Prinsip Gizi Seimbang bagi Balita
Masa
balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Pada masa ini
otak balita telah siap
menghadapi berbagai stimulasi seperti belajar berjalan dan berbicara lebih
lancer. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan
fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih). Makanan
seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada
usia dewasa sampai lanjut.
Setelah anak berumur
satu tahun menunya bervariasi untuk mencegah kebosanan dan diberi susu,
serealia (seperti bubur beras, roti), daging, sup, sayuran, dan buah-buahan.
Makanan padat yang diberikan tidak perlu diblender lagi melainkan yang kasar
supaya anak yang sudah mempunyai gigi dapat belajar mengunyah.
Anak di bawah lima
tahun (balita) merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang
pesat, sehingga memerlukan zat-zat yang tinggi setiap kilogram badannya.
Berikut ini merupakan prinsip permberian nutrisi pada balita :
a.
Tinggi energy, protein, vitamin dan
mineral
b.
Dapat diterima oleh bayi dan anak dengan
baik
c.
Diproduksi setempat dan menggunakan
bahan-bahan setempat
d.
Mudah didapat dalam bentuk kering dengan
demikian mudah disimpan dan praktis penggunaannya
e.
Ringkas tetapi mempunyai nilai gizi
maksimum
2.2 Macam macam makanan bagi balita
a.
Sayuran dan
buah-buahan
Sudah bukan rahasia lagi kalau sayur dan buah merupakan jenis makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat
untuk balita. Penting untuk mengenalkan berbagai macam sayuran dan buah-buahan
sedini mungkin pada balita.
Baik itu sayur dan buah-buahan segar, beku, kaleng, atau yang dikeringkan.
Pastikan bahwa sayur dan buah-buahan selalu menjadi bagian dari menu yang ada
di meja makan.
Tiap sayur dan buah-buahan mengandung vitamin dan mineral yang berbeda. Jadi, semakin bervariasi jenis makanan sayur dan buah yang
balita konsumsi, semakin baik untuk pertumbuhannya.
b. Makanan berkarbohidrat
Makanan
berkarbohidrat mengandung energi, nutrisi, dan serat yang baik untuk balita.
Jenis makanan ini umumnya digemari oleh anak-anak, mulai dari roti ataupun
sereal, kentang atau ubi, nasi, sampai pasta.
Anda juga dapat memberi balita, makanan yang terbuat dari biji gandum
utuh (whole grain), seperti roti gandum, pasta, dan nasi merah.
c. Susu dan produk olahannya
Susu segar dan makanan produk
olahan susu lainnya yang berlemak tinggi adalah sumber utama kalsium untuk
balita. Ini berfungsi untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan tulang dan
gigi.
Produk-produk ini juga kaya akan vitamin A yang membantu tubuh untuk
melawan infeksi dan dibutuhkan untuk kesehatan kulit dan mata.
Mengingat balita merupakan anak dengan kelompok usia 2-5 tahun, Anda
sudah bisa mengganti ASI atau susu formula dengan susu UHT.
d. Daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sumber protein lainnya
Anak-anak membutuhkan asupan protein dan zat
besi yang tinggi selama masa pertumbuhan. Coba untuk mengenalkan balita
pada makanan berprotein tinggi setidaknya satu porsi dalam sehari. Daging,
ikan, telur, biji-bijian (misalnya kacang hijau dan kacang polong), dan produk
olahan biji (misalnya tahu, tempe) adalah sumber protein dan zat besi yang
baik.
2.3 Pengolahan
Bahan Makanan bagi Balita
Pengolahan
bahan makanan adalah tindakan mengolah bahan pangan atau makanan dengan
menggunakan teknik memasak yang tepat, yang meliputi :
a.
Menggoreng
Bahan makanan yang
digunakan untuk digoreng biasanya ayam goring dengan bumbu crispy, ikan goring,
tahu goring atau tahu yang dicampur garam, merica, tepung roti dan dibuat
nugget, dan tempe goreng.
b.
Mengukus
Makanan yang dikukus
biasanya, ayam yang ditambah daun kemangi, tomat, dan bumbu lainnya dan dibuat
pepes ayam, pepes ikan, pepes tahu, dan pepes tempe.
c.
Merebus
Teknik
merebus seperti sayuran, wortel, buncis, kol, ayam atau daging dan ditambah
bumbu lain yang dibuat sayur sop.
d.
Menumis
Bahan
makanan yang ditumis biasanya sayuran hijau seperti kangkung yang ditumis
menggunakan bawang merah, bawang putih, garam, sedikit gula putih dan sawi
biasanya ditumis dengan tahu yang telah digoreng.
2.4
Factor
yang Mempengaruhi Gizi pada Balita
a.
Tingkat pendidikan orang tua
Orang
tua yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan lebih memahami makanan
dan memilih makanan yang baik untuk anaknya.
b.
Social
budaya
Ada
sebagian masyarakat yang mempunyai adat istiadat tertentu terutama tentang
pemberian makanan yang boleh dan tidak boleh. Misalnya tidak boleh makan telur
jika ada luk, karena akan menyebabkan terjadinya pembusukan pada luka dan lain
sebagainya. Seharusnya telur merupakan sumber gizi yang tinggi kadar proteinnya
dan baik untuk penyembuhan luka.
c.
Serat
makanan
Serat
baik untuk kesehatan pencernaan. Anak-anak yang diberi makanan yang berserat
akan baik untuk kesehatan dan pertumbuhannya.
d.
Kemudahan
cerna
Nutrient dalam bahan makanan yang lazim tersedia biasanya mudah dicerna. Persentase nutrient yang dapat diasimilasi dalam sebagian besar bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari cukup tinggi, misalnya untuk karbohidrat 97% dan lemak 95%. Walaupun demikian beberapa factor dapat mempengaruhi proses kemudahan cerna tersebut, diantaranya cara menyimpan, mengolah dan memasak bahan makanan, serta terdapatnya bahan senyawa lain secara bersamaan.
a.
Rasa
kenyang
selain terhadap kepuasan
dan terpenuhinya rasa kenyang, pemberian makanan harus dapat pula memenuhi
persyaratan segi kesehatan. Beberapa jenis makanan mempunyai nilai rasa kenyang
yang tinggi, berarti cepat memberikan rasa kenyang, seperti susu, telur, makanan
yang berlemak. Sedangkan roti, kentang, daging tanpa lemak, ikan, sayur dan
buah mempunyai nilai yang rendah.
b.
Sumber makanan
Semakin
sulit atau jauh mendapatkan makanan yang mendukung gizi akan semakin sulit juga
bagi seseorang untuk mendapatkan makanan yang mengandung cukup gizi atau gizi
yang baik.
c.
Autosintesis
vitamin
Ada
beberapa jenis vitamin ternyata dapat dibentuk dalam tubuh individu sendiri.
Misalnya sintesis vitamin K, biotin dan asam pantotenat hanya mungkin
berlangsung bila terdapat bakteri flora usus.
d.
Pengaruh
obat
Secara
umum telah dikenal bahwa pemberian antibiotic berspektrum luas untuk waktu yang
cukup lama dapat menyebabkan stomatitis, diare,
atau berkurangnya sintesis vitamin K (Devirat ampisillin,
Kloramfenikol). Dan pemberian INH dapat menimbulkan gejala defisiensi
piridoksin.
e.
Faktor
endokrin
Beberapa
jenis bahan makanan diketahui mengandung bahan antitiroid yang mengakibatkan
meningkatnya kebutuhan yodium , misalnya lobak, kubis, kacang kedelei. Demikian
pula pemberian kortikosteroid untuk jangka waktu lama memerlukan penambahan
masukan protein, kalium dan kalsium, serta pengurangan natrium.
f.
Faktor
emosional
Dengan
berubahnya keadaan sosial masyarakat, sering dijumpai keluhan seorang ibu
mengenai kesulitan dalam pemberian makan pada anak, terutama bila keluarga
sangat disibukkan oleh berbagai masalah di luar dugaan.
2.5
Factor
Pemberian Makanan pada Balita
a.
Anoreksian
Anoreksian
adalah keadaan nafsu makan rendah atau sama sekali tidak ada. Anoreksian
disebabkan oleh berbagai factor, berupa penyakit organis, psikologis atau
pengaturan makanan yang kurang baik. Anoreksian yang menyertai penyakit organis
akan menghilangkan bila anak telah sembuh dari penyakit primernya.
Berbagai
penyakit infeksi baik yang mendadak
maupun yang menahun, kelainan bawaan misalnya pada jantung dan saluran
pencernaan serta mungkin pula karena defisiensi gizi sendiri, misalnya
defisiensi besi sering kali menjadi penyebab anoreksia pada anak. Gangguan
psikologis terdapat anak keluarga yang sedang mengalami kesulitan rumah tangga,
suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan bersama dengan orang
tua, dipaksa makan makanan yang tidak disukai.
Anoreksia perlu segera mendapat perhatian karena mungkin merupakan
segala sesuatu penyakit yang harus segera diobati. Anoreksia mungkin hanya
bersifat sementara, sebagai variasi normal dalam nafsu makan sehari-hari.
Anoreksia mungkin bersifat sesungguhnya (bukan tanda penyakit lain), yaitu bila
anak sebenarnya masih menyukai jenis makanan yang lain.
Pengobatan
terhadap anoreksia terdiri dari :
a.
Memperbaiki factor penyebabnya, baik
oleh gangguan organis atau psikologis
b.
Memperbaiki dafinisi gizi yang telah
terjadi dengan pengaturan makanan yang sesuai dan pemberian
preparat vitamin
c.
Obat-obat perangsang nafsu makan
misalnya Cyproheptadine, Pizotifen dan sebagainya hanya diberikan bila perlu dan jelas tidak ditemukan penyebab
yang nyata dari anoreksia tersebut.
d. Pika
Pika ialah nafsu makan
yang aneh, yaitu penderita menunjukkan nafsu makan terhadap berbagai atau salah
satu objek yang bukan tergolong makanan, misalnya tanah, pasir, rumput, bulu,
selimut wol, pecahan kaca, kotoran hewan, cat kering dan sebagainya. Terdapat
golongan anak dibawah umur 3 tahun, biasanya diatas 1 tahun, sebab bayi yang
sedang merangkak dan anak sapihan wajar bila suka memasukkan benda-benda yang
dipegangnya ke dalam mulutnya.
Keadaan
tersebut merupakan gejala normal, sebagai suatu tahap perkembangan oral dalam
usaha memperoleh pengalaman keputusan dan mengadakan eksplorasi dunia luar
dengan menggunakan mulutnya. Pada penderita pika, tingkah laku demikian sering
disertai kesukaan untuk bermain dengan benda-benda kotor. Pika mungkin terdapat
pada penderita defisiensi gizi, mungkin pula pada penderita retardasi mental.
Penderita pika butuh pengawasan yang ketat agar tidak memakan benda yang berbahaya, misalnya yang mengakibatkan keracunan dan infeksi. Berikan pula penderita benda yang tidak berbahaya, agar digigit, dikunyah dan dipermainkan dengan mulutnya.
b.
Diare
Diare
dapat disebabkan oleh berbagai sebab, baik kelainan usus maupun diluar usus,
tetapi mungkin pula karena makanan yang kurang cocok komposisinya sering
ditemukan pada bayi dan balita yang minum susu botol karena kontaminasi.
c.
Kolik
Kolik ialah kumpulan
gejala, terutama berupa serangan paroksimal dari perasaan nyeri perut yang
dapat disertai dengan wajah kemerahan atau kebiruan. Kelainan ini dapat terjadi
pada bayi muda, biasanya dibawah 3 bulan. Penyebabnya mungkin terlalu banyak
mengkonsumsi karbohidrat, gangguan emosi dan lain-lain.
2.6 Pengaruh Status Gizi Seimbang bagi
Balita
Pertumbuhan dan
perkembangan anak ditentukan sebagian oleh factor keturunan, akan tetapi
lingkungan juga mempunyai peran yang besar. Factor-faktor lingkungan berperan
dalam tumbuh kembang anak ialah masukan makanan (diet), sinar matahari,
lingkungan yang bersih, latihan jasmani, keadaan kesehatan.
Bagi pertumbuhan bayi
yang penting tentunya pemberian makanan yang kualitas maupun kuantitasnya baik
hingga bayi dapat tumbuh normal, tidak terlalu kurus akan terjadi juga tidak
kegemukan. Tiap kali bayi menderita sakit, seperti penyakit infeksi, nafsu
makannya akan berkurang sedangkan kebutuhan energy dan zat-zat meningkat pada
tiap infeksi, baik yang ringan maupun yang berat.
2.7
Menu Seimbang bagi
balita
Makanan
memegang peranan penting dalam pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Oleh
karenanya, pola makan yang baik dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini,
antara lain dengan pengenalan jam-jam makan dan variasi makanan.
Gizi
seimbang dapat dipenuhi dengan pemberian makanan sebagai berikut :
1)
Agar kebutuhan gizi seimbang anak
terpenuhi, makanan sehari-hari sebaiknya terdiri atas ketiga golongan bahan
makanan tersebut.
2)
Kebutuhan bahan makanan itu perlu
diatur, sehingga anak mendapatkan asupan gizi yang diperlukan secara utuh dalam
satu hari. Waktu-waktu yang disarankan adalah :
·
Pagi hari waktu sarapan
·
Pukul 10.00 sebagai selingan. Tambahkan
susu
·
Pukul 12.00 pada waktu makan siang
·
Pukul 16.00 sebagai selingan
·
Pukul 18.00 pada waktu makan malam
·
Sebelum tidur malam, tambahkan susu
·
Jangan lupa kumur-kumur dengan air putih
atau gosok gigi.
Contoh pola jadwal pemberian
makanan pada balita
Waktu makan
|
Komposisi
|
Pagi
|
Bubur beras atau roti dioles mentega, telur,
daging atau ikan dan susu satu gelas.
|
Siang
|
Nasi Daging, ayam, ikan, telur, tahu atau
tempe Sayur seperti tomat, wortel dan bayam Buah seperti pisang, jeruk,
pepaya apel dan satu gelas susu
|
Sore atau malam
|
Nasi atau roti dioles mentega Daging, ayam,
ikan tahu atau tempe Sayur-mayur, Buah atau pudding, dan satu gelas susu
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar