campak.

 Tujuan imunisasi 

Tujuan dalam pemberian imunisasi antara lain: 

1.              Meningkatkan kualitas hidup anak sehingga tidak terkena penyakit

2.              Meningkatkan nilai kesehatan orang di sekitarnya

3.              Menurunkan angka morbiditas, moralitas dan cacat serta bila mungkin didapat eradikasi suatu penyakit dari suatu daerah atau negeri (Ranuh dkk, 2017).

 

  Manfaat imunisasi

Manfaat imunisasi bagi anak dapat mencegah penyakit cacat dan kematian, sedangkan manfaat bagi keluarga adalah dapat menghilangkan kecemasan dan mencegah biaya pengobatan yang tinggi bila anak sakit. Bayi yang mendapat imunisasi dasar lengkapakan meningkatkan kualitas hidup anak sehingga tidak terkenapenyakit dan peningkatan nilai kesehatan orang disekitarnya (Ranuh dkk, 2017). 

 

 Macam-macam imunisasi

Imunitas atau kekebalan dibagi menjadi dua hal yaitu aktif dan pasif. Aktif apabila tubuh anak ikut menyelenggarakan terbentuknya imunitas, sedangkan pasif adalah apabila tubuh anak tidak bekerja membentuk kekebalan, tetapi hanya menerimanya saja.

4.              Imunisasi aktif, adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya imunisasi polio atau campak. Keuntungan imunisasi aktif yaitu pertahanan tubuh yang terbentuk akan dibawa seumur hidup, murah dan efektif, tidak berbahaya, reaksi yangserius jarang terjadi. 

5.              Imunisasi pasif adalah pemberian antibody kepada resipien, dimaksudkan untuk memberikan imunitas secara langsung tanpa harus memproduksi sendiri zat aktif tersebut untuk kekebalan tubuhnya.

 Berdasarkan anjuran IDAI terbaru, berikut daftar imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-9 bulan.

·                 Bayi baru lahir (usia kurang dari 24 jam): imunisasi hepatitis B (HB-1) dan polio-0

·                 Usia 1 bulan: Polio 0 dan BCG

·                 Umur 2 bulan: DP-HiB 1, polio 1, hepatitis 2, rotavirus, PCV

·                 Usia 3 bulan: DPT-HiB 2, polio 2, hepatitis 3

·                 Umur 4 bulan: DPT-HiB 3, Polio 3 (IPV atau polio suntik), hepatitis 4, dan rotavirus 2

·                 Usia 6 bulan: PCV 3, influenza 1, rotavirus 3 (petavalen)

·                 umur 9 bulan: Campak atau MR

 

G.    MEMIJAT BAYI

Stimulasi pijat sering pula disebut dengan beberapa istilah lain yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage, infant massage, dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi. Stimulasi pijat merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orangtua, tenaga kesehatan atau anggota keluarga lainnya. Lebih jauh lagi, pada saat yang sama orang tua juga melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya.  Pada dasarnya tujuan pijat bayi atau stimulasi pijat adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan memberikan stimulasi raba, gerak dan kombinasi stimulasi lainnya. Stimulasi pijat dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan nyaman. Lama pijatan sekitar 15 menit, dan sebaiknya diberikan secara rutin. Tidak ada batasan baku mengenai frekuensi pemberian pijatan per hari. Namun, sebaiknya orangtua menjadikan stimulasi pijat suatu rutinitas dan bila mungkin dilakukan tiga kali sehari. Teknik untuk pemijatan untuk bayi cukup bulan dan bayi kurang bulan berbeda. Teknik untuk bayi cukup bulan cukup bervariasi dan sebisa mungkin meliputi seluruh bagian tubuh.

 

 Apa saja manfaat stimulasi pijat?

Stimulasi pijat memiliki manfaat pada kondisi tertentu antara lain untuk bayi:

1.      Meningkatkan frekuensi menyusu

2.      Meningkatkan berat badan bayi

3.      Membantu bayi untuk berlatih relaksasi

4.      Membuat tidur lebih lelap dan lama

5.      Membuat ikatan / bonding dengan ibu /orangtua

 

Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan stimulasi pijat?

1.      Yang terpenting adalah selalu melihat respons bayi.

2.      Bila bayi menangis maka sebaiknya dicek dahulu penyebabnya, jangan memaksakan suatu jenis pijatan pada bayi.

3.      Dalam memberikan pijatan, dapat diberikan stimulasi multi modal dengan memperdengarkan lagu, mengajak anak bicara dan lainnya.

4.      Gunakan lotion atau baby oil atau minyak kelapa untuk media antara kulit pemijat dan bayi.

5.      Sebaiknya orangtua menyediakan 15 menit ke depan khusus untuk bayinya tanpa terganggu apapun.

 

H.    DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BAYI

 Pengertian deteksi dini tumbuh kembang anak

Deteksi dini tumbuh kembang anak, program ini sedang digalakkan oleh pemerinta sebagai upaya mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk men- emukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah

Jenis Deteksi dini Pertumbuhan dan Perkembangan

Ada 3 jenis deteksi dini yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan ditingkat puskesmas dan jaringannya yaitu :

Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan yaitu untuk mengetahui/menemukan status pertumbuhan anak, seperti adanya status gizi kurang/buruk dan mikro/ makrosefali. Untuk deteksi dini pertumbuhan anak diperluhkan intrumen dalam pengukurannya. Jenis instrumen yang digunakan adalah :

        Berat Badan menurut Tinggi badan anak (BB/TB)

        Pengukuran Lingkar kepala anak (PLKA)

Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (keterlambatan), gangguan daya lihat, gangguan daya den- gar. Jenis instrumen yang digunakan:

        Kuesioner Pra skrining Perkembangan (KPSP) 

        Tes Daya Lihat (TDL)

        Tes Daya Dengar Anak (TDD) 

Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional, autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiper- aktivitas. Instrumen yang digunakan:

        Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) 

        Checklist for Autism in Toddlers (CHAT) 

        Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)

 

 

Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan

Untuk mengetahui adanya penyimpangan pertumbuhan, parameter yang digunakan adalah Berat Badan terhadap Tinggi Badan (BB/TB) dan lingkar kepala anak (LKA). Parameter tersebut termasuk ukuran antropometri dan paling mudah dilakukan dilapangan.

a.Pengukuran Berat badan

Keuntungan dari pengukuran berat badan merupakan salah satu ukuran antropometrik yang terpenting untuk mengetahui keadaan staus gizi anak. Selain itu juga dipakai untuk memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur, apakah anak dalam keadaan normal dan sehat. 

Keuntungan lainnya adalah pengukurannya mudah, sederhana dan murah. Oleh karena itu kegunaan berat badan adalah :

1.         Sebagai            informasi         tentang            keadaan           gizi      anak,    pertumbuhan   dan kesehatannya.

2.         Untuk monitoring kesehatan sehingga dapat menentukan therapi apa yang sesuai dengan kondisi anak. 

3.         Sebagai dasar untuk menentukan dasar perhitungan dosis obat ataupun diet yang diperlukan untuk anak.

 

Kelemahan, meskipun berat badan merupakan ukuran yang dianggap paling pent- ing, namun mempunyai kelemahan yaitu :

1.         Tidak sensitif terhadap proporsi tubuh misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus. 

2.         Terjadi perubahan secara fluktuasi setiap hari yang masih dalam batas normal. Perubahan ini dapat terjadi akibat pengaruh intake seperti makanan/minuman dan output seperti urine, keringat, pernafasan. Besarnya fluktuasi tergantung kelompok umur dan sangat individual berkisar antara 100-200 gr sampai 500-1000 gr. 

Pada beberapa hari pertama berat badan bayi akan mengalami penurunan yang sifatnya normal yaitu sekitar 10% dari berat badan lahir. Hal ini disebabkan keluarnya meconium dan air seni yang belum diimbangi asupan yang adekuat, misalnya produksi ASI yang belum lancar. Umumnya berat badan akan kembali mencapai berat lahir pada hari kesepuluh sampai ke empat belas.

Pada tahap adolesensia (masa remaja) akan terjadi pertambahan berat badan secara cepat (growth spurt) Selain dengan perkiraan tersebut, dapat juga memperkirakan BB dengan menggunakan rumus atau pedoman dari Behrman (1992) yaitu: 

  Berat badan lahir rata-rata ; 3,25 kg 

  Berat badan usia 3-12 bulan,  menggunakan rumus:

 

 

Untuk menentukan umur anak dalam bulan, bila lebih 15 hari dibulatkan ke atas, ku- rang atau sama dengan 15 hari dihilangkan. Misal ada bayi berumur 5 bulan 25 hari, maka bayi dianggap berumur 6 bulan sehingga bila menggunakan rumus Behrman, BB bayi diperkirakan 7,5 kg. Bila anak berumur 2 tahun 6 bulan, anak dianggap berumur 2 tahun, karena kelebihan 6 bulan atau kurang maka akan dibulatkan ke bawah/ dihilangkan.

Cara yang mudah untuk mengetahui pertumbuhan lingkar kepala adalah dengan melihat kurva lingkar kepala pada Kartu Tumbuh Kembang Anak. Kurva ini dibedakan antara laki-laki dan perempuan. 

 

 

KARTU MENUJU SEHAT (KMS)

Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah suatu kartu/alat penting yang digunakan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak (Soetjiningsih, 2002). KMS balita yaitu kartu yang memuat grafik pertumbuhan serta indicator perkembangan yang bermanfaat untuk mencatat dan memantau tumbuh kembang balita setiap bulan, sejak lahir sampai berusia lima tahun. 

KMS berisi tentang gambar kurva berat badan terhadap umur untuk anak usia 0-5 tahun, atribut penyuluhan, dan catatan yang penting untuk diperhatikan oleh petugas dan orang tua, seperti riwayat kelahiran anak, pemberian ASI dan makanan tambahan, pemberian imunisasi dan vitamin A, penatalaksanaan diare di rumah, serta patokan sederhana tentang perkembangan psikomotorik anak. 

Tujuan penggunaan KMS adalah mewujudkan tingkat tumbuh kembang dan status kesehatan anak balita secara optimal serta alat bantu bagi ibu atau orang tua memantau tingkat pertumbuhan dan perkembangan anaknya. 

 

 

 

 

 

 

I.       DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN

Kuesioner Pra skrining Perkembangan (KPSP)

Tes Daya Lihat (TDL)

Tes Daya Dengar Anak (TDD) 

Denver Denelopment Screening Test (DDST)

 

 

KPSP adalah merupakan suatu daftar pertanyaan singkat yang ditujukan pada orang tua dan dipergunakan sebagai alat untuk melakukan skrining pendahuluan untuk perkembangan anak usia 0-72 bulan. Tujuannya adalah untuk skrining/pemeriksaan perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Skrining/ pemeriksaan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK/ PAUD terlatih.

Alat yang diperlukan untuk pemeriksaan adalah:

1.                  formulir KPSP sesuai umur anak 

2.                  Kertas

3.                  Pensil 

4.                  Bola karet atau plastic seukuran bola tenis 

5.                  Kerincingan 

6.                  Kubus berukuran sis 2,5 cm sebanyak 6 buah 

7.                  Benda-benda kecil seperti kismis/potongan biscuit kecil berukuran 0,5 – 1 cm

Daftar pertanyaan KPSP berjumlah 10 nomor yang menjadi dua yaitu pertanyaan yang harus dijawab oleh ortu/pengasuh dan perintah yang harus dilakukan sesuai dengan pertanyaan pada KPSP. Pertanyaan dalam KPSP harus dijawab ‗ya‘ atau ‗tidak‘ oleh orang tua. Interpretasi hasil pemeriksaan KPSP. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL

     Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL 1. Pengertian      Kejang pada bayi baru lahir adalah kejang yang terjadi ...