Rabu, 18 Agustus 2021

DETEKSI DINI KELAINAN LETAK/MALPRESENTASI PADA MASA KEHAMILAN ATERM

    A.  Malpresentasi

 Malpresentasi adalah kondisi di mana bagian anatomi janin yang masuk terlebih dahulu ke pelvic inlet adalah bagian lain selain vertex.Pada kondisi normal, presentasi janin yang ditemukan adalah presentasi vertex. Vertex merupakan bagian kepala janin yang terletak di antara fontanel anterior dan fontanel posterior. Presentasi lain selain vertex seperti presentasi bokong (sungsang), transverse, muka, dahi, atau compound disebut sebagai malpresentasi. Dari kelima jenis malpresentasi tersebut, presentasi bokong adalah yang paling sering ditemui.

   Penyebab malpresentasi janin adalah faktor-faktor yang meningkatkan atau menurunkan pergerakan janin, serta faktor-faktor yang mempengaruhi polaritas vertikal rongga uterus. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari sisi maternal seperti adanya  plasenta previa  atau  fibroid , dan bisa juga berasal dari janin seperti adanya  hidrosefalus  atau anensefalus. Diagnosis malpresentasi janin dapat ditegakkan melalui pemeriksaan Leopold atau melalui pemeriksaan vagina dengan jari (digital vaginal examination) untuk meraba anatomi janin yang muncul ketika sudah

terjadi dilatasi serviks. Konfirmasi diagnosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan ultrasound. Penatalaksanaan yang dilakukan untuk kasus malpresentasi disesuaikan dengan jenis malpresentasi yang dialami. Pada beberapa kasus, dapat dilakukan persalinan per vaginam baik yang didahului

atau tidak didahului tindakan external cephalic version (ECV). Namun, pada malpresentasi dengan penyulit atau dengan kontraindikasi persalinan per vaginam, tindakan  sectio caesarea  lebih direkomendasikan kelainan letak sering terjadi. Pada kondisi umur kehamilan yang belum cukup bulan kelainan letak sering terjadi karena berat kepala lebih kecil dari berat badan bagia bawah Khoirunnisa,).

    Kelainan letak juga dilaporkan pada beberapa kasus partus lama sehingga dapat meningkatkan

risiko kesakitan dan trauma pada ibu bersalin .Walaupun persentase kejadian kelainan letak

hanya 2.5-3% namun jika tidak dilakukan pendeteksian sejak dini akan menimbulkan masalah

yang sifatnya patologi. Pengelolaan dan asuhan kehamilan melalui kunjungan antenatal yang

teratur pada ibu hamil sangat penting dilakukan. Bidan dan Dokter Spesialis Kandungan

memiliki peran yang sangat penting dalam melakukan deteksi ini. Bidan melalui teknik palpasi

Leopold I dan III dapat memperkirakan kelainan letak dan dapat dibandingkan melalui hasil USG

(ultra sonografi) yang dilakukan oleh dokter. Makadari itu ibu hamil perlu melakukan deteksi

dini dan pemeriksaan USG teruatam memasuki umur kehamilan 22 minggu ke atas. Budaya

yang berkembang di masyarakat bahwa jika anak pertama dnegna posisi kepala dibawah maka

anak kedua dan seterusnya dipastikan memiliki posisi yang sama tidak bisa


Letak pada masa kehamilan aterm/kehamilan normal

Letak sungsang

a. Pengertian

Persalinan letak sungsang adalah persalinan pada bayi dengan presentasi bokong

(sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu, kepala berada pada fundus uteri,

sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuaba,

1988).


  Pada letak kepala, kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu, sedangkan pesalinan

letak sungsang justru kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir. Persalinan kepala

pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang

rapat dan padat, sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit, setelah badan bayi lahir. Keterbatasan

waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi

yang besar. Ada tiga jenis posisi bayi sungsang, yaitu presentasi bokong (frank breech), presentasi bokong-kaki

(complete breech), dan presentasi kaki (footling breech). 

Berikut adalah penjelasannya:


-Frank breech adalah sungsang dengan posisi bokong bayi mendekati jalan lahir. Kondisi tungkai bayi

sejajar dengan badan dan kaki terletak dekat kepala.

-Complete breech adalah sungsang dengan posisi bokong dan kedua kaki bayi menghadap ke jalan lahir

dengan lutut tertekuk (seperti posisi memeluk lutut).

-Footling breech adalah sungsang dengan posisi salah satu kaki bayi terletak di bawah bokong. Saat

proses persalinan, kaki inilah yang lebih dulu keluar sebelum tubuh bayi.


b. Etiologi

Penyebab letak sungsang dapat berasal dari (Manuaba, 2010):

1) Faktor ibu

a) Keadaan rahim

 Rahim arkuatus

 Septum pada rahim

 Uterus dupleks

 Mioma bersama kehamilan


b) Keadaan plasenta

 Plasenta letak rendah

 Plasena previa


c) Keadaan jalan lahir

 Kesempitan panggul

 Deformitas tulang panggul

 Terdapat tumor menghalangi jalan lahir dan perputaran ke posisi

Kepala


2) Faktor Janin

Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsang:

 Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat

 Hirdosefalus atau anensefalus

 Kehamilan kembar

 Hirdramnion atau oligohidramnion


 Prematuritas


c. Tanda dan Gejala

Pemeriksaan abdominal

 Letaknya adalah memanjang.

 Di atas panggul terasa massa lunak dan tidak terasa seperti kepala.

 Pada funfus uteri teraba kepala. Kepala lebih keras dan lebih bulat dari pada bokong dan kadang-

kadang dapat dipantulkan (Ballotement)


Auskultasi

Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan sedikit lebih tinggi dari umbilikus (Sarwono

Prawirohardjo, 2007 : 609). Auskultasi denyut jantung janin

dapat terdengar diatas umbilikus jika bokong janin belum masuk pintu atas panggul. Apabila bokong

sudah masuk pintu atas panggul, denyut jantung janin biasanya terdengar di lokasi yang lebih rendah

(Debbie Holmes dan Philip N.Baker, 2011).


Pemeriksaan dalam

 Teraba 3 tonjolan tulang yaitu tuber ossis ischii dan ujung os sakrum

 Pada bagian di antara 3 tonjolan tulang tersebut dapat diraba anus.

 Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum tertarik ke bawah dan teraba oleh jari-jari

pemeriksa, sehingga dapat dikelirukan dengan kepala oleh karena tulang yang keras.


D.KOMPLIKASI DIMASA KEHAMILAN ATERM

  Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi kehamilan yang sering terjadi di fase

trimester pertama dan ditandai dengan muntah-muntah parah. Bahkan sampai dapat

menyebabkan dehidrasi dan muntah darah jika tidak segera diobati.

Kondisi ini berbeda dengan morning sickness atau mual muntah sebagai tanda hamil

muda yang biasanya terjadi saat hamil 1 bulan dan berhenti pada hamil 3 bulan .

Namun, mual dan muntah karena hipe

remesis gravidarum tetap terjadi di akhir trimester pertama, bahkan makin memuncak di

minggu ke-20 dan terus berlanjut sepanjang kehamilan.

2. Infeksi saluran kencing (ISK)


Bila ibu hamil menahan buang air kecil , Anda berisiko tinggi terkena infeksi saluran

kencing atau ISK. Ibu hamil rentan kena ISK karena hormon kehamilan mengubah jaringan saluran

kencing dan membuat Anda lebih rentan untuk terkena infeksi. ISK disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih dan kandung kemih. Jika tidak segera diatasi, ISK pada ibu hamil bisa membahayakan. Beberapa di antaranya seperti infeksi ginjal dan menyebabkan bayi lahir prematur. Ini adalah salah satu jenis penyakit pada ibu hamil yang bisa menjadi komplikasi

kehamilan. Gejala ISK pada ibu hamil yang paling sering dirasakan yaitu sakit saat buang air kecil, sakit punggung, demam, sampai urine berbau disertai warna keruh.


3. Hamil ektopik

Kondisi komplikasi kehamilan berikutnya adalah kehamilan ektopik. Hal ini terjadi ketika sel telur yang berhasil dibuahi malah tertanam di luar rahim. Itu sebabnya kehamilan ektopik juga sering disebut sebagai “hamil di luar kandungan”.Meski memiliki kondisi ini, Anda juga masih tetap mungkin mengalami beberapa gejala kehamilan normal, seperti payudara yang sakit, kelelahan, dan mual.

   Jika Anda menggunakan test pack pun mungkin mendapatkan hasil yang positif.

Tanda dan gejala dari komplikasi kehamilan ini bermacam-macam, dan berbeda di Setiap wanita. Akan tetapi, gejala hamil ektopik yang paling umum adalah perdarahan

pada vagina, mual dan muntah, nyeri pada perut bagian bawah. Namun, banyak wanita tidak memiliki gejala hamil ektopik sama sekali. Maka, jika Andamerasa adanya kejanggalan selama kehamilan sebaiknya segera konsultasikan kedokter.

4. Keguguran

  Perdarahan vagina berupa 1-2 tetes flek darah merah muda biasanya pertanda proses

implantasi embrio ke dinding rahim. Namun, hati-hati jika volume darahnya banyak, berwarna merah terang layaknya darah segar, dan berlangsung lama. Ini dapat menjadi pertanda keguguran. Ini adalah salahsatu jenis penyakit pada ibu hamil yang bisa menjadi komplikasi kehamilan. Keguguran dini (early miscarriage) adalah komplikasi kehamilan yang sering terjadi di kehamilan trimester pertama.

Gejala keguguran yang paling umum ditemukan adalah bercak darah dari vaginadengan intensitas ringan sampai berat. Bahkan bisa ditemukan jaringan atau gumpalandari darah yang dikeluarkan.


5. Anemia

Anemia adalah penyakit darah rendah yang cukup umum terjadi pada ibu hamil dan

biasanya terjadi di trimester kedua kehamilan . Anemia menyebabkan jumlah sel darah merah Anda lebih sedikit dari normalnya. Wanita adalah kelompok orang yang rentan mengalami anemia.

Di masa kehamilan, kebutuhan pasokan darah bertambah dua kali lipat sehingga risiko mengalami anemia jadi lebih tinggi karena harus lebih banyak menyuplai darah kejanin. Anemia bisa menimbulkan gejala seperti badan terasa lemas atau cepat lelah, pusing, napas pendek, jantung berdebar, sampai tangan dan kaki terasa dingin. Komplikasi kehamilan seperti penyakit darah rendah pada ibu hamil umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi dan folat.Maka dari itu, Anda akan disarankan untuk menaikkan jumlah asupan makanan tinggi zat besi dan asam folat selama masa kehamilan hamil.Anda bisa mendapatkannya dari kacang-kacangan, biji-bijian, telur yang dimasakmatang, dan sayuran.


E.PENCEGAHAN

1. Melakukan Prosedur External Cephalic Version (ECV) Mungkin Bunda jarang mendengar

prosedur external cephalic version (ECV), karena memang sebenarnya prosedur ini jarang sekali

dilakukan. External Cephalic Version (ECV) atau versi luar merupakan tindakan memanipulasi

perut dari luar kandungan dengan cara memutar posisi kandungan. Prosedur ECV hanya boleh

dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter spesialis kandungan) yang ahli dalam melakukan

prosedur tersebut. Itupun hanya boleh dilakukan di rumah sakit dalam keadaan emergensi

(gawat darurat). Sebelum melakukan prosedur ECV, Bunda akan dilakukan beberapa

pemeriksaan. Diantaranya yaitu: Ultrasonografi (USG) pemeriksaan kardiotokografi (NST)

untuk memantau keadaan janin. Pemeriksaan laboratorium Pasies diminta untuk buang air kecil

untuk mengosongkan kandung kemih Pemberin obat tokolitik

2. Melakukan Posisi Knee Chest Posisi knee chest merupakan salah satu cara mengatasi bayi sungsang

yang banyak diterapkan. Posisi knee chest sama seperti dengan melakukan sujud, namun terdapat

beberapa teknik yang harus Bunda ketahui sebelum melakukannya. Posisi Bunda sebaiknya dalam

keadaan duduk sebelum melakukan knee chest, jangan melakukan gerakan tiba-tiba (dari berdiri

kemudian langsung melakukan knee chest). Kemudian lakukan posisi knee chest dengan posisi kedua

siku di tekuk diletakkan di samping kepala Dada menempel pada matras sehingga posisi bokong lebih

tinggi dan kaki jangan ditutup rapat.

3. Breech Tilt Merupakan salah satu gerakan yang dapat mengatasi kehamilan aterm. Adapun

cara untuk melakukan breech tilt adalah: Posisi Bunda terlentang Naikan pinggul 12 cm atau 30

cm dari lantai selama 10-15 menit, Gunakan 3 sampai 4 bantal diletakan pada bagian bokong dan

punggung. Upayakan posisi kaki lebih tinggi daripada kepala Lakukan tiga kali dalam sehari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL

     Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL 1. Pengertian      Kejang pada bayi baru lahir adalah kejang yang terjadi ...