PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KLIEN
PENGERTIAN KLIEN
Klien
atau pelanggan ( customer ) adalah orang yang akan mendefinisikan hasil dari
proses yang diberikan ( puas/tidak puas ) .
Menurut Vincent, pelanggan adalah semua
orang yang menuntut kita atau perusahaan kita untuk memenuhi suatu standar
kualitas tertentu dan karena itu akan memberi pengaruh pada kinerja staff atau
perusahaan.
Pelanggan dalam pelayanan kebidanan adalah
orang yang langsung menerima jasa pelayanan yang diberikan dan menikmati
pelayanan atau asuhan yang diberikan.
Vincent dalam bukunya Total Quality Management, memberi
beberapa definisi tentang pelanggan atau klien yaitu pelanggan adalah orang
yang tidak bergantung pada kita, tetapi kita bergantung kepadanya, pelanggan
adalah orang yang membawa kita kepada keinginannya dan pelanggan adalah orang teramat
penting yang harus dipuaskan
TIPE-TIPE PELANGGAN DALAM PELAYANAN
KEBIDANAN
Pelanggan
dalam pelayanan kebidanan dibedakan atas 3 tipe yaitu :
1. Pelanggan yang menerima asuhan: bayi, balita, remaja
putri, ibu.
2. Pelanggan pengguna pelayanan kebidanan.
Secara sederhana
pelanggan dalam pelayanan kebidanan dapat dikelompokkan menjadi dua:
a. Pelanggan eksternal ( bayi, balita, remaja, ibu, yang
membayar asuhan yang diberikan).
b. Pelanggan internal ( bidan, dokter, dan tenaga
kesehatan lainnya, serta tenaga yang terlibat dalam pemberian asuhan atau
pelayanan secara langsung).
3. Pelanggan yang membayar pelayanan kebidanan atas nama
klien:
a. Instansi kesehatan berwenang ( jamsostek/askes).
b. Praktisi umum.
STRATEGI MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Melakukan
strategi membantu klien dalam pengambilan keputusan:
Setiap
keputusan yang bersifat kompleks, terdapat banyak faktor dan persasaan
Tercakup
didalamnya.
1. Ada 4 strategi yang dapat membantu klien membuat
keputusan:
a. Membantu klien meninjau kemungkinan pilihannya
b. Membantu klien dalam mempertimbangkan keputusan
pilihan
c. Membantu klien mengevaluasi pilihan
d. Membantu klien menyusun rencana kerja
2. 3 K dalam pembuatan keputusan yang baik
a. Langkah pertama
Identifikasi kondisi yang dihadapi oleh klien
b. Langkah kedua
Susunlah daftar kehendak atau pilihan keputusan
c. Langkah ketiga
Untuk setiap pilihan
buatlah daftar konsekuensinya baik
yang positif maupun yang negatifnya
3. Tahapan ini merupakan inti dari proses konseling
a. Konselor membantu klien memahami permasalahnnya
b. Konselor membantu memberikan alternatif pemecahan
masalah
c. Konselor membantu klien memilih alternatif pemecahan
masalah dengan segala konsekuensinya
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
1. Fisik
Didasarkan pada rasa
yang dialami tubuh,seperti: rasa sakit, tidak nyaman, atau nikmat. Ada
kecenderungan menghadirkan tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang;
atau sebaliknya memilih tingkahlaku yang meberikan kesenangan.
2. Emosional
Didasarkan pada perasaan
atau sikap. Orang akan bereaksi pada situasi secara subjektif.
3. Rasional
Didasarkan pada
pengetahuan. Orang-orang mendapatkan informasi, memahmi situasi dan berbagai
konsekuensinya.
4. Praktikal
Didasarkan pada
keterampilan individual dan kemampuan melaksanakannya. Seorang akan menilai
potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuan dalam bertindak.
5. Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh
jaringan-jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang ke orang lainnya
dapat mempengaruhi tindakan individual.
6. Struktural
Didasarkan pada lingkup
sosial, ekonomi dan politik, lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung
atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
TIPE-TIPE/JENIS-JENIS PENGAMBILA KEPUTUSAN
1. Pengambilan keputusan untuk tidak berbuat apa-apa
karena ketidak sanggupan atau merasa tidak sanggup
2. Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya; langsung
diputuskan, karena keputusan tersebut diraakan paling tepat.
3. Pengambilan keputusan yang terpaksa,karna segera
dilaksanakan.
4. Pengambilan keputusan yang reaktif. Sering kali
dilakukan dalam situasi marah dan tergesa-gesa.
5. Pengambilan keputusan yang ditangguhkan, dialihkan
pada orang lain yang bertanggungjawab.
6. Pengambilan keputusan secara berhati-hati: dipikirkan
baik-baik, mempertimbangkan berbagai pilihan.
Tegaskan bahwa bidan
bertujuan membantu klien dengan berhati-hati, bijaksana,serta mengambil
keputusan yang didasarkan pada pengetahuan, fakta dan juga mempertimbangkan
semua pilihan.
PEMBERIAN INFORMASI EFEKTIF DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN
Pemberian informasi dilakukan setelah mendengarkan
dengan aktif masalah klien dan pertanyaan klien tentang informasi. Konseling
bukan proses pemberian informasi, tetapi dalam proses konseling mengandung
unsur-unsur pemberian informasi konselor memperoleh data atau informasi tentang
keadaan dan kebutuhan klien dan informasi yang diberikan sesuai kondisi dan
kebutuhan klien.
Pemberian informasi efektif, bila :
1. Informasi yang diberikan spesifik, dapat membantu
klien dalam mebuat keputusan
2. Informasi disesuaikan dengan situasi klien, dan mudah dimengerti
3. Diberikan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a. Singkat, dan tepat ( pilih hal-hal penting yang perlu
diingat klien )
b. Menggunakan bahasa sederhana
c. Gunakan alat bantu visual sewaktu menjelaskan
d. Memberikan kesempatan klien bertanya dan minta klien
mengulang hal-hal penting yang perlu diingat .
UPAYA MENGATASI KESULITAN PADA KLIEN
Tiap individu harus paham akan dirinya. Dengan
pemahaman terhadap diri maka kita akan bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang
terjadi saat komunikasi yang berasal dari komunikator atau bidan sendiri.
Adapun untuk memperlancar komunikasi/konseling persiapan materi, bahan, alat
yang bisa mempermudah penerimaan klien terhadap apa yang akan kita sampaikan
perlu dipersiapkan sebelumnya. Sebagai seorang bidan kita harus menguasai ilmu
komunikasi sehingga dapat melakukan konseling dengan baik pada semua klien
dengan bermacam karakter dan keterbatasan mereka.
Beberapa pakar mengemukakan bahwa kearifan merupakan
dasar kepribadian konselor efektif. Kearifan merupakan konsep lama dan lintas
kultural, sebagai suatu perangkat ciri-ciri kongnitif dan afektif tertentu yang
secara langsung pada keterampilan dan pemahaman hidup. Karakteristik kearifan
meliputi : aspek efektif dan kesadaran yang meliputi empati, kepeduliaan, pengenalan
rasa, deotomatisasi ( menolak kecenderungan kebiasaan, perilaku dan pola
berfikir otomatik, menekankan kesadaran tindakan dan pilihan yang
bertanggungjawab), aspek kongnitif meliputi penalaran dialetik ( mengenal
konteks, situasi, berorientasi pada perubahan yang bermanfaat ) dll.