Sabtu, 30 Mei 2020

kebutuhan gizi pada ibu hamil kostipasi


A.    KEBUTUHAN GIZI PADA IBU HAMIL DENGAN KOSTIPASI DAN PREEKLAMPSIA



1    KEBUTUHAN GIZI PADA IBU HAMIL DENGAN KONSTIPASI

a.       Minum air yang cukup

Air 8 gelas sehari. Karena anda membutuhkan cairan yang cukup bagi anda dan juga bayi. Cairan dibutuhkan untuk membangun sel darah merah dan sirkulasi, serta mengatur suhu tubuh. Cairan diperlukan tubuh untuk mengatasi konstipasi.

b.      Makan makanan berserat, buah-buahan dan sayuran

Perbanyaklah makan makanan yang berserat tinggi, buah-buahan dan sayuran dapat membantu mengatasi konstipasi selama kehamilan.



c.       Kebutuhan energi dan protein

Kondisi kehamilan memang akan menyebabkan kebutuhan energi dan protein yang bertambah. Namun hal tersebut bukan berarti mentolerir seorang bumil dapat makan sebanyak banyaknya dengan alasan “makan untuk dua orang”. Penambahan energi yang direkomendasikan hingga masa akhir kehamilan berdasarkan hasil penelitian terbaru di bidang maternal tak lainnya hanya sebesar 85.000 kcal. Kcal sebesar 85 ribu ini pun telah mencakup energi yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, supply energi untuk jaringan baru, simpanan dalam bentuk lemak serta 10% energi yang hilang untuk metabolisme tubuh.

Dengan memperhitungkan masa kehamilan yang hanya 280 hari, rata rata penambahan kalori yang sebenarnya dibutuhkan oleh bumil hanya sebesar 300 kcal (85.000/280). Jumlah ekstra kalori tersebut tidak lebih dari pengkonsumsian sebuah yoghurt 250 - 300 gr dengan kadar lemak 3,5%. Itupun sebenarnya ekstra kalori benar benar dibutuhkan khususnya sejak 5 bulan kehamilan. Penambahan kebutuhan protein sebenarnya hanya sebesar 0,9 - 1,0 gr per kg BB per hari. Meningkatkan konsumsi sumber protein sebanyak mungkin dengan alasan “hamil” juga sebenarnya bukan merupakan tindakan bijaksana. Jumlah protein yang ditambah sendiri biasanya hanya dianjurkan bila asupan energi juga cukup. Bila kondisi tersebut tidak dipenuhi, asam amino akan digunakan terlebih dahulu untuk produksi energi.



d.      Kebutuhan Mikronutrisi Asam Folat dan Vitamin A

Tambahan asupan mikronutrisi juga dibutuhkan selama masa kehamilan. Asam folat, Vitamin A, Sodium, Kalsium, Magnesium, Besi, Yodium adalah beberapa mikronutrisi yang penting dicatat di masa ini.

Asam folat amat dibutuhkan saat terjadinya penambahan jumlah sel di masa awal kehamilan. Kekurangan asam folat biasanya akan dikaitkan dengan tingginya risiko si bayi mengalami “neural tube defects”, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan lahir prematur. Vitamin A dalam bentuk retinol berkontribusi terhadap kualitas pengelihatan si kecil. Pada daerah dengan masalah defisiensi vitamin A, transfer aktif vitamin A ke fetus akan tetap terjadi walau sang ibu memiliki serum-vitamin A yang rendah dalam darahnya. Bahkan di tri semester tiga kehamilan, fetus akan mulai menimbun vitamin A dalam organ hatinya. Kolostrum yang ibu produksi setelah melahirkan si kecil merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin A. Namun perlu diperhatikan bahwa seorang ibu yang mengalami defisiensi vitamin A tidak akan memiliki kuantitas transfer vitamin A yang cukup melalui plasenta dan ASI. Ibu menyusui yang berada di daerah endemik defisiensi vitamin A harus mendapatkan supplementasi vitamin A ( 200.000 IU ) selama masa 8 minggu pertama setelah melahirkan. Suplementasi vitamin A ini tidak boleh dilakukan saat si ibu hamil mengingat adanya efek teratogenik yang diamati pada pemberian dosis tinggi vitamin A pada masa kehamilan.

Kebutuhan Sodium, Kalsium, Magnesium. Pengkonsumsian sodium dan kalsium dengan jumlah “sedang” juga diperlukan. Kalsium berperan penting dalam mekanisme pengaturan selama masa kehamilan dan menyusui. Ia juga akan meningkatkan absorbsi intestinal yang terjadi. Biasanya, setelah masa 6-12 bulan sang ibu melewati masa menyusui, depot kalsium di tubuhnya akan kembali terisi. Seorang bumil yang mengkonsumsi kalsium minimal 1000 mg Ca / hari akan kecil memiliki risiko terkena PIH ( Pregnancy Induced Hypertension ). Kekurangan magnesium biasanya dialami oleh 5-30% bumil dengan ditandai adanya keluhan kram ( Nocturnal Systremma ). Suplementasi secara oral dari mikronutrisi ini terbukti akan mengurangi keluhan kram pada ibu yang sedang mengandung.



e.       Kebutuhan Besi dan Iodium

Besi juga merupakan mikronutrisi yang amat diperlukan dalam masa kehamilan. Anemia saat kehamilan biasanya akan mempertinggi risiko terjadinya BBLR pada bayi, tingginya insidens kelahiran prematur dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian pada ibu saat melahirkan. Perlu diingat, anemia tidak selalu disebabkan karena kekurangan besi dalam darah. Kebanyakan wanita menderita anemia yang disebabkan oleh kombinasi kekurangan besi, asam folat, vitamin B 12 dan vitamin A.

2.      KEBUTUHAN GIZI PADA IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA

                               I.            Tujuan Diet Ibu Hamil dengan Pre Eklamsia dan Eklamsia

a.       Mengganti protein yang hilang karena proteinuria.

b.      Mencegah dan mengurangi retensi garam dan air.

c.       Menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal

d.      Memberi nutrisi secukupnya sesuai kemampuan penderita.

e.       Menjaga agar tumbuh kembang bayi optimal.

                            II.            Syarat diet pada pre eklampsia ialah :

1.      Energi dan zat gizi yang diberikan harus cukup. Dalam keadaan berat, makanan diberikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pasien dalam menerima makanan. Penambahan energi tidak melebihi 300 kkal dari makanan atau diet sebelum hamil.

2.      Garam diberikan rendah sesuai dengan berat ringannya retensi garam atau air. Penambahan berat badan diusahakan di bawah 3 kg / bulan atau di bawah 1 kg / minggu.

3.      Protein tinggi ( 1 ½ - 2 gr / kg berat badan ).

4.      Pemberian lemak sedang, sebagian lemak berupa lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.

5.      Vitamin cukup, vitamin C dan B6 diberikan sedikit lebih tinggi.

6.      Mineral cukup terutama kalsium dan kalium.

7.      Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien. Cairan diberikan 2500ml / hari. Pada keadaan oligouria cairan dibatasi

                         III.            Menyusun menu Diit Ibu Hamil dengan Pre Eklamsi dan Eklamsi

a.       Diet Pre Eklamsi I

·         Untuk pre eklampsi berat.

·         Makanan hanya terdiri dari susu dan buah-buahan.

·         Jumlah cairan paling banyak 1500 ml / hari, kekurangannya diberikan secara parenteral.

·         Makanan ini kurang kalori dan nutrisi lainnya, kecuali vitamin A dan C.

·         Diberikan dalam waktu 1 -2 hari saja.

·         Makanan yang diberikan dalam sehari

Jenis
Gram (gr)
Takaran Rumah Tangga
Buah / sari buah
1200
6 gelas
Tepung susu
60
12 sdm
Gula Pasir
80
8 sdm

·         Contoh Menu

·         Nilai gizi:

                        Kalori              1032 kalori

                        Protein             20 gram

                        Lemak             19 gram    

Hidrat arang    211 gram

·         Contoh menu



Waktu
Jenis
Takaran
Rumah Tangga
Pukul 06.00
Air teh
1 gelas
Pukul 08.00
Sari papaya
Susu
1 gelas
1 gelas
Pukul 10.00
Sari jeruk
1 gelas
Pukul 13.00
Sari tomat
Sari jeruk
1 gelas
1 gelas
Pukul 16.00
Susu
Teh
1 gelas
1 gelas
Pukul 18.00
Sari jeruk
Sari papaya
1 gelas
1 gelas
Pukul 20.00
Air teh
Susu
1 gelas
1 gelas

b.      Diet Pre Eklamsi II

·         Sebagai perpindahan dari diit PE I  kepada penderita dengan PE tidak terlalu berat.

·         Makanan dalam bentuk lunak dan diberikan sebagai diet rendah garam I.

·         Masih rendah kalori.

·         Makanan yang diberikan dalam sehari:

Jenis
Berat (gr)
Ukuran
Rumah Tangga (URT)
Beras
150
3 gelas tim
Telur
50
1 butir
Protein nabati
100
2 potong
Protein Hewani
50
2 potong
Sayuran
200
2 gelas
Buah
400
4 potong
Minyak
15
1,5 sdm
Tepung Susu
20
4 sdm
Gula Pasir
30
3 sdm



·         Nilai Gizi

                        Kalori              1604 kalori     

                        Protein             56 gram

                        Lemak             44 gram     

                        HA                  261 gram

c.       Diet Pre Eklamsi III

·         Sebagai perpindahan dari diit PE II atau kepada penderita dengan pre eklamsi ringan.

·         Makanan dalam bentuk biasa atau lunak dan diberikan sebagai diit rendah garam II.

·         Tinggi protein dan cukup nutrisi.

·         Jumlah kalori harus disesuaikan dengan kenaikan berat badan tidak boleh melebihi dari 1 kg / bulan.

·         Makanan yang diberikan dalam sehari:

Jenis
Berat (gr)
Ukuran
Rumah Tangga (URT)
Beras
200
4 gelas tim
Telur
100
2 butir
Protein nabati
100
2 potong
Protein Hewani
100
4 potong
Sayuran
200
2 gelas
Buah
400
4 potong
Minyak
25
2,5 sdm
Tepung Susu
40
8 sdm
Gula Pasir
30
3 sdm

·         Nilai Gizi :

                        Kalori              2128 kalori    

                        Protein             80 gram

                        Lemak             63 gram

                        HA                  305 gram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL

     Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL 1. Pengertian      Kejang pada bayi baru lahir adalah kejang yang terjadi ...