NEONATUS
BAYI BARU
A. KOMUNIKASI PADA BAYI DAN BALITA.
Komunikasi bayi dimulai sejak dia lahir ke dunia,
dimulai ketika bayi mulai menangis sampai bayi dapat bicara lancar, adapun
prosesnya dari bayi menangis sampai bisa berkata-kata belum dipahami secara
pasti.
Fase pertumbuhan dan perkembangan komunikasi pada
bayi meliputi:
a. Fase prelinguistic (fase sebelum bicara)
Suara
pertama yang dikeluarkan bayi baru lahir adalah tangis sebagai reaksi terhadap
perubahan tekanan udara dan suhu luar uterin. Kebutuhan dikomunikasikan lewat
tangis sampai usia satu tahun, pada saat usia anak dua sampai tiga minggu
seharuanya orang tua sudah dapat membedakan tangis bayi. Biasanya bayi menangis
karena lapar, pantat basah, kesakitan atau minta perhatian. Untuk dapat
membedakan kita harus mengenali tangisan bayi:
1) Tangis lapar biasanya bayi menangis dengan suara
mendatar dan meningkat sesuai kebutuhan.
2) Tangis kesakitan, bayi mengeluarkan teriakan yang
mendadak karena bayi terkejut.
3) Tangis tidak nyaman atau minta perhatian bayi
akan menangis yang berlangsung terus menerus.
Bayi akan menangis apabila diletakkan ditempat tidur
oleh ibunya, dan tangis itu semakin keras dan sifatnya menuntut. Apabila orang
tuanya atau ibunya mendekatinya, memberikan belaian kasih sayang tangisnya akan
menjadi pelan. Oleh karena itu orang tuanya sudah mulai megerti dengan kebutuhan
bayinya lewat tangisnya sebagai suatu alat komunikasi. Bayi pada minggu kedua
mengeluarkan suara yang enak, dimulai terlihat senyum. Ini akan terlihat
apabila bayi merasa kepuasan.
Perkembangan bahasa anak bayi itu mulai berlangsung
pada usia 2 sampai 6 bulan. Rasa-rasa puas dirasakan oleh bayi dengan nada
suara rendah. Pada usia 4 sampai 5 bulan sura sedemikian ini sering
diucapkannya pada saat bangun tidur. Sekitar umur 5 sampai 6 bulan, bayi mulai
menggunakan suku kata yang diulang, seperti mama, papa, wawa, uuk. Kata mama
dihubungkannya dengan pribadi ibunya dan kata papa dikaitkan dengan pribadi
ayahnya. Jik bayi ditanya, dimana mama? Maka ia akan menoleh dan mencari
ibunya, sekalipun dia belum mampu mengucakan kalimat utnuk ekspresi tersebut.
B. Adaptasi
fisiologi neonatus
Adaptasi fisiologi neonatus merupakan ilmu yang
mempelajari fungsi dan proses vital neonatus dan juga mempelajari tentang
penyesuaian yang terjadi pada bayi baru lahir. Neonatus adalah inividu yang
baru saja mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan
intrauterine ke ekstrauterin, selain itu, neonatus adalah individu yang sedang
tumbuh.
Saat lahir, bayi baru lahir harus beradaptasi dari
keadaan yang sangat tergantung menjadi mandiri. Banayak perubahan yang akan
dialami oleh bayi yang semula berada dalam lingkungan interna ke lingkungan
eksterna . saat ini bayi tersebut harus dapat oksigen melalui sistem sirkulasi
pernapasannya sendiri, mendapatkan nutrisi oral untuk mempertahankankadar gula
yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit.
Periode adaptasi terdahadap kehidupan diluar rahim
disebut periode transisi . periode ini berlangsung hingga 1 bulan atau
lebih setelah kelahiran untuk beberapa sistem tubuh.Transisi yang paling nyata
dan cepat terjadi adalah pada sistem pernafasan dan sirkulasi,sistem
termoregulasi dan dalam kemampuan mengambil serta menggunakan glukosa.
C.
Antropometri
Antropometri
berasal dari kata antropos yang artinya tubuh dan metros yang berarti ukuran.
Jadi antropometri artinya ukuran tubuh. Antropometri gizi berhubungan dengan
berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai
tingkat umur dan tingkat gizi.
·
Syarat-syarat
yang mendasari penggunaan Antropometri yaitu:
1. Alat mudah didapat
dan digunakan
2. Pengukuran dapat
dilakukan berulang-ulang dengan mudah dan objektif
3. Pengukuran tidak
selalu harus oleh tenaga khusus profesional, dapat oleh tenaga
lain setelah mendapat
pelatihan
4. Biaya relatif murah
5. Hasilnya mudah
disimpulkan, memiliki cutt of point dan baku rujukan yang sudah
pasti.
6. Secara ilmiah diakui
kebenarannya
·
yang
diukur pada pemeriksaan antropometri
- Berat
badan menurut umur (BB/U)
- Panjang/tinggi
badan menurut umur (PB/U atau TB/U)
- Berat
badan menurut panjang/tinggi badan (BB/PB atau BB/TB)
- Indeks
massa tubuh menurut umur (IMT/U)
·
Penggunaan Antropometri memiliki
beberapa keunggulan, seperti:
1.
Prosedur sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar
2. Relatif
tidak membutuhkan tenaga ahli
3. Alat
murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah
setempat
4. Metode
ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan.
5. Dapat
mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi di masa lampau.
6. Umumnya
dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada
ambang
batas yang jelas.
7. Dapat
mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu
generasi ke generasi berikutnya.
8. Dapat digunakan untuk penapisan
kelompok yang rawan terhadap gizi

D.
PEMERIKSAAN
FISIK PADA BAYI BARU LAHIR
Pemeriksaan
fisik pada bayi merupakan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh bidan, perawat,
atau dokter untuk menilai status kesehatan yang dilakukan pada saat bayi baru
lahir, 24 jam setelah lahir, dan pada waktu pulang dari rumah sakit. Dalam
melakukan pemeriksaan ini sebaiknya bayi dalam keadaan telanjang di bawah lampu
terang, sehingga bayi tidak mudah kehilangan panas. Tujuan pemeriksaan fisik
secara umum pada bayi adalah menilai status adaptasi atau penyesuaian kehidupan
intrauteri ke dalam kehidupan ekstrauteri serta mencari kelainan pada bayi.
Macam-macam pemeriksaan fisik
1.
APGAR score
Pemeriksaan
fisik pada bayi baru lahir, dimulai sejak menit-menit pertama setelah bayi lahir, yaitu dengan penilaian APGAR
score. Penilaian APGAR score dilakukan untuk mengetahui apakah bayi tersebut
normal atau asfiksia. Tabel APGAR score:
|
No |
Aspek yang dinilai |
Nilai 0 |
Nilai 1 |
Nilai 2 |
|
1. |
Appearance (warna kulit) |
Seluruh tubuh biru |
Tubuh merah ekstrimitas biru |
Seluruh tubuh merah |
|
2. |
Pulse (denyut jantung) |
Tidak ada |
<100 kali/menit |
>100 kali/menit |
|
3. |
Grimace (rangsangan) |
Tidak ada |
Sedikit menyeringai |
Bersin |
|
4. |
Activity (tonus otot) |
Tidak ada |
Sedikit fleksi |
Bergerak aktif |
|
5. |
Respiratory (pernapasan) |
Tidak ada |
Merintih |
Menagis kuat |
·
Tujuan
dari Pemeriksaan Fisik
Tujuan
Dari Pemeriksaan Fisik adalah :
1.
Untuk menentukan status kesehatan klien
2.
Mengidentifikasi masalah
3.
Mengambil data dasar untuk menentukan
rencana tindakan
4.
Untuk untuk mengenal dan menemukan
kelainan yang perlu mendapat tindakan segera.
5.
Untuk menentukan data objektif dari
riwayat keperawatan klien.
·
Prinsip
Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir
1. Jelaskan prosedur pada orang tua dan minta
persetujuan tindakan .
2.Cuci dan keringkan tangan , pakai sarung tangan .
3. Pastikan pencahayaan baik.
4. Periksa apakah bayi dalam keadaan hangat,
buka bagian yangg akan diperiksa (jika bayi telanjang pemeriksaan harus
dibawah lampu pemancar) dan segera selimuti kembali dengan cepat.
·
Peralatan
dan Perlengkapan :
a. Kapas alkohol dalam tempatnya.
b. Bak instrumen
c. Handscoon
d.Tissue dalam tempatnya
e. Senter
f. Termometer
g. Stetoskop
h.Tongs patel
i.Selimut bayi
j. Bengkok
k.Timbangan bayi
l.Selimut bayi
m.Bengkok
n.Timbangan bayi
o.Pita ukur/metlin
p.Timer
q.Pengukur panjang badan
r.Buku catatan
E.MEMANDIKAN BAYI DAN PERAWATAN TALI PUSAT
Memandikan adalah suatu
cara membersihkan tubuh seseorang dengan cara menyiram dan merendam diri dalam
air. Dalam minggu minggu pertama bayi cukup mandi satu kali sehari dipagi
hari.Jika perlu sore hari cukup dibersihkandari kulit yang basah atau
keringat.Usahakan tidak langsung memandikan bayi setelah menyusu, sedang lapar
atau mengantuk untuk menghindarkan bayi muntah, kedinginan, atau kaget.Tujuan
dari memandikan bayi untuk membersihkan tubuh bayi.
Kapan sebaiknya memandikan bayi
Memandikan bayi dapat
dilakukan minimal 6-24 jam setelah melahirkan.Bayi baru lahir biasanya
diseliputi oleh verniks, suatu zat yang menyerupai lilin yang menutupi bayi
saat lahir, harus dibiarkan terserap ke dalam kulit karena ini merupakan
pelembab yang luar biasa.Jika rambut bayi perlu dicuci, gunakan air dan sisir
saja untuk mengangkat kotoran
Apa
yang sebaiknya digunakan untuk
membersihkan bayi
Gunakan
air dan kapas pada bulan pertama, jika mata bayi menjadi lengket, gunakan kapas
yang direndam di dalam air matang yang sudah didinginkan untuk membersihkan
bagian tersebut.dengan lembut sekah matanya dengan gerakan dari dalam keluar,
dengan menggunakan beberapa lembar kapas baru untuk setiap kali menyeka.
Gunakan kapas untuk menyekabagian luar telinnga dan hidung(Parker catharinr.
2008) Waktu yang tepat untuk memandikan bayi adalah sebelum bayi tidur, karena
dapat membuatnya rileks hingga memudahkan bayi tidur. Hindari memandikan bayi
sebelum atau setelah makan karena perut bayi yang tertekan akan membuatnya
muntah).
Hal yang perlu
diperhatikan saat memakaikan pakaian pada bayi menurut Kemenkes (2010) yaitu :
·
Bayi jangan dibedong
Membedong bayi akan
membatasi pergerakan sehingga aktivitas otot berkurang dengan demikian tidak
menghasilkan panas tubuh yang akan membuat bayi kedinginan
·
Bayi jangan memakai gurita
Pemakaian gurita akan
menekan lambung sehinggan dapat menyebabkan muntah serta membatasi pernafasan.
Persiapan
alat
§ Ember
mandi
§ Handuk
bayi
§ Shampoo
bayi
§ Sabun
mandi bayi
§ Pakaian
bayi (baju, tali dua, bedong)
§ Phantom
bayi
§ Selimut
bayi
§ Sepasang
washlap
§ Celemek
§ Kasa
steril
§ Bola
kapas untuk membersihkan mata
§ Cotton
bad
§ Kapas
cebok dalam tempatnya
§ Kom
kecil
§ Nierbekken
§ Keranjang
kain kotor dan Bak Instrument
F.
IMUNISASI
DASAR DAN ANJURAN
Imunisasi berasal dari
kata imun, kebal atau resisten. Anak
diimunisasi, berarti diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Anak
kebal atau resisten terhadap suatu penyakit tetapi belum tentu kebal terhadap
penyakit yang lain. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan
kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila
suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya
mengalami sakit ringan. Imunisasi dasar diberikan pada bayi sebelum berusia
satu tahun. Terdiri atas imunisasi terhadap penyakit hepatits B, poliomyelitis,
tuberkulosis, difteri, pertussis, tetanus, pneumonia dan meningitis, dan campak.
Tujuan imunisasi
Tujuan dalam pemberian imunisasi antara
lain:
1.
Meningkatkan kualitas hidup anak
sehingga tidak terkena penyakit
2.
Meningkatkan nilai kesehatan orang di
sekitarnya
3.
Menurunkan angka morbiditas, moralitas
dan cacat serta bila mungkin didapat eradikasi suatu penyakit dari suatu daerah
atau negeri (Ranuh dkk, 2017).
Manfaat imunisasi
Manfaat imunisasi bagi
anak dapat mencegah penyakit cacat dan kematian, sedangkan manfaat bagi
keluarga adalah dapat menghilangkan kecemasan dan mencegah biaya pengobatan
yang tinggi bila anak sakit. Bayi yang mendapat imunisasi dasar lengkapakan
meningkatkan kualitas hidup anak sehingga tidak terkenapenyakit dan peningkatan
nilai kesehatan orang disekitarnya (Ranuh dkk, 2017).
Macam-macam imunisasi
Imunitas atau kekebalan
dibagi menjadi dua hal yaitu aktif dan pasif. Aktif apabila tubuh anak ikut
menyelenggarakan terbentuknya imunitas, sedangkan pasif adalah apabila tubuh
anak tidak bekerja membentuk kekebalan, tetapi hanya menerimanya saja.
4.
Imunisasi aktif, adalah pemberian kuman
atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk
merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya imunisasi polio atau
campak. Keuntungan imunisasi aktif yaitu pertahanan tubuh yang terbentuk akan
dibawa seumur hidup, murah dan efektif, tidak berbahaya, reaksi yangserius
jarang terjadi.
5.
Imunisasi pasif adalah pemberian
antibody kepada resipien, dimaksudkan untuk memberikan imunitas secara langsung
tanpa harus memproduksi sendiri zat aktif tersebut untuk kekebalan tubuhnya.
Berdasarkan anjuran IDAI terbaru, berikut daftar
imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-9 bulan.
·
Bayi baru lahir (usia kurang dari 24
jam): imunisasi hepatitis B (HB-1) dan polio-0
·
Usia 1 bulan: Polio 0 dan BCG
·
Umur 2 bulan: DP-HiB 1, polio 1,
hepatitis 2, rotavirus, PCV
·
Usia 3 bulan: DPT-HiB 2, polio 2,
hepatitis 3
·
Umur 4 bulan: DPT-HiB 3, Polio 3
(IPV atau polio suntik), hepatitis 4, dan rotavirus 2
·
Usia 6 bulan: PCV 3, influenza 1,
rotavirus 3 (petavalen)
·
umur 9 bulan: Campak atau MR
G.
MEMIJAT
BAYI
Stimulasi pijat sering pula disebut dengan beberapa
istilah lain yaitu stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage, infant massage,
dan lainnya. Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengembangkan peran pijat sebagai bentuk
stimulasi pada bayi. Stimulasi pijat merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi
modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orangtua,
tenaga kesehatan atau anggota keluarga lainnya. Lebih jauh lagi, pada saat yang
sama orang tua juga melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak
bayi bicara saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan
kontak mata saat memijat), dan lainnya.
Pada dasarnya tujuan pijat bayi atau stimulasi pijat adalah untuk
mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan memberikan stimulasi
raba, gerak dan kombinasi stimulasi lainnya. Stimulasi pijat dilakukan dalam
suasana yang menyenangkan dan nyaman. Lama pijatan sekitar 15 menit, dan
sebaiknya diberikan secara rutin. Tidak ada batasan baku mengenai frekuensi
pemberian pijatan per hari. Namun, sebaiknya orangtua menjadikan stimulasi
pijat suatu rutinitas dan bila mungkin dilakukan tiga kali sehari. Teknik untuk
pemijatan untuk bayi cukup bulan dan bayi kurang bulan berbeda. Teknik untuk
bayi cukup bulan cukup bervariasi dan sebisa mungkin meliputi seluruh bagian
tubuh.
Apa saja manfaat stimulasi pijat?
Stimulasi pijat memiliki manfaat pada
kondisi tertentu antara lain untuk bayi:
1. Meningkatkan
frekuensi menyusu
2. Meningkatkan
berat badan bayi
3. Membantu
bayi untuk berlatih relaksasi
4. Membuat
tidur lebih lelap dan lama
5. Membuat
ikatan / bonding dengan ibu /orangtua
Hal-hal apa saja yang harus
diperhatikan saat melakukan stimulasi pijat?
1. Yang
terpenting adalah selalu melihat respons bayi.
2. Bila
bayi menangis maka sebaiknya dicek dahulu penyebabnya, jangan memaksakan suatu
jenis pijatan pada bayi.
3. Dalam
memberikan pijatan, dapat diberikan stimulasi multi modal dengan
memperdengarkan lagu, mengajak anak bicara dan lainnya.
4. Gunakan
lotion atau baby oil atau minyak kelapa untuk media antara kulit pemijat dan
bayi.
5. Sebaiknya
orangtua menyediakan 15 menit ke depan khusus untuk bayinya tanpa terganggu
apapun.
H.
DETEKSI
DINI TUMBUH KEMBANG BAYI
Pengertian
deteksi dini tumbuh kembang anak
Deteksi dini tumbuh
kembang anak, program ini sedang digalakkan oleh pemerinta sebagai upaya
mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. Deteksi dini tumbuh kembang anak
adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk men- emukan secara dini adanya
penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah
Jenis Deteksi dini Pertumbuhan dan Perkembangan
Ada 3
jenis deteksi dini yang dapat dikerjakan oleh tenaga kesehatan ditingkat
puskesmas dan jaringannya yaitu :
Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan yaitu untuk mengetahui/menemukan
status pertumbuhan anak, seperti adanya status gizi kurang/buruk dan mikro/
makrosefali. Untuk deteksi dini pertumbuhan anak diperluhkan intrumen dalam
pengukurannya. Jenis instrumen yang digunakan adalah :
•
Berat
Badan menurut Tinggi badan anak (BB/TB)
•
Pengukuran
Lingkar kepala anak (PLKA)
Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu untuk mengetahui gangguan
perkembangan anak (keterlambatan), gangguan daya lihat, gangguan daya den- gar.
Jenis instrumen yang digunakan:
•
Kuesioner
Pra skrining Perkembangan (KPSP)
•
Tes Daya
Lihat (TDL)
•
Tes Daya
Dengar Anak (TDD)
Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu untuk mengetahui adanya
masalah mental emosional, autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiper-
aktivitas. Instrumen yang digunakan:
•
Kuesioner
Masalah Mental Emosional (KMME)
•
Checklist
for Autism in Toddlers (CHAT)
•
Gangguan
Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan
Untuk mengetahui adanya
penyimpangan pertumbuhan, parameter yang digunakan adalah Berat Badan terhadap
Tinggi Badan (BB/TB) dan lingkar kepala anak (LKA). Parameter tersebut termasuk
ukuran antropometri dan paling mudah dilakukan dilapangan.
a.Pengukuran Berat badan
Keuntungan dari
pengukuran berat badan merupakan salah satu ukuran antropometrik yang
terpenting untuk mengetahui keadaan staus gizi anak. Selain itu juga dipakai
untuk memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur, apakah anak dalam
keadaan normal dan sehat.
Keuntungan lainnya
adalah pengukurannya mudah, sederhana dan murah. Oleh karena itu kegunaan berat
badan adalah :
1.
Sebagai informasi
tentang keadaan gizi
anak, pertumbuhan dan
kesehatannya.
2.
Untuk monitoring kesehatan sehingga
dapat menentukan therapi apa yang sesuai dengan kondisi anak.
3.
Sebagai dasar untuk menentukan dasar
perhitungan dosis obat ataupun diet yang diperlukan untuk anak.
Kelemahan, meskipun
berat badan merupakan ukuran yang dianggap paling pent- ing, namun mempunyai
kelemahan yaitu :
1.
Tidak sensitif terhadap proporsi tubuh
misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus.
2.
Terjadi perubahan secara fluktuasi
setiap hari yang masih dalam batas normal. Perubahan ini dapat terjadi akibat
pengaruh intake seperti makanan/minuman dan output seperti urine, keringat,
pernafasan. Besarnya fluktuasi tergantung kelompok umur dan sangat individual
berkisar antara 100-200 gr sampai 500-1000 gr.
Pada beberapa hari
pertama berat badan bayi akan mengalami penurunan yang sifatnya normal yaitu
sekitar 10% dari berat badan lahir. Hal ini disebabkan keluarnya meconium dan
air seni yang belum diimbangi asupan yang adekuat, misalnya produksi ASI yang
belum lancar. Umumnya berat badan akan kembali mencapai berat lahir pada hari
kesepuluh sampai ke empat belas.
Pada tahap adolesensia
(masa remaja) akan terjadi pertambahan berat badan secara cepat (growth spurt)
Selain dengan perkiraan tersebut, dapat juga memperkirakan BB dengan
menggunakan rumus atau pedoman dari Behrman (1992) yaitu:
• Berat
badan lahir rata-rata ; 3,25 kg
• Berat
badan usia 3-12 bulan, menggunakan
rumus:

Untuk
menentukan umur anak dalam bulan, bila lebih 15 hari dibulatkan ke atas, ku-
rang atau sama dengan 15 hari dihilangkan. Misal ada bayi berumur 5 bulan 25
hari, maka bayi dianggap berumur 6 bulan sehingga bila menggunakan rumus
Behrman, BB bayi diperkirakan 7,5 kg. Bila anak berumur 2 tahun 6 bulan, anak
dianggap berumur 2 tahun, karena kelebihan 6 bulan atau kurang maka akan
dibulatkan ke bawah/ dihilangkan.
Cara yang mudah untuk
mengetahui pertumbuhan lingkar kepala adalah dengan melihat kurva lingkar
kepala pada Kartu Tumbuh Kembang Anak. Kurva ini dibedakan antara laki-laki dan
perempuan.
KARTU MENUJU SEHAT (KMS)
Kartu
Menuju Sehat (KMS) adalah suatu kartu/alat penting yang digunakan untuk
memantau pertumbuhan dan perkembangan anak (Soetjiningsih, 2002). KMS balita
yaitu kartu yang memuat grafik pertumbuhan serta indicator perkembangan yang
bermanfaat untuk mencatat dan memantau tumbuh kembang balita setiap bulan,
sejak lahir sampai berusia lima tahun.
KMS
berisi tentang gambar kurva berat badan terhadap umur untuk anak usia 0-5
tahun, atribut penyuluhan, dan catatan yang penting untuk diperhatikan oleh
petugas dan orang tua, seperti riwayat kelahiran anak, pemberian ASI dan
makanan tambahan, pemberian imunisasi dan vitamin A, penatalaksanaan diare di
rumah, serta patokan sederhana tentang perkembangan psikomotorik anak.
Tujuan
penggunaan KMS adalah mewujudkan tingkat tumbuh kembang dan status kesehatan
anak balita secara optimal serta alat bantu bagi ibu atau orang tua memantau
tingkat pertumbuhan dan perkembangan anaknya.
I. DETEKSI DINI PENYIMPANGAN
PERKEMBANGAN
Kuesioner
Pra skrining Perkembangan (KPSP)
Tes Daya Lihat (TDL)
Tes
Daya Dengar Anak (TDD)
Denver Denelopment Screening Test
(DDST)
KPSP adalah merupakan suatu daftar pertanyaan singkat yang ditujukan
pada orang tua dan dipergunakan sebagai alat untuk melakukan skrining
pendahuluan untuk perkembangan anak usia 0-72 bulan. Tujuannya adalah untuk
skrining/pemeriksaan perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Skrining/
pemeriksaan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, guru TK/ PAUD terlatih.
Alat yang diperlukan untuk pemeriksaan adalah:
1.
formulir
KPSP sesuai umur anak
2.
Kertas
3.
Pensil
4.
Bola
karet atau plastic seukuran bola tenis
5.
Kerincingan
6.
Kubus
berukuran sis 2,5 cm sebanyak 6 buah
7.
Benda-benda
kecil seperti kismis/potongan biscuit kecil berukuran 0,5 – 1 cm
Daftar pertanyaan KPSP berjumlah 10 nomor yang menjadi dua yaitu pertanyaan
yang harus dijawab oleh ortu/pengasuh dan perintah yang harus dilakukan sesuai
dengan pertanyaan pada KPSP. Pertanyaan dalam KPSP harus dijawab ‗ya‘ atau
‗tidak‘ oleh orang tua. Interpretasi hasil pemeriksaan KPSP.