Sabtu, 30 Mei 2020

Gizi seimbang bagi balita


      Prinsip Gizi Seimbang bagi Balita

                    Masa balita adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Pada masa ini otak balita telah siap menghadapi berbagai stimulasi seperti belajar berjalan dan berbicara lebih lancer. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat  irreversible (tidak dapat pulih). Makanan seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut.

  Setelah anak berumur satu tahun menunya bervariasi untuk mencegah kebosanan dan diberi susu, serealia (seperti bubur beras, roti), daging, sup, sayuran, dan buah-buahan. Makanan padat yang diberikan tidak perlu diblender lagi melainkan yang kasar supaya anak yang sudah mempunyai gigi dapat belajar mengunyah.

   Anak di bawah lima tahun (balita) merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat-zat yang tinggi setiap kilogram badannya. Berikut ini merupakan prinsip permberian nutrisi pada balita :

a.         Tinggi energy, protein, vitamin dan mineral

b.         Dapat diterima oleh bayi dan anak dengan baik

c.         Diproduksi setempat dan menggunakan bahan-bahan setempat

d.        Mudah didapat dalam bentuk kering dengan demikian mudah disimpan dan praktis penggunaannya

e.         Ringkas tetapi mempunyai nilai gizi maksimum



2.2    Macam macam makanan bagi balita

a.    Sayuran dan buah-buahan

Sudah bukan rahasia lagi kalau sayur dan buah merupakan jenis makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat untuk balita. Penting untuk mengenalkan berbagai macam sayuran dan buah-buahan sedini mungkin pada balita.

Baik itu sayur dan buah-buahan segar, beku, kaleng, atau yang dikeringkan. Pastikan bahwa sayur dan buah-buahan selalu menjadi bagian dari menu yang ada di meja makan.

Tiap sayur dan buah-buahan mengandung vitamin dan mineral yang berbeda. Jadi, semakin bervariasi jenis makanan sayur dan buah yang balita konsumsi, semakin baik untuk pertumbuhannya.

b.    Makanan berkarbohidrat 


Makanan berkarbohidrat mengandung energi, nutrisi, dan serat yang baik untuk balita. Jenis makanan ini umumnya digemari oleh anak-anak, mulai dari roti ataupun sereal, kentang atau ubi, nasi, sampai pasta.

Anda juga dapat memberi balita, makanan yang terbuat dari biji gandum utuh (whole grain), seperti roti gandum, pasta, dan nasi merah.

c.     Susu dan produk olahannya


Susu segar dan makanan produk olahan susu lainnya yang berlemak tinggi adalah sumber utama kalsium untuk balita. Ini berfungsi untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan tulang dan gigi. 

Produk-produk ini juga kaya akan vitamin A yang membantu tubuh untuk melawan infeksi dan dibutuhkan untuk kesehatan kulit dan mata.

Mengingat balita merupakan anak dengan kelompok usia 2-5 tahun, Anda sudah bisa mengganti ASI atau susu formula dengan susu UHT. 

d.    Daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sumber protein lainnya


Anak-anak membutuhkan asupan protein dan zat besi yang tinggi selama masa pertumbuhan. Coba untuk mengenalkan balita pada makanan berprotein tinggi setidaknya satu porsi dalam sehari. Daging, ikan, telur, biji-bijian (misalnya kacang hijau dan kacang polong), dan produk olahan biji (misalnya tahu, tempe) adalah sumber protein dan zat besi yang baik.

2.3  Pengolahan Bahan Makanan bagi Balita

Pengolahan bahan makanan adalah tindakan mengolah bahan pangan atau makanan    dengan menggunakan teknik memasak yang tepat, yang meliputi :

a.                  Menggoreng

Bahan makanan yang digunakan untuk digoreng biasanya ayam goring dengan bumbu crispy, ikan goring, tahu goring atau tahu yang dicampur garam, merica, tepung roti dan dibuat nugget, dan tempe goreng.



b.                 Mengukus

Makanan yang dikukus biasanya, ayam yang ditambah daun kemangi, tomat, dan bumbu lainnya dan dibuat pepes ayam, pepes ikan, pepes tahu, dan pepes tempe.



c.                  Merebus

Teknik merebus seperti sayuran, wortel, buncis, kol, ayam atau daging dan ditambah bumbu lain yang dibuat sayur sop.



d.                 Menumis

Bahan makanan yang ditumis biasanya sayuran hijau seperti kangkung yang ditumis menggunakan bawang merah, bawang putih, garam, sedikit gula putih dan sawi biasanya ditumis dengan tahu yang telah digoreng.







2.4              Factor yang Mempengaruhi Gizi pada Balita

a.              Tingkat pendidikan orang tua

Orang tua yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan lebih memahami makanan dan memilih makanan yang baik untuk anaknya.



b.                 Social budaya

Ada sebagian masyarakat yang mempunyai adat istiadat tertentu terutama tentang pemberian makanan yang boleh dan tidak boleh. Misalnya tidak boleh makan telur jika ada luk, karena akan menyebabkan terjadinya pembusukan pada luka dan lain sebagainya. Seharusnya telur merupakan sumber gizi yang tinggi kadar proteinnya dan baik untuk penyembuhan luka.



c.                  Serat makanan

Serat baik untuk kesehatan pencernaan. Anak-anak yang diberi makanan yang berserat akan baik untuk kesehatan dan pertumbuhannya.



d.                 Kemudahan cerna

 Nutrient dalam bahan makanan yang lazim tersedia biasanya mudah dicerna. Persentase nutrient yang dapat diasimilasi dalam sebagian besar bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari cukup tinggi, misalnya untuk karbohidrat 97% dan lemak 95%. Walaupun demikian beberapa factor dapat mempengaruhi proses kemudahan cerna tersebut, diantaranya cara menyimpan, mengolah dan memasak bahan makanan, serta terdapatnya bahan senyawa lain secara bersamaan.

a.      Rasa kenyang

 selain terhadap kepuasan dan terpenuhinya rasa kenyang, pemberian makanan harus dapat pula memenuhi persyaratan segi kesehatan. Beberapa jenis makanan mempunyai nilai rasa kenyang yang tinggi, berarti cepat memberikan rasa kenyang, seperti susu, telur, makanan yang berlemak. Sedangkan roti, kentang, daging tanpa lemak, ikan, sayur dan buah mempunyai nilai yang rendah.

b.         Sumber  makanan

Semakin sulit atau jauh mendapatkan makanan yang mendukung gizi akan semakin sulit juga bagi seseorang untuk mendapatkan makanan yang mengandung cukup gizi atau gizi yang baik.



c.              Autosintesis vitamin

Ada beberapa jenis vitamin ternyata dapat dibentuk dalam tubuh individu sendiri. Misalnya sintesis vitamin K, biotin dan asam pantotenat hanya mungkin berlangsung bila terdapat bakteri flora usus.



d.             Pengaruh obat

Secara umum telah dikenal bahwa pemberian antibiotic berspektrum luas untuk waktu yang cukup lama dapat menyebabkan stomatitis, diare,  atau berkurangnya sintesis vitamin K (Devirat ampisillin, Kloramfenikol). Dan pemberian INH dapat menimbulkan gejala defisiensi piridoksin.



e.              Faktor endokrin

Beberapa jenis bahan makanan diketahui mengandung bahan antitiroid yang mengakibatkan meningkatnya kebutuhan yodium , misalnya lobak, kubis, kacang kedelei. Demikian pula pemberian kortikosteroid untuk jangka waktu lama memerlukan penambahan masukan protein, kalium dan kalsium, serta pengurangan natrium.



f.              Faktor  emosional

Dengan berubahnya keadaan sosial masyarakat, sering dijumpai keluhan seorang ibu mengenai kesulitan dalam pemberian makan pada anak, terutama bila keluarga sangat disibukkan oleh berbagai masalah di luar dugaan.

2.5     Factor Pemberian Makanan pada Balita

a.         Anoreksian

            Anoreksian adalah keadaan nafsu makan rendah atau sama sekali tidak ada. Anoreksian disebabkan oleh berbagai factor, berupa penyakit organis, psikologis atau pengaturan makanan yang kurang baik. Anoreksian yang menyertai penyakit organis akan menghilangkan bila anak telah sembuh dari penyakit primernya.

Berbagai penyakit infeksi baik yang mendadak  maupun yang menahun, kelainan bawaan misalnya pada jantung dan saluran pencernaan serta mungkin pula karena defisiensi gizi sendiri, misalnya defisiensi besi sering kali menjadi penyebab anoreksia pada anak. Gangguan psikologis terdapat anak keluarga yang sedang mengalami kesulitan rumah tangga, suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan bersama dengan orang tua, dipaksa makan makanan yang tidak disukai.  Anoreksia perlu segera mendapat perhatian karena mungkin merupakan segala sesuatu penyakit yang harus segera diobati. Anoreksia mungkin hanya bersifat sementara, sebagai variasi normal dalam nafsu makan sehari-hari. Anoreksia mungkin bersifat sesungguhnya (bukan tanda penyakit lain), yaitu bila anak sebenarnya masih menyukai jenis makanan yang lain.

Pengobatan terhadap anoreksia terdiri dari :

a.         Memperbaiki factor penyebabnya, baik oleh gangguan organis atau psikologis

b.         Memperbaiki dafinisi gizi yang telah terjadi dengan pengaturan makanan yang sesuai dan  pemberian preparat vitamin

c.         Obat-obat perangsang nafsu makan misalnya Cyproheptadine, Pizotifen dan sebagainya hanya diberikan  bila perlu dan jelas tidak ditemukan penyebab yang nyata dari anoreksia tersebut.

d.      Pika

       Pika ialah nafsu makan yang aneh, yaitu penderita menunjukkan nafsu makan terhadap berbagai atau salah satu objek yang bukan tergolong makanan, misalnya tanah, pasir, rumput, bulu, selimut wol, pecahan kaca, kotoran hewan, cat kering dan sebagainya. Terdapat golongan anak dibawah umur 3 tahun, biasanya diatas 1 tahun, sebab bayi yang sedang merangkak dan anak sapihan wajar bila suka memasukkan benda-benda yang dipegangnya ke dalam mulutnya.

Keadaan tersebut merupakan gejala normal, sebagai suatu tahap perkembangan oral dalam usaha memperoleh pengalaman keputusan dan mengadakan eksplorasi dunia luar dengan menggunakan mulutnya. Pada penderita pika, tingkah laku demikian sering disertai kesukaan untuk bermain dengan benda-benda kotor. Pika mungkin terdapat pada penderita defisiensi gizi, mungkin pula pada penderita retardasi mental.

Penderita pika butuh pengawasan yang ketat agar tidak memakan benda yang berbahaya, misalnya yang mengakibatkan keracunan dan infeksi. Berikan pula penderita benda yang tidak berbahaya, agar digigit, dikunyah dan  dipermainkan dengan mulutnya.

b.             Diare

          Diare dapat disebabkan oleh berbagai sebab, baik kelainan usus maupun diluar usus, tetapi mungkin pula karena makanan yang kurang cocok komposisinya sering ditemukan pada bayi dan balita yang minum susu botol karena kontaminasi.



c.         Kolik

        Kolik ialah kumpulan gejala, terutama berupa serangan paroksimal dari perasaan nyeri perut yang dapat disertai dengan wajah kemerahan atau kebiruan. Kelainan ini dapat terjadi pada bayi muda, biasanya dibawah 3 bulan. Penyebabnya mungkin terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, gangguan emosi dan lain-lain.



2.6    Pengaruh Status Gizi Seimbang bagi Balita

            Pertumbuhan dan perkembangan anak ditentukan sebagian oleh factor keturunan, akan tetapi lingkungan juga mempunyai peran yang besar. Factor-faktor lingkungan berperan dalam tumbuh kembang anak ialah masukan makanan (diet), sinar matahari, lingkungan yang bersih, latihan jasmani, keadaan kesehatan.

            Bagi pertumbuhan bayi yang penting tentunya pemberian makanan yang kualitas maupun kuantitasnya baik hingga bayi dapat tumbuh normal, tidak terlalu kurus akan terjadi juga tidak kegemukan. Tiap kali bayi menderita sakit, seperti penyakit infeksi, nafsu makannya akan berkurang sedangkan kebutuhan energy dan zat-zat meningkat pada tiap infeksi, baik yang ringan maupun yang berat.







2.7            Menu Seimbang bagi balita

  Makanan memegang peranan penting dalam pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Oleh karenanya, pola makan yang baik dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini, antara lain dengan pengenalan jam-jam makan dan variasi makanan.

Gizi seimbang dapat dipenuhi dengan pemberian makanan sebagai berikut :

1)        Agar kebutuhan gizi seimbang anak terpenuhi, makanan sehari-hari sebaiknya terdiri atas ketiga golongan bahan makanan tersebut.

2)        Kebutuhan bahan makanan itu perlu diatur, sehingga anak mendapatkan asupan gizi yang diperlukan secara utuh dalam satu hari. Waktu-waktu yang disarankan adalah :

· Pagi hari waktu sarapan

· Pukul 10.00 sebagai selingan. Tambahkan susu

· Pukul 12.00 pada waktu makan siang

· Pukul 16.00 sebagai selingan

· Pukul 18.00 pada waktu makan malam

· Sebelum tidur malam, tambahkan susu

· Jangan lupa kumur-kumur dengan air putih atau gosok gigi.

Contoh pola jadwal pemberian makanan pada balita

Waktu makan
Komposisi
Pagi
Bubur beras atau roti dioles mentega, telur, daging atau ikan dan susu satu gelas.
Siang
Nasi Daging, ayam, ikan, telur, tahu atau tempe Sayur seperti tomat, wortel dan bayam Buah seperti pisang, jeruk, pepaya apel dan satu gelas susu
Sore atau malam
Nasi atau roti dioles mentega Daging, ayam, ikan tahu atau tempe Sayur-mayur, Buah atau pudding, dan satu gelas susu


Daya kasih dan komunikasi


1
    DAYA KASIH KRISTUS DALAM PENERAPAN ASUHAN GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI WANITA



a.      Pengetian aktivitas kasih kristus dan latihan

Menurut kamu kasih itu apa sih ?
Trus apa hubungan kasih dengan orang-orang di sekitar kita di kegiatan kita sehari-hari ?
Apakah di jaman now kasih itu masih ada atau kian memudar seiring semakin tingginya rasa ego kita?Sebenarnya ga perlu internet atau gadget untuk tahu apa itu kasih karena kamu dapat menemukan pengertiannya di dalam Alkitab. Alkitab sangat jelas menjabarkan apa itu KASIH.

            “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” ( 1 Korintus 13:4–5)
Sebenarnya kalau berbicara tentang kasih, ga hanya ada di ayat itu tapi kamu akan banyak menemukan juga di ayat dan kitab lainnya. Ga percaya? Coba deh mulai dibuka lagi Alkitabnya !

            Kasih itu tindakan bukan hanya sekedar kata-kata.
Iya sih, ga gampang untuk kita melakukan dan menunjukkan kasih itu kepada dunia di tengah — tengah orang yang semakin mementingkan dirinya masing-masing tapi bukan berarti ga bisa. Mulailah dengan hal-hal yang sederhana seperti menghormati orangtua, menyediakan waktu untuk mendengar curahan hati temanmu atau memberikan makanan kepada yang membutuhkan (misalnya pas pulang sekolah / kampus / kerja ga sengaja ketemu dengan pemulung ga ada salahnya kan kamu mengajak mereka makan di tempat sederhana atau memberikan mereka makanan. Ga perlu mahal yang penting niatnya baik dan ikhlas. Lagian ya, siapa tahu saat makan bareng mereka kamu jadi ada kesempatan untuk bercerita tentang Tuhan). Jangan baru diledekin ‘aneh’ karena mengasihi sesama.


b. Komunikasi efektif

a.Pengertian komunikasi efektif

menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih  efektif terjadi apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik pula. Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak terjadi persepsi (salah paham)

b. Langkah – langkah membangun komunikasi yang efektif

Setiap individu mempunyai respon yang berbeda – beda dalam menghadapi masalah. Dalam menanggapi respon yang disampaikan klien , bidan dapat menggunakan berbagai langkah komunikasih sebagai berikut :

1. Bertanya

Bertanya merupakan teknik yang dapat mendorong klien untuk mengungkapkan perasaandan pikirannya. Langkah ini sering digunakan pada tahap orientasi dengan pertanyaan yang terarah, maka kita dapat mengembangkan komunikasi yang efektif, yang pada gilirannya kita akan memperoleh informasi penting. Contoh bertanya yang efektif “maaf, bolehkah saya tahunama lengkap ibu?”











2.Mendengarkan

Mendengarkan merupakan dasar utama dalam komunikasi hal ini disebabkan dengan mendengarkan kita dapat mengolah secara konprehensif semua stimuli dan pesan yang kita terima, sampai kita dapat memahami dan mengingat dengan cermat pada gilirannya akan menjadi bekal penting untuk melakukan proses komunikasi yang efektif.

3.Mengulang

Maksud mengulang yaitu mengulang kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien. Hal ini menunjukkan bahwa kita sedang mengarahkan dan memfalidasi, menguatkan dan mengembalikan perhatian klien pada suatu yang telah diucapkan ketika klien mengatakan. Contoh “saya pusing, banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan”.

4.Klarifikasi

Klarifikasi adalah menjelaskan kembali ide atau pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk menjelaskan arti dari ungkapannya. Contohnya “bidan : apa yang anda maksud dengan...?”

5.Refleksi

Refleksi adalah mengarahkan kembali ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan pada klien. Contohnya “klien: apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?”

6.Memfokuskan

Langkah memfokuskan bertujuan memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah inti dan mengarahkan komunikasi klien pada mencapaian tujuan, dengan demikian akan terhindar dari pembicaraan tanpa arah. Contoh “bidan: hal ini tampaknya lebih penting, mari kita bicarakanlebih dalam lagi!”

7.Diam (memelihara ketenangan)

Langkah diam digunakan untuk memberikan kesempatan pada klien sebelum menjawab pertanyaan bidan. Penggunaan metode diam memerlukan keterampilan dan ketepatan waktu, jika tidak maka akan dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak.







8.Memberi informasi

Memberi informasi merupakan tindakan penyuluhan kesehatan untuk klien. Agar informasi dapat diterima dengan baik, perlu kecakapan yang mesti diperhatikan :

                     Gunakan bahasa yang mudah dimengerti.

                     Jangan menggunakan istilah yang tidak dimengerti.

                     Tidak perlu tergesa-gesa atau berambisi dalam menyampaikan informasi.

                     Hindari kata-kata yang sifatnya mengancam

                     Ulangi informasi yang penting.

                     Gunakan empati yaitu dapat merasakan apa yang dapat dirasakan

9.Menyimpulkan

Menyimpulkan adalah teknik komunikasi yang membantu klien mengeksplorasi poin penting dari interaksi bidan – klien. Teknik menyimpulkan ini juga bermanfaat pada tahap kerja. Pada saat menyimpulkan bidan dan klien dapat mendefinisikan pokok masalah, sehingga memungkinkanmembuat perencanaan untuk mengatasi masalah.





c. Aspek etik dan legal yang berorientasi pada asuhan

Konsep Legal Etik merupakan bentuk ekspresi bagaimana kita tim medis khususnya bidan dapat mengatur diri sendiri, dan etika kebidanan yang diatur dalam kode etik. Aspek Legal Etik ini adalah Aspek aturan dalam memberikan asuhan. sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang.Didasarkan pada ilmu dan kiat asuhan  ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Kita tim kesehatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan tidak saja membutuhkan kesabaran. Kemampuannya untuk ikut mengatasi masalah-masalah kesehatan tentu harus juga bisa diandalkan.Setiap profesi pada dasarnya memiliki tiga syarat utama, yaitu kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan yang ekstensif, komponen intelektual yang bermakna dalam melakukan tugasnya, dan memberikan pelayanan yang penting kepada masyarakat.Praktik asuhan yang aman memerlukan pemahaman tentang batasan legal yang ada dalam praktik. Sama dengan semua aspek dalam profesi kesehatan dimanapun berada.

2.      KONSEP DASAR ILMU GIZI



a.      Pengetian



Gizi atau Nutrisi merupakan zat yang terdapat pada makanan yang dibutuhkan oleh organism untuk pertumbuhan serta perkembangan yang dimanfaatkan langsung oleh tubuh yang meliputi vitamin, mineral, protein, lemakmaupun  air. Adapun zat gizi didapat dari makanan yang diperoleh dalam bentuk sari makanan dari hasil proses pemecahan pada saat dalam sistem pencernaan.Selain itu, Zat gizi terbagi menjadi 2 yakni zat gizi organik & zat anorganik. Adapun zat gizi organik ini yakni seperti lemak, karbohidrat, protein, dan vitamin. Sementara zat gizi anorganik yakni terdiri dari air dan mineral.

Macam-Macam Zat Gizi :


1. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Sumbernya


  • Nabati yakni merupakan sumber gizi yang berasal dari tumbuhan.
  • Hewani yakni merupakan zat gizi yang berasal dari hewan.

2. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Jumlahnya


  • Zat gizi makro atau makronutrisi
    Yakni merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar dengan satuan gram. Adapun zat gizi makro ini ialah karbohidrat, protein, dan lemak.

  • Zat mikro atau mikronutrisi
    Yakni merupakan zat gizi /nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit Adapun zat gizi mikro ialah vitamin, air, dan mineral.

3. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Fungsinya


  • Sumber energi bagi tubuh
    Energi bagi tubuh digolongkan pada jenis gizi seperti protein, karbohidrat, dan lemak.
  • Pembangunan & Penjaga tubuh
    Pembangun dan penjaga tubuh digolongkan pada jenis gizi yakni seperti protein, vitamin, mineral, dan lemak.
  • Pengatur kerja dalam tubuh
    Pengatur kerja dalam tubuh ialah untuk mengatur proses metabolisme yang terdapat pada tubuh yang digolongkan pada jenis gizi seperti lemak, protein, air, dan mineral.







b.      Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi

Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:

Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.

Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.

Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.

Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.

c.Pengelompokan zat gizi menurut kebutuhan

Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.

a. Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.

b. Mikronutrien
Golongan mikronutrien terdiri dari :

  • Karbohidrat – Glukosa; serat.
  • Lemak/ lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
  • Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
  • Mineral – Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
  • Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
  • Air

3. KEBUTUHAN GIZI PADA MASA REPRODUKSI

a.  Prinsip gizi dalam masa reproduksi

Makanan bagi kita perempuan harus sesuai dengan kebutuhan yaitu makanan yang seimbang sesuai dengan perkembangan pada masa reproduksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi wanita pada masa reproduksi, antara lain:

1.      Menyediakan energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan bayi.

2.      Menyediakan semua kebutuhan (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).

3.      Dapat menghindarkan pengaruh negatif bagi system reproduksi.

4.      Mendukung metabolisme tubuh dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan tekanan darah.






b. Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada masa reproduksi

Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada masa reproduksi antara lain:

+Umur


Lebih muda umur , maka energi yangg dibutuhkan lebih banyak.

+Berat Badan


Berat badan lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah zat makanan yang harus dicukupi.

+Aktivitas


Semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

+Status Kesehatan


Pada saat kondisi tidak sehat maka asupan energi tetap harus diperhatikan.

+Pengetahuan Zat Gizi dalam Makanan


Perencanaan dan penyusunan makanan kaum ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang antara lain:

1.      Kemampuan keluarga dalam membeli makanan.

2.      Pengetahuan tentang zat gizi.

Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi lebih efisien dalam menyerap zat gizi dari makanan sehari-hari.

+Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan


Pada umumnya, kaum ibu atau wanita lebih memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut hamil. Ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya, minimal empat kali selama kehamilannya.

+Status Ekonomi


Status ekonomi maupun sosial mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.







c.       Pengaruh status gizi pada masa reproduksi

Usia reproduksi, tingkat aktivitas sangat mempengaruhi kebutuhan energi pada remaja. Pengaruh gizi / nutrisi sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sistem reproduksi. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah, dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil. Kekurangan  zat gizi pada ibu hamil yang menderita anemia dan kurang  berat badan akan lebih mempunyai kesempatan untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah dibanding dengan ibu hamil yang dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang. 

Keberadaan remaja wanita 15-21 tahun sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu. Pubertas dan status gizi, pubertas (akil balig) adalah suatu masa pematangan kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi. Cepat lambatnya seseorang mengalami pubertas antara lain dipengaruhi oleh keadaan gizi. Seorang anak yang gizinya lebih baik akan lebih cepat mengalami masa pubertas, sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil balignya. Tidak ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi periode yang pertama kali, namun hal ini akan terjadi antara usia 10-14 tahun, tapi sedikit lebih awal atau lebih lambat tidak semua anak sama. Pada remaja energi dan protein dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa, demikian pula vitamin dan mineral. Vitamin B1, B2 dan B6 sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian pula asam folat dan vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan yang diperlukan oleh jaringan.





d. Menu seimbang pada masa reproduksi

1. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral sebagai pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan pada masa reproduksi ini.

2. Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi untuk mencegah hipertensi.

3. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi dalam tubuh, produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)

4. Membatasi minum kopi, kandungan KAFEIN dalam kopi meningkatkan buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak jantung meningkat. Paling banyak 2 cangkir kopi/hari





1.      DAYA KASIH KRISTUS DALAM PENERAPAN ASUHAN GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI WANITA



a.      Pengetian aktivitas kasih kristus dan latihan

Menurut kamu kasih itu apa sih ?
Trus apa hubungan kasih dengan orang-orang di sekitar kita di kegiatan kita sehari-hari ?
Apakah di jaman now kasih itu masih ada atau kian memudar seiring semakin tingginya rasa ego kita?Sebenarnya ga perlu internet atau gadget untuk tahu apa itu kasih karena kamu dapat menemukan pengertiannya di dalam Alkitab. Alkitab sangat jelas menjabarkan apa itu KASIH.

            “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” ( 1 Korintus 13:4–5)
Sebenarnya kalau berbicara tentang kasih, ga hanya ada di ayat itu tapi kamu akan banyak menemukan juga di ayat dan kitab lainnya. Ga percaya? Coba deh mulai dibuka lagi Alkitabnya !

            Kasih itu tindakan bukan hanya sekedar kata-kata.
Iya sih, ga gampang untuk kita melakukan dan menunjukkan kasih itu kepada dunia di tengah — tengah orang yang semakin mementingkan dirinya masing-masing tapi bukan berarti ga bisa. Mulailah dengan hal-hal yang sederhana seperti menghormati orangtua, menyediakan waktu untuk mendengar curahan hati temanmu atau memberikan makanan kepada yang membutuhkan (misalnya pas pulang sekolah / kampus / kerja ga sengaja ketemu dengan pemulung ga ada salahnya kan kamu mengajak mereka makan di tempat sederhana atau memberikan mereka makanan. Ga perlu mahal yang penting niatnya baik dan ikhlas. Lagian ya, siapa tahu saat makan bareng mereka kamu jadi ada kesempatan untuk bercerita tentang Tuhan). Jangan baru diledekin ‘aneh’ karena mengasihi sesama.


b. Komunikasi efektif

a.Pengertian komunikasi efektif

menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih  efektif terjadi apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik pula. Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak terjadi persepsi (salah paham)

b. Langkah – langkah membangun komunikasi yang efektif

Setiap individu mempunyai respon yang berbeda – beda dalam menghadapi masalah. Dalam menanggapi respon yang disampaikan klien , bidan dapat menggunakan berbagai langkah komunikasih sebagai berikut :

1. Bertanya

Bertanya merupakan teknik yang dapat mendorong klien untuk mengungkapkan perasaandan pikirannya. Langkah ini sering digunakan pada tahap orientasi dengan pertanyaan yang terarah, maka kita dapat mengembangkan komunikasi yang efektif, yang pada gilirannya kita akan memperoleh informasi penting. Contoh bertanya yang efektif “maaf, bolehkah saya tahunama lengkap ibu?”











2.Mendengarkan

Mendengarkan merupakan dasar utama dalam komunikasi hal ini disebabkan dengan mendengarkan kita dapat mengolah secara konprehensif semua stimuli dan pesan yang kita terima, sampai kita dapat memahami dan mengingat dengan cermat pada gilirannya akan menjadi bekal penting untuk melakukan proses komunikasi yang efektif.

3.Mengulang

Maksud mengulang yaitu mengulang kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien. Hal ini menunjukkan bahwa kita sedang mengarahkan dan memfalidasi, menguatkan dan mengembalikan perhatian klien pada suatu yang telah diucapkan ketika klien mengatakan. Contoh “saya pusing, banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan”.

4.Klarifikasi

Klarifikasi adalah menjelaskan kembali ide atau pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk menjelaskan arti dari ungkapannya. Contohnya “bidan : apa yang anda maksud dengan...?”

5.Refleksi

Refleksi adalah mengarahkan kembali ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan pada klien. Contohnya “klien: apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?”

6.Memfokuskan

Langkah memfokuskan bertujuan memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah inti dan mengarahkan komunikasi klien pada mencapaian tujuan, dengan demikian akan terhindar dari pembicaraan tanpa arah. Contoh “bidan: hal ini tampaknya lebih penting, mari kita bicarakanlebih dalam lagi!”

7.Diam (memelihara ketenangan)

Langkah diam digunakan untuk memberikan kesempatan pada klien sebelum menjawab pertanyaan bidan. Penggunaan metode diam memerlukan keterampilan dan ketepatan waktu, jika tidak maka akan dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak.







8.Memberi informasi

Memberi informasi merupakan tindakan penyuluhan kesehatan untuk klien. Agar informasi dapat diterima dengan baik, perlu kecakapan yang mesti diperhatikan :

                     Gunakan bahasa yang mudah dimengerti.

                     Jangan menggunakan istilah yang tidak dimengerti.

                     Tidak perlu tergesa-gesa atau berambisi dalam menyampaikan informasi.

                     Hindari kata-kata yang sifatnya mengancam

                     Ulangi informasi yang penting.

                     Gunakan empati yaitu dapat merasakan apa yang dapat dirasakan

9.Menyimpulkan

Menyimpulkan adalah teknik komunikasi yang membantu klien mengeksplorasi poin penting dari interaksi bidan – klien. Teknik menyimpulkan ini juga bermanfaat pada tahap kerja. Pada saat menyimpulkan bidan dan klien dapat mendefinisikan pokok masalah, sehingga memungkinkanmembuat perencanaan untuk mengatasi masalah.





c. Aspek etik dan legal yang berorientasi pada asuhan

Konsep Legal Etik merupakan bentuk ekspresi bagaimana kita tim medis khususnya bidan dapat mengatur diri sendiri, dan etika kebidanan yang diatur dalam kode etik. Aspek Legal Etik ini adalah Aspek aturan dalam memberikan asuhan. sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang.Didasarkan pada ilmu dan kiat asuhan  ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Kita tim kesehatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan tidak saja membutuhkan kesabaran. Kemampuannya untuk ikut mengatasi masalah-masalah kesehatan tentu harus juga bisa diandalkan.Setiap profesi pada dasarnya memiliki tiga syarat utama, yaitu kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan yang ekstensif, komponen intelektual yang bermakna dalam melakukan tugasnya, dan memberikan pelayanan yang penting kepada masyarakat.Praktik asuhan yang aman memerlukan pemahaman tentang batasan legal yang ada dalam praktik. Sama dengan semua aspek dalam profesi kesehatan dimanapun berada.

2.      KONSEP DASAR ILMU GIZI



a.      Pengetian



Gizi atau Nutrisi merupakan zat yang terdapat pada makanan yang dibutuhkan oleh organism untuk pertumbuhan serta perkembangan yang dimanfaatkan langsung oleh tubuh yang meliputi vitamin, mineral, protein, lemakmaupun  air. Adapun zat gizi didapat dari makanan yang diperoleh dalam bentuk sari makanan dari hasil proses pemecahan pada saat dalam sistem pencernaan.Selain itu, Zat gizi terbagi menjadi 2 yakni zat gizi organik & zat anorganik. Adapun zat gizi organik ini yakni seperti lemak, karbohidrat, protein, dan vitamin. Sementara zat gizi anorganik yakni terdiri dari air dan mineral.

Macam-Macam Zat Gizi :


1. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Sumbernya


  • Nabati yakni merupakan sumber gizi yang berasal dari tumbuhan.
  • Hewani yakni merupakan zat gizi yang berasal dari hewan.

2. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Jumlahnya


  • Zat gizi makro atau makronutrisi
    Yakni merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar dengan satuan gram. Adapun zat gizi makro ini ialah karbohidrat, protein, dan lemak.

  • Zat mikro atau mikronutrisi
    Yakni merupakan zat gizi /nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit Adapun zat gizi mikro ialah vitamin, air, dan mineral.

3. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Fungsinya


  • Sumber energi bagi tubuh
    Energi bagi tubuh digolongkan pada jenis gizi seperti protein, karbohidrat, dan lemak.
  • Pembangunan & Penjaga tubuh
    Pembangun dan penjaga tubuh digolongkan pada jenis gizi yakni seperti protein, vitamin, mineral, dan lemak.
  • Pengatur kerja dalam tubuh
    Pengatur kerja dalam tubuh ialah untuk mengatur proses metabolisme yang terdapat pada tubuh yang digolongkan pada jenis gizi seperti lemak, protein, air, dan mineral.







b.      Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi

Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:

Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.

Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.

Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.

Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.

c.Pengelompokan zat gizi menurut kebutuhan

Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.

a. Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.

b. Mikronutrien
Golongan mikronutrien terdiri dari :

  • Karbohidrat – Glukosa; serat.
  • Lemak/ lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
  • Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
  • Mineral – Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
  • Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
  • Air

3. KEBUTUHAN GIZI PADA MASA REPRODUKSI

a.  Prinsip gizi dalam masa reproduksi

Makanan bagi kita perempuan harus sesuai dengan kebutuhan yaitu makanan yang seimbang sesuai dengan perkembangan pada masa reproduksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi wanita pada masa reproduksi, antara lain:

1.      Menyediakan energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan bayi.

2.      Menyediakan semua kebutuhan (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).

3.      Dapat menghindarkan pengaruh negatif bagi system reproduksi.

4.      Mendukung metabolisme tubuh dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan tekanan darah.






b. Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada masa reproduksi

Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada masa reproduksi antara lain:

+Umur


Lebih muda umur , maka energi yangg dibutuhkan lebih banyak.

+Berat Badan


Berat badan lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah zat makanan yang harus dicukupi.

+Aktivitas


Semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

+Status Kesehatan


Pada saat kondisi tidak sehat maka asupan energi tetap harus diperhatikan.

+Pengetahuan Zat Gizi dalam Makanan


Perencanaan dan penyusunan makanan kaum ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang antara lain:

1.      Kemampuan keluarga dalam membeli makanan.

2.      Pengetahuan tentang zat gizi.

Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi lebih efisien dalam menyerap zat gizi dari makanan sehari-hari.

+Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan


Pada umumnya, kaum ibu atau wanita lebih memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut hamil. Ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya, minimal empat kali selama kehamilannya.

+Status Ekonomi


Status ekonomi maupun sosial mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.







c.       Pengaruh status gizi pada masa reproduksi

Usia reproduksi, tingkat aktivitas sangat mempengaruhi kebutuhan energi pada remaja. Pengaruh gizi / nutrisi sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sistem reproduksi. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah, dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil. Kekurangan  zat gizi pada ibu hamil yang menderita anemia dan kurang  berat badan akan lebih mempunyai kesempatan untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah dibanding dengan ibu hamil yang dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang. 

Keberadaan remaja wanita 15-21 tahun sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu. Pubertas dan status gizi, pubertas (akil balig) adalah suatu masa pematangan kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi. Cepat lambatnya seseorang mengalami pubertas antara lain dipengaruhi oleh keadaan gizi. Seorang anak yang gizinya lebih baik akan lebih cepat mengalami masa pubertas, sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil balignya. Tidak ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi periode yang pertama kali, namun hal ini akan terjadi antara usia 10-14 tahun, tapi sedikit lebih awal atau lebih lambat tidak semua anak sama. Pada remaja energi dan protein dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa, demikian pula vitamin dan mineral. Vitamin B1, B2 dan B6 sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian pula asam folat dan vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan yang diperlukan oleh jaringan.





d. Menu seimbang pada masa reproduksi

1. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral sebagai pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan pada masa reproduksi ini.

2. Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi untuk mencegah hipertensi.

3. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi dalam tubuh, produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)

4. Membatasi minum kopi, kandungan KAFEIN dalam kopi meningkatkan buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak jantung meningkat. Paling banyak 2 cangkir kopi/hari





1.      DAYA KASIH KRISTUS DALAM PENERAPAN ASUHAN GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI WANITA



a.      Pengetian aktivitas kasih kristus dan latihan

Menurut kamu kasih itu apa sih ?
Trus apa hubungan kasih dengan orang-orang di sekitar kita di kegiatan kita sehari-hari ?
Apakah di jaman now kasih itu masih ada atau kian memudar seiring semakin tingginya rasa ego kita?Sebenarnya ga perlu internet atau gadget untuk tahu apa itu kasih karena kamu dapat menemukan pengertiannya di dalam Alkitab. Alkitab sangat jelas menjabarkan apa itu KASIH.

            “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” ( 1 Korintus 13:4–5)
Sebenarnya kalau berbicara tentang kasih, ga hanya ada di ayat itu tapi kamu akan banyak menemukan juga di ayat dan kitab lainnya. Ga percaya? Coba deh mulai dibuka lagi Alkitabnya !

            Kasih itu tindakan bukan hanya sekedar kata-kata.
Iya sih, ga gampang untuk kita melakukan dan menunjukkan kasih itu kepada dunia di tengah — tengah orang yang semakin mementingkan dirinya masing-masing tapi bukan berarti ga bisa. Mulailah dengan hal-hal yang sederhana seperti menghormati orangtua, menyediakan waktu untuk mendengar curahan hati temanmu atau memberikan makanan kepada yang membutuhkan (misalnya pas pulang sekolah / kampus / kerja ga sengaja ketemu dengan pemulung ga ada salahnya kan kamu mengajak mereka makan di tempat sederhana atau memberikan mereka makanan. Ga perlu mahal yang penting niatnya baik dan ikhlas. Lagian ya, siapa tahu saat makan bareng mereka kamu jadi ada kesempatan untuk bercerita tentang Tuhan). Jangan baru diledekin ‘aneh’ karena mengasihi sesama.


b. Komunikasi efektif

a.Pengertian komunikasi efektif

menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih  efektif terjadi apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik pula. Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak terjadi persepsi (salah paham)

b. Langkah – langkah membangun komunikasi yang efektif

Setiap individu mempunyai respon yang berbeda – beda dalam menghadapi masalah. Dalam menanggapi respon yang disampaikan klien , bidan dapat menggunakan berbagai langkah komunikasih sebagai berikut :

1. Bertanya

Bertanya merupakan teknik yang dapat mendorong klien untuk mengungkapkan perasaandan pikirannya. Langkah ini sering digunakan pada tahap orientasi dengan pertanyaan yang terarah, maka kita dapat mengembangkan komunikasi yang efektif, yang pada gilirannya kita akan memperoleh informasi penting. Contoh bertanya yang efektif “maaf, bolehkah saya tahunama lengkap ibu?”











2.Mendengarkan

Mendengarkan merupakan dasar utama dalam komunikasi hal ini disebabkan dengan mendengarkan kita dapat mengolah secara konprehensif semua stimuli dan pesan yang kita terima, sampai kita dapat memahami dan mengingat dengan cermat pada gilirannya akan menjadi bekal penting untuk melakukan proses komunikasi yang efektif.

3.Mengulang

Maksud mengulang yaitu mengulang kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien. Hal ini menunjukkan bahwa kita sedang mengarahkan dan memfalidasi, menguatkan dan mengembalikan perhatian klien pada suatu yang telah diucapkan ketika klien mengatakan. Contoh “saya pusing, banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan”.

4.Klarifikasi

Klarifikasi adalah menjelaskan kembali ide atau pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk menjelaskan arti dari ungkapannya. Contohnya “bidan : apa yang anda maksud dengan...?”

5.Refleksi

Refleksi adalah mengarahkan kembali ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan pada klien. Contohnya “klien: apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?”

6.Memfokuskan

Langkah memfokuskan bertujuan memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah inti dan mengarahkan komunikasi klien pada mencapaian tujuan, dengan demikian akan terhindar dari pembicaraan tanpa arah. Contoh “bidan: hal ini tampaknya lebih penting, mari kita bicarakanlebih dalam lagi!”

7.Diam (memelihara ketenangan)

Langkah diam digunakan untuk memberikan kesempatan pada klien sebelum menjawab pertanyaan bidan. Penggunaan metode diam memerlukan keterampilan dan ketepatan waktu, jika tidak maka akan dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak.







8.Memberi informasi

Memberi informasi merupakan tindakan penyuluhan kesehatan untuk klien. Agar informasi dapat diterima dengan baik, perlu kecakapan yang mesti diperhatikan :

                     Gunakan bahasa yang mudah dimengerti.

                     Jangan menggunakan istilah yang tidak dimengerti.

                     Tidak perlu tergesa-gesa atau berambisi dalam menyampaikan informasi.

                     Hindari kata-kata yang sifatnya mengancam

                     Ulangi informasi yang penting.

                     Gunakan empati yaitu dapat merasakan apa yang dapat dirasakan

9.Menyimpulkan

Menyimpulkan adalah teknik komunikasi yang membantu klien mengeksplorasi poin penting dari interaksi bidan – klien. Teknik menyimpulkan ini juga bermanfaat pada tahap kerja. Pada saat menyimpulkan bidan dan klien dapat mendefinisikan pokok masalah, sehingga memungkinkanmembuat perencanaan untuk mengatasi masalah.





c. Aspek etik dan legal yang berorientasi pada asuhan

Konsep Legal Etik merupakan bentuk ekspresi bagaimana kita tim medis khususnya bidan dapat mengatur diri sendiri, dan etika kebidanan yang diatur dalam kode etik. Aspek Legal Etik ini adalah Aspek aturan dalam memberikan asuhan. sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang.Didasarkan pada ilmu dan kiat asuhan  ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Kita tim kesehatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan tidak saja membutuhkan kesabaran. Kemampuannya untuk ikut mengatasi masalah-masalah kesehatan tentu harus juga bisa diandalkan.Setiap profesi pada dasarnya memiliki tiga syarat utama, yaitu kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan yang ekstensif, komponen intelektual yang bermakna dalam melakukan tugasnya, dan memberikan pelayanan yang penting kepada masyarakat.Praktik asuhan yang aman memerlukan pemahaman tentang batasan legal yang ada dalam praktik. Sama dengan semua aspek dalam profesi kesehatan dimanapun berada.

2.      KONSEP DASAR ILMU GIZI



a.      Pengetian



Gizi atau Nutrisi merupakan zat yang terdapat pada makanan yang dibutuhkan oleh organism untuk pertumbuhan serta perkembangan yang dimanfaatkan langsung oleh tubuh yang meliputi vitamin, mineral, protein, lemakmaupun  air. Adapun zat gizi didapat dari makanan yang diperoleh dalam bentuk sari makanan dari hasil proses pemecahan pada saat dalam sistem pencernaan.Selain itu, Zat gizi terbagi menjadi 2 yakni zat gizi organik & zat anorganik. Adapun zat gizi organik ini yakni seperti lemak, karbohidrat, protein, dan vitamin. Sementara zat gizi anorganik yakni terdiri dari air dan mineral.

Macam-Macam Zat Gizi :


1. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Sumbernya


  • Nabati yakni merupakan sumber gizi yang berasal dari tumbuhan.
  • Hewani yakni merupakan zat gizi yang berasal dari hewan.

2. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Jumlahnya


  • Zat gizi makro atau makronutrisi
    Yakni merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar dengan satuan gram. Adapun zat gizi makro ini ialah karbohidrat, protein, dan lemak.

  • Zat mikro atau mikronutrisi
    Yakni merupakan zat gizi /nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit Adapun zat gizi mikro ialah vitamin, air, dan mineral.

3. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Fungsinya


  • Sumber energi bagi tubuh
    Energi bagi tubuh digolongkan pada jenis gizi seperti protein, karbohidrat, dan lemak.
  • Pembangunan & Penjaga tubuh
    Pembangun dan penjaga tubuh digolongkan pada jenis gizi yakni seperti protein, vitamin, mineral, dan lemak.
  • Pengatur kerja dalam tubuh
    Pengatur kerja dalam tubuh ialah untuk mengatur proses metabolisme yang terdapat pada tubuh yang digolongkan pada jenis gizi seperti lemak, protein, air, dan mineral.







b.      Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi

Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:

Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.

Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.

Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.

Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.

c.Pengelompokan zat gizi menurut kebutuhan

Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.

a. Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.

b. Mikronutrien
Golongan mikronutrien terdiri dari :

  • Karbohidrat – Glukosa; serat.
  • Lemak/ lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
  • Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
  • Mineral – Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
  • Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
  • Air

3. KEBUTUHAN GIZI PADA MASA REPRODUKSI

a.  Prinsip gizi dalam masa reproduksi

Makanan bagi kita perempuan harus sesuai dengan kebutuhan yaitu makanan yang seimbang sesuai dengan perkembangan pada masa reproduksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi wanita pada masa reproduksi, antara lain:

1.      Menyediakan energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan bayi.

2.      Menyediakan semua kebutuhan (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).

3.      Dapat menghindarkan pengaruh negatif bagi system reproduksi.

4.      Mendukung metabolisme tubuh dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan tekanan darah.






b. Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada masa reproduksi

Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada masa reproduksi antara lain:

+Umur


Lebih muda umur , maka energi yangg dibutuhkan lebih banyak.

+Berat Badan


Berat badan lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah zat makanan yang harus dicukupi.

+Aktivitas


Semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

+Status Kesehatan


Pada saat kondisi tidak sehat maka asupan energi tetap harus diperhatikan.

+Pengetahuan Zat Gizi dalam Makanan


Perencanaan dan penyusunan makanan kaum ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang antara lain:

1.      Kemampuan keluarga dalam membeli makanan.

2.      Pengetahuan tentang zat gizi.

Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi lebih efisien dalam menyerap zat gizi dari makanan sehari-hari.

+Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan


Pada umumnya, kaum ibu atau wanita lebih memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut hamil. Ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya, minimal empat kali selama kehamilannya.

+Status Ekonomi


Status ekonomi maupun sosial mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.







c.       Pengaruh status gizi pada masa reproduksi

Usia reproduksi, tingkat aktivitas sangat mempengaruhi kebutuhan energi pada remaja. Pengaruh gizi / nutrisi sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sistem reproduksi. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah, dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil. Kekurangan  zat gizi pada ibu hamil yang menderita anemia dan kurang  berat badan akan lebih mempunyai kesempatan untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah dibanding dengan ibu hamil yang dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang. 

Keberadaan remaja wanita 15-21 tahun sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu. Pubertas dan status gizi, pubertas (akil balig) adalah suatu masa pematangan kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi. Cepat lambatnya seseorang mengalami pubertas antara lain dipengaruhi oleh keadaan gizi. Seorang anak yang gizinya lebih baik akan lebih cepat mengalami masa pubertas, sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil balignya. Tidak ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi periode yang pertama kali, namun hal ini akan terjadi antara usia 10-14 tahun, tapi sedikit lebih awal atau lebih lambat tidak semua anak sama. Pada remaja energi dan protein dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa, demikian pula vitamin dan mineral. Vitamin B1, B2 dan B6 sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian pula asam folat dan vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan yang diperlukan oleh jaringan.





d. Menu seimbang pada masa reproduksi

1. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral sebagai pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan pada masa reproduksi ini.

2. Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi untuk mencegah hipertensi.

3. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi dalam tubuh, produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)

4. Membatasi minum kopi, kandungan KAFEIN dalam kopi meningkatkan buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak jantung meningkat. Paling banyak 2 cangkir kopi/hari




vv
1.      DAYA KASIH KRISTUS DALAM PENERAPAN ASUHAN GIZI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI WANITA



a.      Pengetian aktivitas kasih kristus dan latihan

Menurut kamu kasih itu apa sih ?
Trus apa hubungan kasih dengan orang-orang di sekitar kita di kegiatan kita sehari-hari ?
Apakah di jaman now kasih itu masih ada atau kian memudar seiring semakin tingginya rasa ego kita?Sebenarnya ga perlu internet atau gadget untuk tahu apa itu kasih karena kamu dapat menemukan pengertiannya di dalam Alkitab. Alkitab sangat jelas menjabarkan apa itu KASIH.

            “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” ( 1 Korintus 13:4–5)
Sebenarnya kalau berbicara tentang kasih, ga hanya ada di ayat itu tapi kamu akan banyak menemukan juga di ayat dan kitab lainnya. Ga percaya? Coba deh mulai dibuka lagi Alkitabnya !

            Kasih itu tindakan bukan hanya sekedar kata-kata.
Iya sih, ga gampang untuk kita melakukan dan menunjukkan kasih itu kepada dunia di tengah — tengah orang yang semakin mementingkan dirinya masing-masing tapi bukan berarti ga bisa. Mulailah dengan hal-hal yang sederhana seperti menghormati orangtua, menyediakan waktu untuk mendengar curahan hati temanmu atau memberikan makanan kepada yang membutuhkan (misalnya pas pulang sekolah / kampus / kerja ga sengaja ketemu dengan pemulung ga ada salahnya kan kamu mengajak mereka makan di tempat sederhana atau memberikan mereka makanan. Ga perlu mahal yang penting niatnya baik dan ikhlas. Lagian ya, siapa tahu saat makan bareng mereka kamu jadi ada kesempatan untuk bercerita tentang Tuhan). Jangan baru diledekin ‘aneh’ karena mengasihi sesama.


b. Komunikasi efektif

a.Pengertian komunikasi efektif

menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih  efektif terjadi apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik pula. Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak terjadi persepsi (salah paham)

b. Langkah – langkah membangun komunikasi yang efektif

Setiap individu mempunyai respon yang berbeda – beda dalam menghadapi masalah. Dalam menanggapi respon yang disampaikan klien , bidan dapat menggunakan berbagai langkah komunikasih sebagai berikut :

1. Bertanya

Bertanya merupakan teknik yang dapat mendorong klien untuk mengungkapkan perasaandan pikirannya. Langkah ini sering digunakan pada tahap orientasi dengan pertanyaan yang terarah, maka kita dapat mengembangkan komunikasi yang efektif, yang pada gilirannya kita akan memperoleh informasi penting. Contoh bertanya yang efektif “maaf, bolehkah saya tahunama lengkap ibu?”











2.Mendengarkan

Mendengarkan merupakan dasar utama dalam komunikasi hal ini disebabkan dengan mendengarkan kita dapat mengolah secara konprehensif semua stimuli dan pesan yang kita terima, sampai kita dapat memahami dan mengingat dengan cermat pada gilirannya akan menjadi bekal penting untuk melakukan proses komunikasi yang efektif.

3.Mengulang

Maksud mengulang yaitu mengulang kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien. Hal ini menunjukkan bahwa kita sedang mengarahkan dan memfalidasi, menguatkan dan mengembalikan perhatian klien pada suatu yang telah diucapkan ketika klien mengatakan. Contoh “saya pusing, banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan”.

4.Klarifikasi

Klarifikasi adalah menjelaskan kembali ide atau pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk menjelaskan arti dari ungkapannya. Contohnya “bidan : apa yang anda maksud dengan...?”

5.Refleksi

Refleksi adalah mengarahkan kembali ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan pada klien. Contohnya “klien: apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?”

6.Memfokuskan

Langkah memfokuskan bertujuan memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah inti dan mengarahkan komunikasi klien pada mencapaian tujuan, dengan demikian akan terhindar dari pembicaraan tanpa arah. Contoh “bidan: hal ini tampaknya lebih penting, mari kita bicarakanlebih dalam lagi!”

7.Diam (memelihara ketenangan)

Langkah diam digunakan untuk memberikan kesempatan pada klien sebelum menjawab pertanyaan bidan. Penggunaan metode diam memerlukan keterampilan dan ketepatan waktu, jika tidak maka akan dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak.







8.Memberi informasi

Memberi informasi merupakan tindakan penyuluhan kesehatan untuk klien. Agar informasi dapat diterima dengan baik, perlu kecakapan yang mesti diperhatikan :

                     Gunakan bahasa yang mudah dimengerti.

                     Jangan menggunakan istilah yang tidak dimengerti.

                     Tidak perlu tergesa-gesa atau berambisi dalam menyampaikan informasi.

                     Hindari kata-kata yang sifatnya mengancam

                     Ulangi informasi yang penting.

                     Gunakan empati yaitu dapat merasakan apa yang dapat dirasakan

9.Menyimpulkan

Menyimpulkan adalah teknik komunikasi yang membantu klien mengeksplorasi poin penting dari interaksi bidan – klien. Teknik menyimpulkan ini juga bermanfaat pada tahap kerja. Pada saat menyimpulkan bidan dan klien dapat mendefinisikan pokok masalah, sehingga memungkinkanmembuat perencanaan untuk mengatasi masalah.





c. Aspek etik dan legal yang berorientasi pada asuhan

Konsep Legal Etik merupakan bentuk ekspresi bagaimana kita tim medis khususnya bidan dapat mengatur diri sendiri, dan etika kebidanan yang diatur dalam kode etik. Aspek Legal Etik ini adalah Aspek aturan dalam memberikan asuhan. sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak dan kewajibannya yang diatur dalam undang-undang.Didasarkan pada ilmu dan kiat asuhan  ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Kita tim kesehatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan tidak saja membutuhkan kesabaran. Kemampuannya untuk ikut mengatasi masalah-masalah kesehatan tentu harus juga bisa diandalkan.Setiap profesi pada dasarnya memiliki tiga syarat utama, yaitu kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan yang ekstensif, komponen intelektual yang bermakna dalam melakukan tugasnya, dan memberikan pelayanan yang penting kepada masyarakat.Praktik asuhan yang aman memerlukan pemahaman tentang batasan legal yang ada dalam praktik. Sama dengan semua aspek dalam profesi kesehatan dimanapun berada.

2.      KONSEP DASAR ILMU GIZI



a.      Pengetian



Gizi atau Nutrisi merupakan zat yang terdapat pada makanan yang dibutuhkan oleh organism untuk pertumbuhan serta perkembangan yang dimanfaatkan langsung oleh tubuh yang meliputi vitamin, mineral, protein, lemakmaupun  air. Adapun zat gizi didapat dari makanan yang diperoleh dalam bentuk sari makanan dari hasil proses pemecahan pada saat dalam sistem pencernaan.Selain itu, Zat gizi terbagi menjadi 2 yakni zat gizi organik & zat anorganik. Adapun zat gizi organik ini yakni seperti lemak, karbohidrat, protein, dan vitamin. Sementara zat gizi anorganik yakni terdiri dari air dan mineral.

Macam-Macam Zat Gizi :


1. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Sumbernya


  • Nabati yakni merupakan sumber gizi yang berasal dari tumbuhan.
  • Hewani yakni merupakan zat gizi yang berasal dari hewan.

2. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Jumlahnya


  • Zat gizi makro atau makronutrisi
    Yakni merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar dengan satuan gram. Adapun zat gizi makro ini ialah karbohidrat, protein, dan lemak.

  • Zat mikro atau mikronutrisi
    Yakni merupakan zat gizi /nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit Adapun zat gizi mikro ialah vitamin, air, dan mineral.

3. Macam-Macam Zat Gizi Berdasarkan Fungsinya


  • Sumber energi bagi tubuh
    Energi bagi tubuh digolongkan pada jenis gizi seperti protein, karbohidrat, dan lemak.
  • Pembangunan & Penjaga tubuh
    Pembangun dan penjaga tubuh digolongkan pada jenis gizi yakni seperti protein, vitamin, mineral, dan lemak.
  • Pengatur kerja dalam tubuh
    Pengatur kerja dalam tubuh ialah untuk mengatur proses metabolisme yang terdapat pada tubuh yang digolongkan pada jenis gizi seperti lemak, protein, air, dan mineral.







b.      Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi

Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:

Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.

Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.

Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.

Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.

c.Pengelompokan zat gizi menurut kebutuhan

Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.

a. Makronutrien
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.

b. Mikronutrien
Golongan mikronutrien terdiri dari :

  • Karbohidrat – Glukosa; serat.
  • Lemak/ lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
  • Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
  • Mineral – Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
  • Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat; vitamin C.
  • Air

3. KEBUTUHAN GIZI PADA MASA REPRODUKSI

a.  Prinsip gizi dalam masa reproduksi

Makanan bagi kita perempuan harus sesuai dengan kebutuhan yaitu makanan yang seimbang sesuai dengan perkembangan pada masa reproduksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi wanita pada masa reproduksi, antara lain:

1.      Menyediakan energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan bayi.

2.      Menyediakan semua kebutuhan (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).

3.      Dapat menghindarkan pengaruh negatif bagi system reproduksi.

4.      Mendukung metabolisme tubuh dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan tekanan darah.






b. Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada masa reproduksi

Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada masa reproduksi antara lain:

+Umur


Lebih muda umur , maka energi yangg dibutuhkan lebih banyak.

+Berat Badan


Berat badan lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah zat makanan yang harus dicukupi.

+Aktivitas


Semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

+Status Kesehatan


Pada saat kondisi tidak sehat maka asupan energi tetap harus diperhatikan.

+Pengetahuan Zat Gizi dalam Makanan


Perencanaan dan penyusunan makanan kaum ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang antara lain:

1.      Kemampuan keluarga dalam membeli makanan.

2.      Pengetahuan tentang zat gizi.

Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi lebih efisien dalam menyerap zat gizi dari makanan sehari-hari.

+Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan


Pada umumnya, kaum ibu atau wanita lebih memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut hamil. Ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilannya, minimal empat kali selama kehamilannya.

+Status Ekonomi


Status ekonomi maupun sosial mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.







c.       Pengaruh status gizi pada masa reproduksi

Usia reproduksi, tingkat aktivitas sangat mempengaruhi kebutuhan energi pada remaja. Pengaruh gizi / nutrisi sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sistem reproduksi. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah, dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil. Kekurangan  zat gizi pada ibu hamil yang menderita anemia dan kurang  berat badan akan lebih mempunyai kesempatan untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah dibanding dengan ibu hamil yang dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang. 

Keberadaan remaja wanita 15-21 tahun sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu. Pubertas dan status gizi, pubertas (akil balig) adalah suatu masa pematangan kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi. Cepat lambatnya seseorang mengalami pubertas antara lain dipengaruhi oleh keadaan gizi. Seorang anak yang gizinya lebih baik akan lebih cepat mengalami masa pubertas, sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil balignya. Tidak ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi periode yang pertama kali, namun hal ini akan terjadi antara usia 10-14 tahun, tapi sedikit lebih awal atau lebih lambat tidak semua anak sama. Pada remaja energi dan protein dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa, demikian pula vitamin dan mineral. Vitamin B1, B2 dan B6 sangat penting untuk metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian pula asam folat dan vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan yang diperlukan oleh jaringan.





d. Menu seimbang pada masa reproduksi

1. Mengonsumsi aneka ragam pangan lebih banyak berguna untuk memenuhi kebutuhan energi, protein dan vitamin serta mineral sebagai pemeliharaan, pertumbuhan dan perkembangan pada masa reproduksi ini.

2. Membatasi makan makanan yang mengandung garam tinggi untuk mencegah hipertensi.

3. Minum air putih lebih banyak mendukung sirkulasi dalam tubuh, produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah, mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8-12 gelas sehari)

4. Membatasi minum kopi, kandungan KAFEIN dalam kopi meningkatkan buang air kecil yang berakibat dehidrasi, tekanan darah meningkat dan detak jantung meningkat. Paling banyak 2 cangkir kopi/hari



Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL

     Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL 1. Pengertian      Kejang pada bayi baru lahir adalah kejang yang terjadi ...