1
DAYA KASIH KRISTUS DALAM PENERAPAN
ASUHAN GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI WANITA
a.
Pengetian
aktivitas kasih kristus dan latihan
Menurut kamu kasih itu
apa sih ?
Trus apa hubungan kasih dengan orang-orang di sekitar kita di kegiatan kita
sehari-hari ?
Apakah di jaman now kasih itu masih ada atau kian memudar seiring semakin
tingginya rasa ego kita?Sebenarnya ga perlu internet atau gadget untuk tahu apa
itu kasih karena kamu dapat menemukan pengertiannya di dalam Alkitab. Alkitab
sangat jelas menjabarkan apa itu KASIH.
“Kasih itu sabar; kasih itu
murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia
tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia
tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” ( 1 Korintus 13:4–5)Sebenarnya kalau berbicara tentang kasih, ga
hanya ada di ayat itu tapi kamu akan banyak menemukan juga di ayat dan kitab
lainnya. Ga percaya? Coba deh mulai dibuka lagi Alkitabnya !
Kasih itu tindakan bukan hanya
sekedar kata-kata.
Iya sih, ga gampang untuk kita melakukan dan menunjukkan kasih itu kepada dunia
di tengah — tengah orang yang semakin mementingkan dirinya masing-masing tapi
bukan berarti ga bisa. Mulailah dengan hal-hal yang sederhana seperti menghormati
orangtua, menyediakan waktu untuk mendengar curahan hati temanmu atau
memberikan makanan kepada yang membutuhkan (misalnya pas pulang sekolah /
kampus / kerja ga sengaja ketemu dengan pemulung ga ada salahnya kan kamu
mengajak mereka makan di tempat sederhana atau memberikan mereka makanan. Ga
perlu mahal yang penting niatnya baik dan ikhlas. Lagian ya, siapa tahu saat
makan bareng mereka kamu jadi ada kesempatan untuk bercerita tentang Tuhan).
Jangan baru diledekin ‘aneh’ karena mengasihi sesama.
b. Komunikasi efektif
a.Pengertian komunikasi efektif
menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp
dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa
komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling
tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi.
Komunikasi yang lebih efektif terjadi
apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial
yang baik pula. Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan
komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak
terjadi persepsi (salah paham)
b. Langkah – langkah membangun
komunikasi yang efektif
Setiap individu mempunyai respon
yang berbeda – beda dalam menghadapi masalah. Dalam menanggapi respon yang
disampaikan klien , bidan dapat menggunakan berbagai langkah komunikasih
sebagai berikut :
1. Bertanya
Bertanya merupakan teknik yang dapat
mendorong klien untuk mengungkapkan perasaandan pikirannya. Langkah ini sering
digunakan pada tahap orientasi dengan pertanyaan yang terarah, maka kita dapat
mengembangkan komunikasi yang efektif, yang pada gilirannya kita akan
memperoleh informasi penting. Contoh bertanya yang efektif “maaf, bolehkah saya
tahunama lengkap ibu?”
2.Mendengarkan
Mendengarkan merupakan dasar utama
dalam komunikasi hal ini disebabkan dengan mendengarkan kita dapat mengolah
secara konprehensif semua stimuli dan pesan yang kita terima, sampai kita dapat
memahami dan mengingat dengan cermat pada gilirannya akan menjadi bekal penting
untuk melakukan proses komunikasi yang efektif.
3.Mengulang
Maksud mengulang yaitu mengulang
kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien. Hal ini menunjukkan
bahwa kita sedang mengarahkan dan memfalidasi, menguatkan dan mengembalikan
perhatian klien pada suatu yang telah diucapkan ketika klien mengatakan. Contoh
“saya pusing, banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan”.
4.Klarifikasi
Klarifikasi adalah menjelaskan
kembali ide atau pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk
menjelaskan arti dari ungkapannya. Contohnya “bidan : apa yang anda maksud
dengan...?”
5.Refleksi
Refleksi adalah mengarahkan kembali
ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan pada klien. Contohnya “klien:
apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?”
6.Memfokuskan
Langkah memfokuskan bertujuan
memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah inti dan mengarahkan
komunikasi klien pada mencapaian tujuan, dengan demikian akan terhindar dari
pembicaraan tanpa arah. Contoh “bidan: hal ini tampaknya lebih penting, mari
kita bicarakanlebih dalam lagi!”
7.Diam (memelihara ketenangan)
Langkah diam digunakan untuk
memberikan kesempatan pada klien sebelum menjawab pertanyaan bidan. Penggunaan
metode diam memerlukan keterampilan dan ketepatan waktu, jika tidak maka akan
dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak.
8.Memberi informasi
Memberi informasi merupakan tindakan
penyuluhan kesehatan untuk klien. Agar informasi dapat diterima dengan baik,
perlu kecakapan yang mesti diperhatikan :
•
Gunakan
bahasa yang mudah dimengerti.
•
Jangan
menggunakan istilah yang tidak dimengerti.
•
Tidak
perlu tergesa-gesa atau berambisi dalam menyampaikan informasi.
•
Hindari
kata-kata yang sifatnya mengancam
•
Ulangi
informasi yang penting.
•
Gunakan
empati yaitu dapat merasakan apa yang dapat dirasakan
9.Menyimpulkan
Menyimpulkan adalah teknik
komunikasi yang membantu klien mengeksplorasi poin penting dari interaksi bidan
– klien. Teknik menyimpulkan ini juga bermanfaat pada tahap kerja. Pada saat
menyimpulkan bidan dan klien dapat mendefinisikan pokok masalah, sehingga
memungkinkanmembuat perencanaan untuk mengatasi masalah.
c. Aspek etik dan legal yang
berorientasi pada asuhan
Konsep Legal Etik
merupakan bentuk ekspresi bagaimana kita tim medis khususnya bidan dapat
mengatur diri sendiri, dan etika kebidanan yang diatur dalam kode etik. Aspek
Legal Etik ini adalah Aspek aturan dalam memberikan asuhan. sesuai lingkup
wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak
dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang.Didasarkan pada ilmu dan kiat
asuhan ditujukan kepada individu,
keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup
seluruh proses kehidupan manusia. Kita tim kesehatan adalah bagian integral
dari pelayanan kesehatan tidak saja membutuhkan kesabaran. Kemampuannya untuk
ikut mengatasi masalah-masalah kesehatan tentu harus juga bisa
diandalkan.Setiap profesi pada dasarnya memiliki tiga syarat utama, yaitu
kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan yang ekstensif, komponen
intelektual yang bermakna dalam melakukan tugasnya, dan memberikan pelayanan
yang penting kepada masyarakat.Praktik asuhan yang aman memerlukan pemahaman
tentang batasan legal yang ada dalam praktik. Sama dengan semua aspek dalam
profesi kesehatan dimanapun berada.
2. KONSEP
DASAR ILMU GIZI
a.
Pengetian
Gizi atau Nutrisi merupakan zat yang terdapat pada makanan
yang dibutuhkan oleh organism untuk pertumbuhan serta perkembangan yang
dimanfaatkan langsung oleh tubuh yang meliputi vitamin, mineral, protein,
lemakmaupun air. Adapun zat gizi didapat dari makanan yang diperoleh
dalam bentuk sari makanan dari hasil proses pemecahan pada saat dalam sistem
pencernaan.Selain itu, Zat gizi terbagi menjadi 2 yakni zat gizi organik
& zat anorganik. Adapun zat gizi organik ini yakni seperti lemak,
karbohidrat, protein, dan vitamin. Sementara zat gizi anorganik yakni terdiri
dari air dan mineral.
Macam-Macam Zat Gizi :
1. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Sumbernya
- Nabati
yakni merupakan sumber gizi yang berasal dari tumbuhan.
- Hewani
yakni merupakan zat gizi yang berasal dari hewan.
2. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Jumlahnya
- Zat gizi makro atau makronutrisi
Yakni merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang
besar dengan satuan gram. Adapun zat gizi makro ini ialah karbohidrat,
protein, dan lemak.
- Zat mikro atau mikronutrisi
Yakni merupakan zat gizi /nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang
sedikit Adapun zat gizi mikro ialah vitamin, air, dan mineral.
3. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Fungsinya
- Sumber energi bagi tubuh
Energi bagi tubuh digolongkan pada jenis gizi seperti protein,
karbohidrat, dan lemak.
- Pembangunan & Penjaga tubuh
Pembangun dan penjaga tubuh digolongkan pada jenis gizi yakni seperti
protein, vitamin, mineral, dan lemak.
- Pengatur kerja dalam tubuh
Pengatur kerja dalam tubuh ialah untuk mengatur proses metabolisme yang
terdapat pada tubuh yang digolongkan pada jenis gizi seperti lemak,
protein, air, dan mineral.
b.
Sejarah
Perkembangan Ilmu Gizi
Berdiri
tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York,
AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk kelangsungan hidup. Sedangkan
pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa
makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh
makan.Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu,
antara lain:
Penelitian
tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine
Lavoisier (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan
penggunaan energi makanan yang meliputi proses pernafasan, oksidasi dan
kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya penelitian
tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan makanan pokok.
Penemuan
Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun
1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat
esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu
konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh
konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
Penemuan
Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul
penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan
hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi
utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun
1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920,
vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
Penelitian
Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan
diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan
vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960,
penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara
zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia
dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.
c.Pengelompokan
zat gizi menurut kebutuhan
Pengelompokan Zat
Gizi Menurut Kebutuhan Terbagi
dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.
a. Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi
untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan),
pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein,
makromineral dan air.
b. Mikronutrien
Golongan mikronutrien terdiri dari :
- Karbohidrat
– Glukosa; serat.
- Lemak/
lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
- Protein
– Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin;
treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
- Mineral
– Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi;
selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel;
silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
- Vitamin
– Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol);
vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6;
vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
- Air
3. KEBUTUHAN GIZI PADA MASA
REPRODUKSI
a.
Prinsip gizi dalam masa reproduksi
Makanan bagi
kita perempuan harus sesuai dengan kebutuhan yaitu makanan yang seimbang
sesuai dengan perkembangan pada masa reproduksi. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi wanita pada masa reproduksi,
antara lain:
1.
Menyediakan
energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan
bayi.
2.
Menyediakan
semua kebutuhan (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).
3.
Dapat
menghindarkan pengaruh negatif bagi system reproduksi.
4.
Mendukung
metabolisme tubuh dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan
tekanan darah.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi
gizi pada masa reproduksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
gizi pada masa
reproduksi antara lain:
+Umur
Lebih muda umur , maka energi yangg
dibutuhkan lebih banyak.
+Berat Badan
Berat badan lebih ataupun kurang dari
berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah
zat makanan yang harus dicukupi.
+Aktivitas
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan
maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
+Status
Kesehatan
Pada saat kondisi tidak sehat maka
asupan energi tetap harus diperhatikan.
+Pengetahuan
Zat Gizi dalam Makanan
Perencanaan dan penyusunan makanan kaum
ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi
perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang antara lain:
1.
Kemampuan
keluarga dalam membeli makanan.
2.
Pengetahuan
tentang zat gizi.
Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi
lebih efisien dalam menyerap zat
gizi dari makanan
sehari-hari.
+Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan
Pada umumnya, kaum ibu atau wanita
lebih memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut hamil.
Ibu hamil sebaiknya
memeriksakan kehamilannya, minimal empat kali selama kehamilannya.
+Status
Ekonomi
Status ekonomi maupun sosial
mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.
c.
Pengaruh status
gizi pada masa reproduksi
Usia reproduksi, tingkat aktivitas
sangat mempengaruhi kebutuhan energi pada remaja. Pengaruh gizi / nutrisi
sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sistem reproduksi. Kekurangan nutrisi pada seorang yang
mengalami anemia dan
kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi dengan berat badan yang
rendah, dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk
hamil. Kekurangan zat gizi pada ibu hamil yang menderita anemia dan kurang
berat badan akan lebih mempunyai kesempatan untuk melahirkan bayi dengan
berat badan rendah dibanding dengan ibu hamil yang dengan asupan gizi yang
cukup dan seimbang.
Keberadaan remaja wanita 15-21 tahun
sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu. Pubertas dan status gizi, pubertas (akil balig) adalah suatu masa pematangan
kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi. Cepat
lambatnya seseorang mengalami pubertas antara
lain dipengaruhi oleh keadaan gizi.
Seorang anak yang gizinya lebih baik akan lebih cepat mengalami masa pubertas,
sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil balignya. Tidak
ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi periode yang pertama kali,
namun hal ini akan terjadi antara usia 10-14 tahun, tapi sedikit lebih awal
atau lebih lambat tidak semua anak sama. Pada remaja energi dan protein
dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa, demikian pula vitamin dan
mineral. Vitamin B1,
B2 dan B6 sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian
pula asam folat dan
vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan
yang diperlukan oleh jaringan.
d. Menu seimbang pada masa
reproduksi
1. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk
memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral sebagai
pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan pada masa reproduksi ini.
2. Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi untuk
mencegah hipertensi.
3. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi dalam tubuh,
produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur keseimbangan
asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)
4. Membatasi minum kopi, kandungan KAFEIN dalam kopi meningkatkan
buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak
jantung meningkat. Paling banyak 2 cangkir kopi/hari
1. DAYA KASIH KRISTUS DALAM PENERAPAN
ASUHAN GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI WANITA
a.
Pengetian
aktivitas kasih kristus dan latihan
Menurut kamu kasih itu
apa sih ?
Trus apa hubungan kasih dengan orang-orang di sekitar kita di kegiatan kita
sehari-hari ?
Apakah di jaman now kasih itu masih ada atau kian memudar seiring semakin
tingginya rasa ego kita?Sebenarnya ga perlu internet atau gadget untuk tahu apa
itu kasih karena kamu dapat menemukan pengertiannya di dalam Alkitab. Alkitab
sangat jelas menjabarkan apa itu KASIH.
“Kasih itu sabar; kasih itu
murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia
tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia
tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” ( 1 Korintus 13:4–5)Sebenarnya kalau berbicara tentang kasih, ga
hanya ada di ayat itu tapi kamu akan banyak menemukan juga di ayat dan kitab
lainnya. Ga percaya? Coba deh mulai dibuka lagi Alkitabnya !
Kasih itu tindakan bukan hanya
sekedar kata-kata.
Iya sih, ga gampang untuk kita melakukan dan menunjukkan kasih itu kepada dunia
di tengah — tengah orang yang semakin mementingkan dirinya masing-masing tapi
bukan berarti ga bisa. Mulailah dengan hal-hal yang sederhana seperti menghormati
orangtua, menyediakan waktu untuk mendengar curahan hati temanmu atau
memberikan makanan kepada yang membutuhkan (misalnya pas pulang sekolah /
kampus / kerja ga sengaja ketemu dengan pemulung ga ada salahnya kan kamu
mengajak mereka makan di tempat sederhana atau memberikan mereka makanan. Ga
perlu mahal yang penting niatnya baik dan ikhlas. Lagian ya, siapa tahu saat
makan bareng mereka kamu jadi ada kesempatan untuk bercerita tentang Tuhan).
Jangan baru diledekin ‘aneh’ karena mengasihi sesama.
b. Komunikasi efektif
a.Pengertian komunikasi efektif
menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp
dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa
komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling
tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi.
Komunikasi yang lebih efektif terjadi
apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial
yang baik pula. Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan
komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak
terjadi persepsi (salah paham)
b. Langkah – langkah membangun
komunikasi yang efektif
Setiap individu mempunyai respon
yang berbeda – beda dalam menghadapi masalah. Dalam menanggapi respon yang
disampaikan klien , bidan dapat menggunakan berbagai langkah komunikasih
sebagai berikut :
1. Bertanya
Bertanya merupakan teknik yang dapat
mendorong klien untuk mengungkapkan perasaandan pikirannya. Langkah ini sering
digunakan pada tahap orientasi dengan pertanyaan yang terarah, maka kita dapat
mengembangkan komunikasi yang efektif, yang pada gilirannya kita akan
memperoleh informasi penting. Contoh bertanya yang efektif “maaf, bolehkah saya
tahunama lengkap ibu?”
2.Mendengarkan
Mendengarkan merupakan dasar utama
dalam komunikasi hal ini disebabkan dengan mendengarkan kita dapat mengolah
secara konprehensif semua stimuli dan pesan yang kita terima, sampai kita dapat
memahami dan mengingat dengan cermat pada gilirannya akan menjadi bekal penting
untuk melakukan proses komunikasi yang efektif.
3.Mengulang
Maksud mengulang yaitu mengulang
kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien. Hal ini menunjukkan
bahwa kita sedang mengarahkan dan memfalidasi, menguatkan dan mengembalikan
perhatian klien pada suatu yang telah diucapkan ketika klien mengatakan. Contoh
“saya pusing, banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan”.
4.Klarifikasi
Klarifikasi adalah menjelaskan
kembali ide atau pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk
menjelaskan arti dari ungkapannya. Contohnya “bidan : apa yang anda maksud
dengan...?”
5.Refleksi
Refleksi adalah mengarahkan kembali
ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan pada klien. Contohnya “klien:
apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?”
6.Memfokuskan
Langkah memfokuskan bertujuan
memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah inti dan mengarahkan
komunikasi klien pada mencapaian tujuan, dengan demikian akan terhindar dari
pembicaraan tanpa arah. Contoh “bidan: hal ini tampaknya lebih penting, mari
kita bicarakanlebih dalam lagi!”
7.Diam (memelihara ketenangan)
Langkah diam digunakan untuk
memberikan kesempatan pada klien sebelum menjawab pertanyaan bidan. Penggunaan
metode diam memerlukan keterampilan dan ketepatan waktu, jika tidak maka akan
dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak.
8.Memberi informasi
Memberi informasi merupakan tindakan
penyuluhan kesehatan untuk klien. Agar informasi dapat diterima dengan baik,
perlu kecakapan yang mesti diperhatikan :
•
Gunakan
bahasa yang mudah dimengerti.
•
Jangan
menggunakan istilah yang tidak dimengerti.
•
Tidak
perlu tergesa-gesa atau berambisi dalam menyampaikan informasi.
•
Hindari
kata-kata yang sifatnya mengancam
•
Ulangi
informasi yang penting.
•
Gunakan
empati yaitu dapat merasakan apa yang dapat dirasakan
9.Menyimpulkan
Menyimpulkan adalah teknik
komunikasi yang membantu klien mengeksplorasi poin penting dari interaksi bidan
– klien. Teknik menyimpulkan ini juga bermanfaat pada tahap kerja. Pada saat
menyimpulkan bidan dan klien dapat mendefinisikan pokok masalah, sehingga
memungkinkanmembuat perencanaan untuk mengatasi masalah.
c. Aspek etik dan legal yang
berorientasi pada asuhan
Konsep Legal Etik
merupakan bentuk ekspresi bagaimana kita tim medis khususnya bidan dapat
mengatur diri sendiri, dan etika kebidanan yang diatur dalam kode etik. Aspek
Legal Etik ini adalah Aspek aturan dalam memberikan asuhan. sesuai lingkup
wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak
dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang.Didasarkan pada ilmu dan kiat
asuhan ditujukan kepada individu,
keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup
seluruh proses kehidupan manusia. Kita tim kesehatan adalah bagian integral
dari pelayanan kesehatan tidak saja membutuhkan kesabaran. Kemampuannya untuk
ikut mengatasi masalah-masalah kesehatan tentu harus juga bisa
diandalkan.Setiap profesi pada dasarnya memiliki tiga syarat utama, yaitu
kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan yang ekstensif, komponen
intelektual yang bermakna dalam melakukan tugasnya, dan memberikan pelayanan
yang penting kepada masyarakat.Praktik asuhan yang aman memerlukan pemahaman
tentang batasan legal yang ada dalam praktik. Sama dengan semua aspek dalam
profesi kesehatan dimanapun berada.
2. KONSEP
DASAR ILMU GIZI
a.
Pengetian
Gizi atau Nutrisi merupakan zat yang terdapat pada makanan
yang dibutuhkan oleh organism untuk pertumbuhan serta perkembangan yang
dimanfaatkan langsung oleh tubuh yang meliputi vitamin, mineral, protein,
lemakmaupun air. Adapun zat gizi didapat dari makanan yang diperoleh
dalam bentuk sari makanan dari hasil proses pemecahan pada saat dalam sistem
pencernaan.Selain itu, Zat gizi terbagi menjadi 2 yakni zat gizi organik
& zat anorganik. Adapun zat gizi organik ini yakni seperti lemak,
karbohidrat, protein, dan vitamin. Sementara zat gizi anorganik yakni terdiri
dari air dan mineral.
Macam-Macam Zat Gizi :
1. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Sumbernya
- Nabati
yakni merupakan sumber gizi yang berasal dari tumbuhan.
- Hewani
yakni merupakan zat gizi yang berasal dari hewan.
2. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Jumlahnya
- Zat gizi makro atau makronutrisi
Yakni merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang
besar dengan satuan gram. Adapun zat gizi makro ini ialah karbohidrat,
protein, dan lemak.
- Zat mikro atau mikronutrisi
Yakni merupakan zat gizi /nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang
sedikit Adapun zat gizi mikro ialah vitamin, air, dan mineral.
3. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Fungsinya
- Sumber energi bagi tubuh
Energi bagi tubuh digolongkan pada jenis gizi seperti protein,
karbohidrat, dan lemak.
- Pembangunan & Penjaga tubuh
Pembangun dan penjaga tubuh digolongkan pada jenis gizi yakni seperti
protein, vitamin, mineral, dan lemak.
- Pengatur kerja dalam tubuh
Pengatur kerja dalam tubuh ialah untuk mengatur proses metabolisme yang
terdapat pada tubuh yang digolongkan pada jenis gizi seperti lemak,
protein, air, dan mineral.
b.
Sejarah
Perkembangan Ilmu Gizi
Berdiri
tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York,
AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk kelangsungan hidup. Sedangkan
pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa
makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh
makan.Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu,
antara lain:
Penelitian
tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine
Lavoisier (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan
penggunaan energi makanan yang meliputi proses pernafasan, oksidasi dan
kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya penelitian
tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan makanan pokok.
Penemuan
Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun
1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat
esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu
konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh
konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
Penemuan
Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul
penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan
hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi
utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun
1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920,
vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
Penelitian
Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan
diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan
vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960,
penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara
zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia
dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.
c.Pengelompokan
zat gizi menurut kebutuhan
Pengelompokan Zat
Gizi Menurut Kebutuhan Terbagi
dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.
a. Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi
untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan),
pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein,
makromineral dan air.
b. Mikronutrien
Golongan mikronutrien terdiri dari :
- Karbohidrat
– Glukosa; serat.
- Lemak/
lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
- Protein
– Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin;
treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
- Mineral
– Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi;
selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel;
silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
- Vitamin
– Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol);
vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6;
vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
- Air
3. KEBUTUHAN GIZI PADA MASA
REPRODUKSI
a.
Prinsip gizi dalam masa reproduksi
Makanan bagi
kita perempuan harus sesuai dengan kebutuhan yaitu makanan yang seimbang
sesuai dengan perkembangan pada masa reproduksi. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi wanita pada masa reproduksi,
antara lain:
1.
Menyediakan
energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan
bayi.
2.
Menyediakan
semua kebutuhan (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).
3.
Dapat
menghindarkan pengaruh negatif bagi system reproduksi.
4.
Mendukung
metabolisme tubuh dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan
tekanan darah.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi
gizi pada masa reproduksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
gizi pada masa
reproduksi antara lain:
+Umur
Lebih muda umur , maka energi yangg
dibutuhkan lebih banyak.
+Berat Badan
Berat badan lebih ataupun kurang dari
berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah
zat makanan yang harus dicukupi.
+Aktivitas
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan
maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
+Status
Kesehatan
Pada saat kondisi tidak sehat maka
asupan energi tetap harus diperhatikan.
+Pengetahuan
Zat Gizi dalam Makanan
Perencanaan dan penyusunan makanan kaum
ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi
perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang antara lain:
1.
Kemampuan
keluarga dalam membeli makanan.
2.
Pengetahuan
tentang zat gizi.
Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi
lebih efisien dalam menyerap zat
gizi dari makanan
sehari-hari.
+Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan
Pada umumnya, kaum ibu atau wanita
lebih memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut hamil.
Ibu hamil sebaiknya
memeriksakan kehamilannya, minimal empat kali selama kehamilannya.
+Status
Ekonomi
Status ekonomi maupun sosial
mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.
c.
Pengaruh status
gizi pada masa reproduksi
Usia reproduksi, tingkat aktivitas
sangat mempengaruhi kebutuhan energi pada remaja. Pengaruh gizi / nutrisi
sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sistem reproduksi. Kekurangan nutrisi pada seorang yang
mengalami anemia dan
kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi dengan berat badan yang
rendah, dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk
hamil. Kekurangan zat gizi pada ibu hamil yang menderita anemia dan kurang
berat badan akan lebih mempunyai kesempatan untuk melahirkan bayi dengan
berat badan rendah dibanding dengan ibu hamil yang dengan asupan gizi yang
cukup dan seimbang.
Keberadaan remaja wanita 15-21 tahun
sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu. Pubertas dan status gizi, pubertas (akil balig) adalah suatu masa pematangan
kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi. Cepat
lambatnya seseorang mengalami pubertas antara
lain dipengaruhi oleh keadaan gizi.
Seorang anak yang gizinya lebih baik akan lebih cepat mengalami masa pubertas,
sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil balignya. Tidak
ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi periode yang pertama kali,
namun hal ini akan terjadi antara usia 10-14 tahun, tapi sedikit lebih awal
atau lebih lambat tidak semua anak sama. Pada remaja energi dan protein
dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa, demikian pula vitamin dan
mineral. Vitamin B1,
B2 dan B6 sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian
pula asam folat dan
vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan
yang diperlukan oleh jaringan.
d. Menu seimbang pada masa
reproduksi
1. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk
memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral sebagai
pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan pada masa reproduksi ini.
2. Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi untuk
mencegah hipertensi.
3. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi dalam tubuh,
produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur keseimbangan
asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)
4. Membatasi minum kopi, kandungan KAFEIN dalam kopi meningkatkan
buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak
jantung meningkat. Paling banyak 2 cangkir kopi/hari
1. DAYA KASIH KRISTUS DALAM PENERAPAN
ASUHAN GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI WANITA
a.
Pengetian
aktivitas kasih kristus dan latihan
Menurut kamu kasih itu
apa sih ?
Trus apa hubungan kasih dengan orang-orang di sekitar kita di kegiatan kita
sehari-hari ?
Apakah di jaman now kasih itu masih ada atau kian memudar seiring semakin
tingginya rasa ego kita?Sebenarnya ga perlu internet atau gadget untuk tahu apa
itu kasih karena kamu dapat menemukan pengertiannya di dalam Alkitab. Alkitab
sangat jelas menjabarkan apa itu KASIH.
“Kasih itu sabar; kasih itu
murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia
tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia
tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” ( 1 Korintus 13:4–5)Sebenarnya kalau berbicara tentang kasih, ga
hanya ada di ayat itu tapi kamu akan banyak menemukan juga di ayat dan kitab
lainnya. Ga percaya? Coba deh mulai dibuka lagi Alkitabnya !
Kasih itu tindakan bukan hanya
sekedar kata-kata.
Iya sih, ga gampang untuk kita melakukan dan menunjukkan kasih itu kepada dunia
di tengah — tengah orang yang semakin mementingkan dirinya masing-masing tapi
bukan berarti ga bisa. Mulailah dengan hal-hal yang sederhana seperti menghormati
orangtua, menyediakan waktu untuk mendengar curahan hati temanmu atau
memberikan makanan kepada yang membutuhkan (misalnya pas pulang sekolah /
kampus / kerja ga sengaja ketemu dengan pemulung ga ada salahnya kan kamu
mengajak mereka makan di tempat sederhana atau memberikan mereka makanan. Ga
perlu mahal yang penting niatnya baik dan ikhlas. Lagian ya, siapa tahu saat
makan bareng mereka kamu jadi ada kesempatan untuk bercerita tentang Tuhan).
Jangan baru diledekin ‘aneh’ karena mengasihi sesama.
b. Komunikasi efektif
a.Pengertian komunikasi efektif
menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp
dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa
komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling
tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi.
Komunikasi yang lebih efektif terjadi
apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial
yang baik pula. Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan
komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak
terjadi persepsi (salah paham)
b. Langkah – langkah membangun
komunikasi yang efektif
Setiap individu mempunyai respon
yang berbeda – beda dalam menghadapi masalah. Dalam menanggapi respon yang
disampaikan klien , bidan dapat menggunakan berbagai langkah komunikasih
sebagai berikut :
1. Bertanya
Bertanya merupakan teknik yang dapat
mendorong klien untuk mengungkapkan perasaandan pikirannya. Langkah ini sering
digunakan pada tahap orientasi dengan pertanyaan yang terarah, maka kita dapat
mengembangkan komunikasi yang efektif, yang pada gilirannya kita akan
memperoleh informasi penting. Contoh bertanya yang efektif “maaf, bolehkah saya
tahunama lengkap ibu?”
2.Mendengarkan
Mendengarkan merupakan dasar utama
dalam komunikasi hal ini disebabkan dengan mendengarkan kita dapat mengolah
secara konprehensif semua stimuli dan pesan yang kita terima, sampai kita dapat
memahami dan mengingat dengan cermat pada gilirannya akan menjadi bekal penting
untuk melakukan proses komunikasi yang efektif.
3.Mengulang
Maksud mengulang yaitu mengulang
kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien. Hal ini menunjukkan
bahwa kita sedang mengarahkan dan memfalidasi, menguatkan dan mengembalikan
perhatian klien pada suatu yang telah diucapkan ketika klien mengatakan. Contoh
“saya pusing, banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan”.
4.Klarifikasi
Klarifikasi adalah menjelaskan
kembali ide atau pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk
menjelaskan arti dari ungkapannya. Contohnya “bidan : apa yang anda maksud
dengan...?”
5.Refleksi
Refleksi adalah mengarahkan kembali
ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan pada klien. Contohnya “klien:
apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?”
6.Memfokuskan
Langkah memfokuskan bertujuan
memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah inti dan mengarahkan
komunikasi klien pada mencapaian tujuan, dengan demikian akan terhindar dari
pembicaraan tanpa arah. Contoh “bidan: hal ini tampaknya lebih penting, mari
kita bicarakanlebih dalam lagi!”
7.Diam (memelihara ketenangan)
Langkah diam digunakan untuk
memberikan kesempatan pada klien sebelum menjawab pertanyaan bidan. Penggunaan
metode diam memerlukan keterampilan dan ketepatan waktu, jika tidak maka akan
dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak.
8.Memberi informasi
Memberi informasi merupakan tindakan
penyuluhan kesehatan untuk klien. Agar informasi dapat diterima dengan baik,
perlu kecakapan yang mesti diperhatikan :
•
Gunakan
bahasa yang mudah dimengerti.
•
Jangan
menggunakan istilah yang tidak dimengerti.
•
Tidak
perlu tergesa-gesa atau berambisi dalam menyampaikan informasi.
•
Hindari
kata-kata yang sifatnya mengancam
•
Ulangi
informasi yang penting.
•
Gunakan
empati yaitu dapat merasakan apa yang dapat dirasakan
9.Menyimpulkan
Menyimpulkan adalah teknik
komunikasi yang membantu klien mengeksplorasi poin penting dari interaksi bidan
– klien. Teknik menyimpulkan ini juga bermanfaat pada tahap kerja. Pada saat
menyimpulkan bidan dan klien dapat mendefinisikan pokok masalah, sehingga
memungkinkanmembuat perencanaan untuk mengatasi masalah.
c. Aspek etik dan legal yang
berorientasi pada asuhan
Konsep Legal Etik
merupakan bentuk ekspresi bagaimana kita tim medis khususnya bidan dapat
mengatur diri sendiri, dan etika kebidanan yang diatur dalam kode etik. Aspek
Legal Etik ini adalah Aspek aturan dalam memberikan asuhan. sesuai lingkup
wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak
dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang.Didasarkan pada ilmu dan kiat
asuhan ditujukan kepada individu,
keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup
seluruh proses kehidupan manusia. Kita tim kesehatan adalah bagian integral
dari pelayanan kesehatan tidak saja membutuhkan kesabaran. Kemampuannya untuk
ikut mengatasi masalah-masalah kesehatan tentu harus juga bisa
diandalkan.Setiap profesi pada dasarnya memiliki tiga syarat utama, yaitu
kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan yang ekstensif, komponen
intelektual yang bermakna dalam melakukan tugasnya, dan memberikan pelayanan
yang penting kepada masyarakat.Praktik asuhan yang aman memerlukan pemahaman
tentang batasan legal yang ada dalam praktik. Sama dengan semua aspek dalam
profesi kesehatan dimanapun berada.
2. KONSEP
DASAR ILMU GIZI
a.
Pengetian
Gizi atau Nutrisi merupakan zat yang terdapat pada makanan
yang dibutuhkan oleh organism untuk pertumbuhan serta perkembangan yang
dimanfaatkan langsung oleh tubuh yang meliputi vitamin, mineral, protein,
lemakmaupun air. Adapun zat gizi didapat dari makanan yang diperoleh
dalam bentuk sari makanan dari hasil proses pemecahan pada saat dalam sistem
pencernaan.Selain itu, Zat gizi terbagi menjadi 2 yakni zat gizi organik
& zat anorganik. Adapun zat gizi organik ini yakni seperti lemak,
karbohidrat, protein, dan vitamin. Sementara zat gizi anorganik yakni terdiri
dari air dan mineral.
Macam-Macam Zat Gizi :
1. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Sumbernya
- Nabati
yakni merupakan sumber gizi yang berasal dari tumbuhan.
- Hewani
yakni merupakan zat gizi yang berasal dari hewan.
2. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Jumlahnya
- Zat gizi makro atau makronutrisi
Yakni merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang
besar dengan satuan gram. Adapun zat gizi makro ini ialah karbohidrat,
protein, dan lemak.
- Zat mikro atau mikronutrisi
Yakni merupakan zat gizi /nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang
sedikit Adapun zat gizi mikro ialah vitamin, air, dan mineral.
3. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Fungsinya
- Sumber energi bagi tubuh
Energi bagi tubuh digolongkan pada jenis gizi seperti protein,
karbohidrat, dan lemak.
- Pembangunan & Penjaga tubuh
Pembangun dan penjaga tubuh digolongkan pada jenis gizi yakni seperti
protein, vitamin, mineral, dan lemak.
- Pengatur kerja dalam tubuh
Pengatur kerja dalam tubuh ialah untuk mengatur proses metabolisme yang
terdapat pada tubuh yang digolongkan pada jenis gizi seperti lemak,
protein, air, dan mineral.
b.
Sejarah
Perkembangan Ilmu Gizi
Berdiri
tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York,
AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk kelangsungan hidup. Sedangkan
pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa
makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh
makan.Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu,
antara lain:
Penelitian
tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine
Lavoisier (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan
penggunaan energi makanan yang meliputi proses pernafasan, oksidasi dan
kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya penelitian
tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan makanan pokok.
Penemuan
Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun
1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat
esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu
konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh
konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
Penemuan
Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul
penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan
hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi
utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun
1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920,
vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
Penelitian
Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan
diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan
vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960,
penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara
zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia
dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.
c.Pengelompokan
zat gizi menurut kebutuhan
Pengelompokan Zat
Gizi Menurut Kebutuhan Terbagi
dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.
a. Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi
untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan),
pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein,
makromineral dan air.
b. Mikronutrien
Golongan mikronutrien terdiri dari :
- Karbohidrat
– Glukosa; serat.
- Lemak/
lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
- Protein
– Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin;
treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
- Mineral
– Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi;
selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel;
silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
- Vitamin
– Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol);
vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6;
vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
- Air
3. KEBUTUHAN GIZI PADA MASA
REPRODUKSI
a.
Prinsip gizi dalam masa reproduksi
Makanan bagi
kita perempuan harus sesuai dengan kebutuhan yaitu makanan yang seimbang
sesuai dengan perkembangan pada masa reproduksi. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi wanita pada masa reproduksi,
antara lain:
1.
Menyediakan
energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan
bayi.
2.
Menyediakan
semua kebutuhan (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).
3.
Dapat
menghindarkan pengaruh negatif bagi system reproduksi.
4.
Mendukung
metabolisme tubuh dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan
tekanan darah.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi
gizi pada masa reproduksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
gizi pada masa
reproduksi antara lain:
+Umur
Lebih muda umur , maka energi yangg
dibutuhkan lebih banyak.
+Berat Badan
Berat badan lebih ataupun kurang dari
berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah
zat makanan yang harus dicukupi.
+Aktivitas
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan
maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
+Status
Kesehatan
Pada saat kondisi tidak sehat maka
asupan energi tetap harus diperhatikan.
+Pengetahuan
Zat Gizi dalam Makanan
Perencanaan dan penyusunan makanan kaum
ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi
perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang antara lain:
1.
Kemampuan
keluarga dalam membeli makanan.
2.
Pengetahuan
tentang zat gizi.
Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi
lebih efisien dalam menyerap zat
gizi dari makanan
sehari-hari.
+Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan
Pada umumnya, kaum ibu atau wanita
lebih memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut hamil.
Ibu hamil sebaiknya
memeriksakan kehamilannya, minimal empat kali selama kehamilannya.
+Status
Ekonomi
Status ekonomi maupun sosial
mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.
c.
Pengaruh status
gizi pada masa reproduksi
Usia reproduksi, tingkat aktivitas
sangat mempengaruhi kebutuhan energi pada remaja. Pengaruh gizi / nutrisi
sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sistem reproduksi. Kekurangan nutrisi pada seorang yang
mengalami anemia dan
kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi dengan berat badan yang
rendah, dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk
hamil. Kekurangan zat gizi pada ibu hamil yang menderita anemia dan kurang
berat badan akan lebih mempunyai kesempatan untuk melahirkan bayi dengan
berat badan rendah dibanding dengan ibu hamil yang dengan asupan gizi yang
cukup dan seimbang.
Keberadaan remaja wanita 15-21 tahun
sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu. Pubertas dan status gizi, pubertas (akil balig) adalah suatu masa pematangan
kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi. Cepat
lambatnya seseorang mengalami pubertas antara
lain dipengaruhi oleh keadaan gizi.
Seorang anak yang gizinya lebih baik akan lebih cepat mengalami masa pubertas,
sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil balignya. Tidak
ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi periode yang pertama kali,
namun hal ini akan terjadi antara usia 10-14 tahun, tapi sedikit lebih awal
atau lebih lambat tidak semua anak sama. Pada remaja energi dan protein
dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa, demikian pula vitamin dan
mineral. Vitamin B1,
B2 dan B6 sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian
pula asam folat dan
vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan
yang diperlukan oleh jaringan.
d. Menu seimbang pada masa
reproduksi
1. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk
memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral sebagai
pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan pada masa reproduksi ini.
2. Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi untuk
mencegah hipertensi.
3. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi dalam tubuh,
produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur keseimbangan
asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)
4. Membatasi minum kopi, kandungan KAFEIN dalam kopi meningkatkan
buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak
jantung meningkat. Paling banyak 2 cangkir kopi/hari
vv
1. DAYA KASIH KRISTUS DALAM PENERAPAN
ASUHAN GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI WANITA
a.
Pengetian
aktivitas kasih kristus dan latihan
Menurut kamu kasih itu
apa sih ?
Trus apa hubungan kasih dengan orang-orang di sekitar kita di kegiatan kita
sehari-hari ?
Apakah di jaman now kasih itu masih ada atau kian memudar seiring semakin
tingginya rasa ego kita?Sebenarnya ga perlu internet atau gadget untuk tahu apa
itu kasih karena kamu dapat menemukan pengertiannya di dalam Alkitab. Alkitab
sangat jelas menjabarkan apa itu KASIH.
“Kasih itu sabar; kasih itu
murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia
tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia
tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” ( 1 Korintus 13:4–5)Sebenarnya kalau berbicara tentang kasih, ga
hanya ada di ayat itu tapi kamu akan banyak menemukan juga di ayat dan kitab
lainnya. Ga percaya? Coba deh mulai dibuka lagi Alkitabnya !
Kasih itu tindakan bukan hanya
sekedar kata-kata.
Iya sih, ga gampang untuk kita melakukan dan menunjukkan kasih itu kepada dunia
di tengah — tengah orang yang semakin mementingkan dirinya masing-masing tapi
bukan berarti ga bisa. Mulailah dengan hal-hal yang sederhana seperti menghormati
orangtua, menyediakan waktu untuk mendengar curahan hati temanmu atau
memberikan makanan kepada yang membutuhkan (misalnya pas pulang sekolah /
kampus / kerja ga sengaja ketemu dengan pemulung ga ada salahnya kan kamu
mengajak mereka makan di tempat sederhana atau memberikan mereka makanan. Ga
perlu mahal yang penting niatnya baik dan ikhlas. Lagian ya, siapa tahu saat
makan bareng mereka kamu jadi ada kesempatan untuk bercerita tentang Tuhan).
Jangan baru diledekin ‘aneh’ karena mengasihi sesama.
b. Komunikasi efektif
a.Pengertian komunikasi efektif
menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp
dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa
komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling
tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi.
Komunikasi yang lebih efektif terjadi
apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial
yang baik pula. Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan
komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak
terjadi persepsi (salah paham)
b. Langkah – langkah membangun
komunikasi yang efektif
Setiap individu mempunyai respon
yang berbeda – beda dalam menghadapi masalah. Dalam menanggapi respon yang
disampaikan klien , bidan dapat menggunakan berbagai langkah komunikasih
sebagai berikut :
1. Bertanya
Bertanya merupakan teknik yang dapat
mendorong klien untuk mengungkapkan perasaandan pikirannya. Langkah ini sering
digunakan pada tahap orientasi dengan pertanyaan yang terarah, maka kita dapat
mengembangkan komunikasi yang efektif, yang pada gilirannya kita akan
memperoleh informasi penting. Contoh bertanya yang efektif “maaf, bolehkah saya
tahunama lengkap ibu?”
2.Mendengarkan
Mendengarkan merupakan dasar utama
dalam komunikasi hal ini disebabkan dengan mendengarkan kita dapat mengolah
secara konprehensif semua stimuli dan pesan yang kita terima, sampai kita dapat
memahami dan mengingat dengan cermat pada gilirannya akan menjadi bekal penting
untuk melakukan proses komunikasi yang efektif.
3.Mengulang
Maksud mengulang yaitu mengulang
kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien. Hal ini menunjukkan
bahwa kita sedang mengarahkan dan memfalidasi, menguatkan dan mengembalikan
perhatian klien pada suatu yang telah diucapkan ketika klien mengatakan. Contoh
“saya pusing, banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan”.
4.Klarifikasi
Klarifikasi adalah menjelaskan
kembali ide atau pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk
menjelaskan arti dari ungkapannya. Contohnya “bidan : apa yang anda maksud
dengan...?”
5.Refleksi
Refleksi adalah mengarahkan kembali
ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan pada klien. Contohnya “klien:
apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?”
6.Memfokuskan
Langkah memfokuskan bertujuan
memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah inti dan mengarahkan
komunikasi klien pada mencapaian tujuan, dengan demikian akan terhindar dari
pembicaraan tanpa arah. Contoh “bidan: hal ini tampaknya lebih penting, mari
kita bicarakanlebih dalam lagi!”
7.Diam (memelihara ketenangan)
Langkah diam digunakan untuk
memberikan kesempatan pada klien sebelum menjawab pertanyaan bidan. Penggunaan
metode diam memerlukan keterampilan dan ketepatan waktu, jika tidak maka akan
dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak.
8.Memberi informasi
Memberi informasi merupakan tindakan
penyuluhan kesehatan untuk klien. Agar informasi dapat diterima dengan baik,
perlu kecakapan yang mesti diperhatikan :
•
Gunakan
bahasa yang mudah dimengerti.
•
Jangan
menggunakan istilah yang tidak dimengerti.
•
Tidak
perlu tergesa-gesa atau berambisi dalam menyampaikan informasi.
•
Hindari
kata-kata yang sifatnya mengancam
•
Ulangi
informasi yang penting.
•
Gunakan
empati yaitu dapat merasakan apa yang dapat dirasakan
9.Menyimpulkan
Menyimpulkan adalah teknik
komunikasi yang membantu klien mengeksplorasi poin penting dari interaksi bidan
– klien. Teknik menyimpulkan ini juga bermanfaat pada tahap kerja. Pada saat
menyimpulkan bidan dan klien dapat mendefinisikan pokok masalah, sehingga
memungkinkanmembuat perencanaan untuk mengatasi masalah.
c. Aspek etik dan legal yang
berorientasi pada asuhan
Konsep Legal Etik
merupakan bentuk ekspresi bagaimana kita tim medis khususnya bidan dapat
mengatur diri sendiri, dan etika kebidanan yang diatur dalam kode etik. Aspek
Legal Etik ini adalah Aspek aturan dalam memberikan asuhan. sesuai lingkup
wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak
dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang.Didasarkan pada ilmu dan kiat
asuhan ditujukan kepada individu,
keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup
seluruh proses kehidupan manusia. Kita tim kesehatan adalah bagian integral
dari pelayanan kesehatan tidak saja membutuhkan kesabaran. Kemampuannya untuk
ikut mengatasi masalah-masalah kesehatan tentu harus juga bisa
diandalkan.Setiap profesi pada dasarnya memiliki tiga syarat utama, yaitu
kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan yang ekstensif, komponen
intelektual yang bermakna dalam melakukan tugasnya, dan memberikan pelayanan
yang penting kepada masyarakat.Praktik asuhan yang aman memerlukan pemahaman
tentang batasan legal yang ada dalam praktik. Sama dengan semua aspek dalam
profesi kesehatan dimanapun berada.
2. KONSEP
DASAR ILMU GIZI
a.
Pengetian
Gizi atau Nutrisi merupakan zat yang terdapat pada makanan
yang dibutuhkan oleh organism untuk pertumbuhan serta perkembangan yang
dimanfaatkan langsung oleh tubuh yang meliputi vitamin, mineral, protein,
lemakmaupun air. Adapun zat gizi didapat dari makanan yang diperoleh
dalam bentuk sari makanan dari hasil proses pemecahan pada saat dalam sistem
pencernaan.Selain itu, Zat gizi terbagi menjadi 2 yakni zat gizi organik
& zat anorganik. Adapun zat gizi organik ini yakni seperti lemak,
karbohidrat, protein, dan vitamin. Sementara zat gizi anorganik yakni terdiri
dari air dan mineral.
Macam-Macam Zat Gizi :
1. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Sumbernya
- Nabati
yakni merupakan sumber gizi yang berasal dari tumbuhan.
- Hewani
yakni merupakan zat gizi yang berasal dari hewan.
2. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Jumlahnya
- Zat gizi makro atau makronutrisi
Yakni merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang
besar dengan satuan gram. Adapun zat gizi makro ini ialah karbohidrat,
protein, dan lemak.
- Zat mikro atau mikronutrisi
Yakni merupakan zat gizi /nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang
sedikit Adapun zat gizi mikro ialah vitamin, air, dan mineral.
3. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Fungsinya
- Sumber energi bagi tubuh
Energi bagi tubuh digolongkan pada jenis gizi seperti protein,
karbohidrat, dan lemak.
- Pembangunan & Penjaga tubuh
Pembangun dan penjaga tubuh digolongkan pada jenis gizi yakni seperti
protein, vitamin, mineral, dan lemak.
- Pengatur kerja dalam tubuh
Pengatur kerja dalam tubuh ialah untuk mengatur proses metabolisme yang
terdapat pada tubuh yang digolongkan pada jenis gizi seperti lemak,
protein, air, dan mineral.
b.
Sejarah
Perkembangan Ilmu Gizi
Berdiri
tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York,
AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk kelangsungan hidup. Sedangkan
pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa
makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh
makan.Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu,
antara lain:
Penelitian
tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine
Lavoisier (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan
penggunaan energi makanan yang meliputi proses pernafasan, oksidasi dan
kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya penelitian
tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan makanan pokok.
Penemuan
Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun
1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat
esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu
konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh
konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
Penemuan
Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul
penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan
hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi
utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun
1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920,
vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
Penelitian
Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan
diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan
vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960,
penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara
zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia
dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.
c.Pengelompokan
zat gizi menurut kebutuhan
Pengelompokan Zat
Gizi Menurut Kebutuhan Terbagi
dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.
a. Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi
untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan),
pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein,
makromineral dan air.
b. Mikronutrien
Golongan mikronutrien terdiri dari :
- Karbohidrat
– Glukosa; serat.
- Lemak/
lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
- Protein
– Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin;
treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
- Mineral
– Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi;
selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel;
silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
- Vitamin
– Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol);
vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6;
vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
- Air
3. KEBUTUHAN GIZI PADA MASA
REPRODUKSI
a.
Prinsip gizi dalam masa reproduksi
Makanan bagi
kita perempuan harus sesuai dengan kebutuhan yaitu makanan yang seimbang
sesuai dengan perkembangan pada masa reproduksi. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi wanita pada masa reproduksi,
antara lain:
1.
Menyediakan
energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan
bayi.
2.
Menyediakan
semua kebutuhan (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).
3.
Dapat
menghindarkan pengaruh negatif bagi system reproduksi.
4.
Mendukung
metabolisme tubuh dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan
tekanan darah.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi
gizi pada masa reproduksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
gizi pada masa
reproduksi antara lain:
+Umur
Lebih muda umur , maka energi yangg
dibutuhkan lebih banyak.
+Berat Badan
Berat badan lebih ataupun kurang dari
berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah
zat makanan yang harus dicukupi.
+Aktivitas
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan
maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
+Status
Kesehatan
Pada saat kondisi tidak sehat maka
asupan energi tetap harus diperhatikan.
+Pengetahuan
Zat Gizi dalam Makanan
Perencanaan dan penyusunan makanan kaum
ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi
perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang antara lain:
1.
Kemampuan
keluarga dalam membeli makanan.
2.
Pengetahuan
tentang zat gizi.
Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi
lebih efisien dalam menyerap zat
gizi dari makanan
sehari-hari.
+Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan
Pada umumnya, kaum ibu atau wanita
lebih memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut hamil.
Ibu hamil sebaiknya
memeriksakan kehamilannya, minimal empat kali selama kehamilannya.
+Status
Ekonomi
Status ekonomi maupun sosial
mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.
c.
Pengaruh status
gizi pada masa reproduksi
Usia reproduksi, tingkat aktivitas
sangat mempengaruhi kebutuhan energi pada remaja. Pengaruh gizi / nutrisi
sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sistem reproduksi. Kekurangan nutrisi pada seorang yang
mengalami anemia dan
kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi dengan berat badan yang
rendah, dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk
hamil. Kekurangan zat gizi pada ibu hamil yang menderita anemia dan kurang
berat badan akan lebih mempunyai kesempatan untuk melahirkan bayi dengan
berat badan rendah dibanding dengan ibu hamil yang dengan asupan gizi yang
cukup dan seimbang.
Keberadaan remaja wanita 15-21 tahun
sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu. Pubertas dan status gizi, pubertas (akil balig) adalah suatu masa pematangan
kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi. Cepat
lambatnya seseorang mengalami pubertas antara
lain dipengaruhi oleh keadaan gizi.
Seorang anak yang gizinya lebih baik akan lebih cepat mengalami masa pubertas,
sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil balignya. Tidak
ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi periode yang pertama kali,
namun hal ini akan terjadi antara usia 10-14 tahun, tapi sedikit lebih awal
atau lebih lambat tidak semua anak sama. Pada remaja energi dan protein
dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa, demikian pula vitamin dan
mineral. Vitamin B1,
B2 dan B6 sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian
pula asam folat dan
vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan
yang diperlukan oleh jaringan.
d. Menu seimbang pada masa
reproduksi
1. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk
memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral sebagai
pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan pada masa reproduksi ini.
2. Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi untuk
mencegah hipertensi.
3. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi dalam tubuh,
produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur keseimbangan
asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)
4. Membatasi minum kopi, kandungan KAFEIN dalam kopi meningkatkan
buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak
jantung meningkat. Paling banyak 2 cangkir kopi/hari