Kamis, 07 November 2019

KEL 4 (PENGAMBILAN KEPUTUSAN )

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KLIEN 

PENGERTIAN KLIEN
            Klien atau pelanggan ( customer ) adalah orang yang akan mendefinisikan hasil dari proses yang diberikan ( puas/tidak puas ) .
Menurut Vincent, pelanggan adalah semua orang yang menuntut kita atau perusahaan kita untuk memenuhi suatu standar kualitas tertentu dan karena itu akan memberi pengaruh pada kinerja staff atau perusahaan.
Pelanggan dalam pelayanan kebidanan adalah orang yang langsung menerima jasa pelayanan yang diberikan dan menikmati pelayanan atau asuhan yang diberikan.
            Vincent dalam bukunya Total Quality Management, memberi beberapa definisi tentang pelanggan atau klien yaitu pelanggan adalah orang yang tidak bergantung pada kita, tetapi kita bergantung kepadanya, pelanggan adalah orang yang membawa kita kepada keinginannya dan pelanggan adalah orang teramat penting yang harus dipuaskan


TIPE-TIPE PELANGGAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
            Pelanggan dalam pelayanan kebidanan dibedakan atas 3 tipe yaitu :
1.      Pelanggan yang menerima asuhan: bayi, balita, remaja putri, ibu.
2.      Pelanggan pengguna pelayanan kebidanan.
Secara sederhana pelanggan dalam pelayanan kebidanan dapat dikelompokkan menjadi dua:
a.       Pelanggan eksternal ( bayi, balita, remaja, ibu, yang membayar asuhan yang diberikan).
b.      Pelanggan internal ( bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya, serta tenaga yang terlibat dalam pemberian asuhan atau pelayanan secara langsung).
3.      Pelanggan yang membayar pelayanan kebidanan atas nama klien:
a.       Instansi kesehatan berwenang ( jamsostek/askes).
b.      Praktisi umum.

STRATEGI MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN
       KEPUTUSAN
            Melakukan strategi membantu klien dalam pengambilan keputusan:
            Setiap keputusan yang bersifat kompleks, terdapat banyak faktor dan persasaan
            Tercakup didalamnya.
1.      Ada 4 strategi yang dapat membantu klien membuat keputusan:
a.       Membantu klien meninjau kemungkinan pilihannya
b.      Membantu klien dalam mempertimbangkan keputusan pilihan
c.       Membantu klien mengevaluasi pilihan
d.      Membantu klien menyusun rencana kerja
2.      3 K dalam pembuatan keputusan yang baik
a.       Langkah pertama
Identifikasi kondisi yang dihadapi oleh klien
b.      Langkah kedua
Susunlah daftar kehendak atau pilihan keputusan
c.       Langkah ketiga
Untuk setiap pilihan buatlah daftar konsekuensinya baik yang positif maupun yang negatifnya
3.      Tahapan ini merupakan inti dari proses konseling
a.       Konselor membantu klien memahami permasalahnnya
b.      Konselor membantu memberikan alternatif pemecahan masalah
c.       Konselor membantu klien memilih alternatif pemecahan masalah dengan segala konsekuensinya

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN
       KEPUTUSAN
1.      Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami tubuh,seperti: rasa sakit, tidak nyaman, atau nikmat. Ada kecenderungan menghadirkan tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang; atau sebaliknya memilih tingkahlaku yang meberikan kesenangan.
2.      Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada situasi secara subjektif.
3.      Rasional
Didasarkan pada pengetahuan. Orang-orang mendapatkan informasi, memahmi situasi dan berbagai konsekuensinya.
4.      Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakannya. Seorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuan dalam bertindak.
5.      Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan-jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang ke orang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6.      Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik, lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.

TIPE-TIPE/JENIS-JENIS PENGAMBILA  KEPUTUSAN
1.      Pengambilan keputusan untuk tidak berbuat apa-apa karena ketidak sanggupan atau merasa tidak sanggup
2.      Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya; langsung diputuskan, karena keputusan tersebut diraakan paling tepat.
3.      Pengambilan keputusan yang terpaksa,karna segera dilaksanakan.
4.      Pengambilan keputusan yang reaktif. Sering kali dilakukan dalam situasi marah dan tergesa-gesa.
5.      Pengambilan keputusan yang ditangguhkan, dialihkan pada orang lain yang bertanggungjawab.
6.      Pengambilan keputusan secara berhati-hati: dipikirkan baik-baik, mempertimbangkan berbagai pilihan.
Tegaskan bahwa bidan bertujuan membantu klien dengan berhati-hati, bijaksana,serta mengambil keputusan yang didasarkan pada pengetahuan, fakta dan juga mempertimbangkan semua pilihan.

 PEMBERIAN INFORMASI EFEKTIF DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN
Pemberian informasi dilakukan setelah mendengarkan dengan aktif masalah klien dan pertanyaan klien tentang informasi. Konseling bukan proses pemberian informasi, tetapi dalam proses konseling mengandung unsur-unsur pemberian informasi konselor memperoleh data atau informasi tentang keadaan dan kebutuhan klien dan informasi yang diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan klien.
Pemberian informasi efektif, bila :
1.      Informasi yang diberikan spesifik, dapat membantu klien dalam mebuat keputusan
2.      Informasi disesuaikan dengan situasi klien, dan mudah dimengerti
3.      Diberikan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a.       Singkat, dan tepat ( pilih hal-hal penting yang perlu diingat klien )
b.      Menggunakan bahasa sederhana
c.       Gunakan alat bantu visual sewaktu menjelaskan
d.      Memberikan kesempatan klien bertanya dan minta klien mengulang hal-hal penting yang perlu diingat .


UPAYA MENGATASI KESULITAN PADA KLIEN
Tiap individu harus paham akan dirinya. Dengan pemahaman terhadap diri maka kita akan bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang terjadi saat komunikasi yang berasal dari komunikator atau bidan sendiri. Adapun untuk memperlancar komunikasi/konseling persiapan materi, bahan, alat yang bisa mempermudah penerimaan klien terhadap apa yang akan kita sampaikan perlu dipersiapkan sebelumnya. Sebagai seorang bidan kita harus menguasai ilmu komunikasi sehingga dapat melakukan konseling dengan baik pada semua klien dengan bermacam karakter dan keterbatasan mereka.

Beberapa pakar mengemukakan bahwa kearifan merupakan dasar kepribadian konselor efektif. Kearifan merupakan konsep lama dan lintas kultural, sebagai suatu perangkat ciri-ciri kongnitif dan afektif tertentu yang secara langsung pada keterampilan dan pemahaman hidup. Karakteristik kearifan meliputi : aspek efektif dan kesadaran yang meliputi empati, kepeduliaan, pengenalan rasa, deotomatisasi ( menolak kecenderungan kebiasaan, perilaku dan pola berfikir otomatik, menekankan kesadaran tindakan dan pilihan yang bertanggungjawab), aspek kongnitif meliputi penalaran dialetik ( mengenal konteks, situasi, berorientasi pada perubahan yang bermanfaat ) dll.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL

     Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL 1. Pengertian      Kejang pada bayi baru lahir adalah kejang yang terjadi ...