A. KEBUTUHAN
GIZI PADA IBU HAMIL DENGAN KOSTIPASI DAN PREEKLAMPSIA
1 KEBUTUHAN
GIZI PADA IBU HAMIL DENGAN KONSTIPASI
a. Minum
air yang cukup
Air 8 gelas sehari. Karena anda
membutuhkan cairan yang cukup bagi anda dan juga bayi. Cairan dibutuhkan untuk
membangun sel darah merah dan sirkulasi, serta mengatur suhu tubuh. Cairan
diperlukan tubuh untuk mengatasi konstipasi.
b. Makan
makanan berserat, buah-buahan dan sayuran
Perbanyaklah makan makanan yang berserat
tinggi, buah-buahan dan sayuran dapat membantu mengatasi konstipasi selama
kehamilan.
c. Kebutuhan
energi dan protein
Kondisi kehamilan memang akan
menyebabkan kebutuhan energi dan protein yang bertambah. Namun hal tersebut
bukan berarti mentolerir seorang bumil dapat makan sebanyak banyaknya dengan
alasan “makan untuk dua orang”. Penambahan energi yang direkomendasikan hingga
masa akhir kehamilan berdasarkan hasil penelitian terbaru di bidang maternal
tak lainnya hanya sebesar 85.000 kcal. Kcal sebesar 85 ribu ini pun telah
mencakup energi yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, supply energi
untuk jaringan baru, simpanan dalam bentuk lemak serta 10% energi yang hilang
untuk metabolisme tubuh.
Dengan memperhitungkan masa kehamilan
yang hanya 280 hari, rata rata penambahan kalori yang sebenarnya dibutuhkan oleh
bumil hanya sebesar 300 kcal (85.000/280). Jumlah ekstra kalori tersebut tidak
lebih dari pengkonsumsian sebuah yoghurt 250 - 300 gr dengan kadar lemak 3,5%.
Itupun sebenarnya ekstra kalori benar benar dibutuhkan khususnya sejak 5 bulan
kehamilan. Penambahan kebutuhan protein sebenarnya hanya sebesar 0,9 - 1,0 gr
per kg BB per hari. Meningkatkan konsumsi sumber protein sebanyak mungkin
dengan alasan “hamil” juga sebenarnya bukan merupakan tindakan bijaksana.
Jumlah protein yang ditambah sendiri biasanya hanya dianjurkan bila asupan
energi juga cukup. Bila kondisi tersebut tidak dipenuhi, asam amino akan
digunakan terlebih dahulu untuk produksi energi.
d. Kebutuhan
Mikronutrisi Asam Folat dan Vitamin A
Tambahan asupan mikronutrisi juga
dibutuhkan selama masa kehamilan. Asam folat, Vitamin A, Sodium, Kalsium,
Magnesium, Besi, Yodium adalah beberapa mikronutrisi yang penting dicatat di
masa ini.
Asam folat amat dibutuhkan saat
terjadinya penambahan jumlah sel di masa awal kehamilan. Kekurangan asam folat
biasanya akan dikaitkan dengan tingginya risiko si bayi mengalami “neural tube
defects”, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan lahir prematur. Vitamin A dalam
bentuk retinol berkontribusi terhadap kualitas pengelihatan si kecil. Pada
daerah dengan masalah defisiensi vitamin A, transfer aktif vitamin A ke fetus
akan tetap terjadi walau sang ibu memiliki serum-vitamin A yang rendah dalam
darahnya. Bahkan di tri semester tiga kehamilan, fetus akan
mulai menimbun vitamin A dalam organ hatinya. Kolostrum yang ibu produksi
setelah melahirkan si kecil merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin A.
Namun perlu diperhatikan bahwa seorang ibu yang mengalami defisiensi vitamin A
tidak akan memiliki kuantitas transfer vitamin A yang cukup melalui plasenta
dan ASI. Ibu menyusui yang berada di daerah endemik defisiensi vitamin A harus
mendapatkan supplementasi vitamin A ( 200.000 IU ) selama masa 8 minggu pertama
setelah melahirkan. Suplementasi vitamin A ini tidak boleh dilakukan saat si
ibu hamil mengingat adanya efek teratogenik yang diamati pada pemberian dosis
tinggi vitamin A pada masa kehamilan.
Kebutuhan Sodium, Kalsium, Magnesium.
Pengkonsumsian sodium dan kalsium dengan jumlah “sedang” juga diperlukan.
Kalsium berperan penting dalam mekanisme pengaturan selama masa kehamilan dan
menyusui. Ia juga akan meningkatkan absorbsi intestinal yang terjadi. Biasanya,
setelah masa 6-12 bulan sang ibu melewati masa menyusui, depot kalsium di
tubuhnya akan kembali terisi. Seorang bumil yang mengkonsumsi kalsium minimal
1000 mg Ca / hari akan kecil memiliki risiko terkena PIH ( Pregnancy Induced
Hypertension ). Kekurangan magnesium biasanya dialami oleh 5-30% bumil dengan
ditandai adanya keluhan kram ( Nocturnal Systremma ). Suplementasi secara oral
dari mikronutrisi ini terbukti akan mengurangi keluhan kram pada ibu yang
sedang mengandung.
e. Kebutuhan
Besi dan Iodium
Besi juga merupakan mikronutrisi yang
amat diperlukan dalam masa kehamilan. Anemia saat kehamilan biasanya akan
mempertinggi risiko terjadinya BBLR pada bayi, tingginya insidens kelahiran
prematur dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian pada ibu saat
melahirkan. Perlu diingat, anemia tidak selalu disebabkan karena kekurangan
besi dalam darah. Kebanyakan wanita menderita anemia yang disebabkan oleh
kombinasi kekurangan besi, asam folat, vitamin B 12 dan vitamin A.
2. KEBUTUHAN
GIZI PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA
I.
Tujuan Diet Ibu Hamil dengan Pre
Eklamsia dan Eklamsia
a. Mengganti
protein yang hilang karena proteinuria.
b. Mencegah
dan mengurangi retensi garam dan air.
c. Menjaga
agar penambahan berat badan tidak melebihi normal
d. Memberi
nutrisi secukupnya sesuai kemampuan penderita.
e. Menjaga
agar tumbuh kembang bayi optimal.
II.
Syarat diet pada pre eklampsia ialah :
1. Energi
dan zat gizi yang diberikan harus cukup. Dalam keadaan berat, makanan diberikan
secara bertahap sesuai dengan kemampuan pasien dalam menerima makanan.
Penambahan energi tidak melebihi 300 kkal dari makanan atau diet sebelum hamil.
2. Garam
diberikan rendah sesuai dengan berat ringannya retensi garam atau air.
Penambahan berat badan diusahakan di bawah 3 kg / bulan atau di bawah 1 kg /
minggu.
3. Protein
tinggi ( 1 ½ - 2 gr / kg berat badan ).
4. Pemberian
lemak sedang, sebagian lemak berupa lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh
ganda.
5. Vitamin
cukup, vitamin C dan B6 diberikan sedikit lebih tinggi.
6. Mineral
cukup terutama kalsium dan kalium.
7. Bentuk
makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien. Cairan diberikan 2500ml /
hari. Pada keadaan oligouria cairan dibatasi
III.
Menyusun menu Diit Ibu Hamil dengan Pre
Eklamsi dan Eklamsi
a. Diet Pre Eklamsi I
·
Untuk
pre eklampsi berat.
·
Makanan
hanya terdiri dari susu dan buah-buahan.
·
Jumlah
cairan paling banyak 1500 ml / hari, kekurangannya diberikan secara parenteral.
·
Makanan ini kurang kalori dan nutrisi lainnya,
kecuali vitamin A dan C.
·
Diberikan dalam waktu 1 -2 hari saja.
·
Makanan yang diberikan dalam sehari
|
Jenis
|
Gram
(gr)
|
Takaran
Rumah Tangga
|
|
Buah / sari buah
|
1200
|
6 gelas
|
|
Tepung susu
|
60
|
12 sdm
|
|
Gula Pasir
|
80
|
8 sdm
|
·
Contoh
Menu
·
Nilai
gizi:
Kalori
1032 kalori
Protein
20 gram
Lemak
19 gram
Hidrat arang 211
gram
·
Contoh menu
|
Waktu
|
Jenis
|
Takaran
Rumah Tangga
|
|
Pukul 06.00
|
Air teh
|
1 gelas
|
|
Pukul 08.00
|
Sari papaya
Susu
|
1 gelas
1 gelas
|
|
Pukul 10.00
|
Sari jeruk
|
1 gelas
|
|
Pukul 13.00
|
Sari tomat
Sari jeruk
|
1 gelas
1 gelas
|
|
Pukul 16.00
|
Susu
Teh
|
1 gelas
1 gelas
|
|
Pukul 18.00
|
Sari jeruk
Sari papaya
|
1 gelas
1 gelas
|
|
Pukul 20.00
|
Air teh
Susu
|
1 gelas
1 gelas
|
b. Diet Pre Eklamsi
II
·
Sebagai perpindahan dari diit PE I kepada
penderita dengan PE tidak terlalu berat.
·
Makanan dalam bentuk lunak dan
diberikan sebagai diet rendah garam I.
·
Masih
rendah kalori.
·
Makanan yang diberikan dalam sehari:
|
Jenis
|
Berat (gr)
|
Ukuran
Rumah Tangga (URT)
|
|
Beras
|
150
|
3 gelas tim
|
|
Telur
|
50
|
1 butir
|
|
Protein nabati
|
100
|
2 potong
|
|
Protein Hewani
|
50
|
2 potong
|
|
Sayuran
|
200
|
2 gelas
|
|
Buah
|
400
|
4 potong
|
|
Minyak
|
15
|
1,5 sdm
|
|
Tepung Susu
|
20
|
4 sdm
|
|
Gula Pasir
|
30
|
3 sdm
|
·
Nilai Gizi
Kalori
1604
kalori
Protein
56 gram
Lemak
44 gram
HA
261 gram
c.
Diet
Pre Eklamsi III
·
Sebagai
perpindahan dari diit PE II atau kepada penderita dengan pre eklamsi ringan.
·
Makanan
dalam bentuk biasa atau lunak dan diberikan sebagai diit rendah garam II.
·
Tinggi
protein dan cukup nutrisi.
·
Jumlah
kalori harus disesuaikan dengan kenaikan berat badan tidak boleh melebihi dari
1 kg / bulan.
·
Makanan
yang diberikan dalam sehari:
|
Jenis
|
Berat
(gr)
|
Ukuran
Rumah
Tangga (URT)
|
|
Beras
|
200
|
4 gelas tim
|
|
Telur
|
100
|
2 butir
|
|
Protein nabati
|
100
|
2 potong
|
|
Protein Hewani
|
100
|
4 potong
|
|
Sayuran
|
200
|
2 gelas
|
|
Buah
|
400
|
4 potong
|
|
Minyak
|
25
|
2,5 sdm
|
|
Tepung Susu
|
40
|
8 sdm
|
|
Gula Pasir
|
30
|
3 sdm
|
·
Nilai
Gizi :
Kalori 2128 kalori
Protein 80 gram
Lemak 63 gram
HA 305 gram
Tidak ada komentar:
Posting Komentar