Selasa, 31 Agustus 2021

DETEKSI DINI PADA KASUS DEHIDRASI

 

                                            DETEKSI DINI PADA KASUS DEHIDRASI


A. DETEKSI DINI PADA KASUS DEHIDRASI

1. Pengertian

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang

didapatkan, sehingga keseimbangan zat gula dan garam menjadi terganggu, akibatnya

tubuh tidak dapat berfungsi secara normal.

Kandungan air di dalam tubuh manusia yang sehat adalah lebih dari 60% total berat badan. Kandungan air yang ideal di dalam tubuh berfungsi untuk membantu kerja sistem pencernaan, mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh, sebagai pelumas dan bantalan untuk persendian, melembapkan jaringan-jaringan pada telinga, tenggorokan, dan juga hidung, serta sebagai media transportasi nutrisi untuk sel-sel tubuh dan menjaga kulit tetap sehat.

  Dehidrasi yang parah atau berkepanjangan dan tidak diobati sering kali dapat menyebabkan kondisi yang disebut  hipovolemia . Dehidrasi terkadang dianggap sebagai permasalahan kondisi tubuh yang tidak perlu ditangani secara serius, dan kebanyakan anak-anak dan remaja menganggapnya sebagai

haus biasa. Namun, jika gejala awal dehidrasi tidak ditangani dengan baik, dapat mengganggu fungsi tubuh. 


2.Etiologi

Dehidrasi disebabkan oleh kekurangan asupan cairan dalam tubuh, atau tubuh lebih

banyak kehilangan cairan daripada asupannya. Cairan yang ada di dalam tubuh bisa

terbuang melalui urine,  muntah-muntah , diare, keringat, dan air mata. Selain itu, cuaca,

olahraga, dan makanan akan sangat memengaruhi tingkat keparahan dehidrasi.


  Dehidrasi dapat terjadi pada setiap orang, namun terdapat beberapa kelompok orang yang

lebih mudah terkena dehidrasi akibat risiko yang mereka miliki.


3.Tanda dan gejala

Dua pertanda awal dari dehidrasi adalah rasa haus dan urine berwarna kuning gelap. Ini adalah

cara tubuh ketika berusaha menambah cairan di dalam tubuh dan mengurangi pembuangan

cairan. Tergantung pada seberapa banyak tubuh Anda kehilangan cairan, dehidrasi terbagi

menjadi 2 tingkatan, yaitu ringan sedang, dan berat.


Dehidrasi Ringan Sedang

Dehidrasi ringan sedang pada akan menimbulkan:

 Rasa haus.

 Warna urine menjadi lebih pekat atau gelap.

 Jumlah dan frekuensi buang air kecil menurun.

 Mulut kering dan lengket.

 Mudah mengantuk dan cepat lelah.

 Sakit kepala.

 Sembelit.

 Pusing.

Anda bisa menyembuhkan proses dehidrasi pada tahap ini tanpa bantuan medis dengan

meminum lebih banyak cairan. Jika dehidrasi dibiarkan berlanjut dalam jangka waktu lama,

maka bisa memengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan risiko terkena  batu ginjal . Pada

akhirnya, juga bisa menyebabkan kerusakan otot.

Sedangkan pada anak-anak dan bayi, gejala-gejala dehidrasi adalah sebagai berikut:

 Saat menangis tidak mengeluarkan air mata.

 Mata terlihat cekung ke dalam.

 Menyusutnya ubun-ubun.

 Popok tetap kering selama 12 jam.

 Kulit terasa dingin dan kering.

 Mudah marah dan lesu.

 Mulut kering dan lengket.

 Kelelahan dan pusing.


Dehidrasi Berat

Dehidrasi bisa membahayakan jika dibiarkan saja dan tidak ditangani secepatnya. Dehidrasi

berat dianggap sebagai kondisi medis darurat dan butuh penanganan cepat. Gejala yang dapat

terjadi ketika mengalami dehidrasi berat adalah:

 Mudah marah dan tampak kebingungan.

 Air mata tidak keluar dan mulut terasa kering.

 Denyut jantung cepat, namun lemah.

 Sesak napas.

 Mata tampak cekung.

 Demam.

 Kulit menjadi tidak elastis (butuh waktu lebih lama untuk kembali ke asal setelah

dicubit).

 Tekanan darah rendah.

 Tidak buang air kecil selama 8 jam. Pada bayi, menjadi jarang mengganti popok.

 Sangat pusing atau mengantuk, terutama pada bayi dan anak-anak.

 Kejang.

 Penurunan kesadaran.

 Pada anak-anak dan bayi, kaki dan tangannya akan teraba dingin, serta tampak ruam-

ruam kecil (blotchy-looking) tanpa rasa gatal atau nyeri.

Dehidrasi pada tingkat ini membutuhkan perawatan di rumah sakit. Anda akan diberikan infus

untuk mengembalikan banyaknya cairan yang hilang. Jika tidak ditangani dengan serius, maka

bisa menimbulkan komplikasi.


Gejala-Gejala Dehidrasi pada Bayi

Berikut ini beberapa gejala dehidrasi pada anak yang harus dikenali orang tua:

 Mulut Bayi tampak kering dan bibir pecah-pecah.

 Frekuensi buang air kecil (BAK) menjadi jarang, bahkan tidak BAK selama lebih dari 6-

8 jam.

 Bayi menjadi sering mengantuk dan terlihat lebih lemas.

 Mata bayi yang terlihat lebih cekung.

 Kulit bayi menjadi lebih kering dan agak dingin.

 Anak terlihat tidak aktif.

 Frekuensi napas anak menjadi lebih cepat dan lebih dalam.

4. Komplikasi

Dehidrasi yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan timbulnya komplikasi pada

tubuh Anda. Beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat dehidrasi yang tidak ditangani,

yaitu:

 Kejang yang muncul akibat gangguan keseimbangan elektrolit dalam tubuh, terutama

natrium dan kalium.

 Permasalahan pada ginjal dan saluran kemih, terutama jika dehidrasi yang dialami terjadi

berulang kali. Dehidrasi dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal,  batu

kandung kemih , bahkan  gagal ginjal akut .

 Cedera akibat suhu tinggi (heat injury). Jika sedang melakukan aktivitas fisik berat,

namun tidak menjaga asupan cairan tubuh, dapat mengalami dehidrasi yang memicu

terjadinya heat injury. Gejala heat injury yang tergolong ringan bisa berupa kram.

Sedangkan gejala beratnya bisa berupa kelelahan dan heat stroke.

 Syok hipovolemik. Ini merupakan komplikasi akibat dehidrasi paling serius, dan bahkan

berpotensi membahayakan jiwa Anda. Kekurangan cairan dapat menyebabkan volume

darah di dalam tubuh menjadi berkurang, sehingga tekanan darah dan kadar oksigen

menjadi menurun.


5. Pencegahan

Saat mengalami dehidrasi ringan, orang tua bisa melakukan beberapa penanganan awal berikut:


1. Berikan asupan cairan yang cukup

Jika anak mengalami gejala dehidrasi, segera berikan asupan cairan yang cukup. Bunda bisa

memberinya air putih,  larutan oralit , atau cairan lain. Pemberian cairan ini berguna untuk

menggantikan cairan dan garam (elektrolit) yang hilang dari tubuh.


2. Berikan anak buah dan sayur yang mengandung banyak air

Bunda bisa memberikan buah dan sayur yang kaya akan kandungan air. Cara ini mampu

mengatasi dehidrasi ringan pada anak. Beberapa buah-buahan memiliki kandungan air cukup

banyak adalah  semangka , melon, jeruk,  pir , timun, dan strawberry.

Sementara sayuran yang mengandung cukup banyak air di antaranya adalah kembang

kol,  bengkoang , seledri, dan selada.


3. Pastikan anak mendapat istirahat yang cukup

Setelah mendapatkan asupan cairan yang memadai, pastikan anak beristirahat yang cukup. Hal

ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihannya.


4. Hindari memberi anak minuman berkafein

Saat anak mengalami dehidrasi, hindari memberi minuman yang mengandung kafein kepadanya.

Memberi  minuman berkafein pada anak  yang mengalami dehidrasi dapat memperburuk

kondisinya. Beberapa minuman yang mengandung kadar kafein adalah teh, minuman bersoda,

dan coklat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL

     Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL 1. Pengertian      Kejang pada bayi baru lahir adalah kejang yang terjadi ...