Rabu, 06 November 2019

Kelompok 1( Komunikasi )

A Pengertian

Komunikasi adalah suatu hubungan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan,atau diartikan sebagai tukar-menukar pendapat.



B UNSUR UNSUR KOMUNIKASI


  • SUMBER
  •  KOMUNIKATOR
  • PESAN
  • CHANNEL(SALURAN)
  • FEED BACK(UMPAN BALIK) 
    1.      SUMBER
    Sumber adalah dasar yang digunakan untuk penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri, berupa orang, lembaga, buku dan dokumen, ataupun sejenisnya.
        Bila diklasifikasikan maka sumber dapat berbentuk:
    Ø  Lembaga : Universitas,Sekolah Tinggi,Akademi, dan lain-lain
    Ø  Persona:Rektor,dekan,direktur,karena jabatan,atau Saudara Amir,Bapak Hasan,Ibu Sjarif, dan lain-lain.
    Ø  Non lembahga/non persona:Buku pedoman universitas, buku pedoman fakultas, undang-undang dasar dan lain-lain.
    2.      KOMUNIKATOR
    Dalam komunikasi setiap orang ataupun kelompok dapat menyampaikan pesan-pesan komunikasi itu sebagai proses, dimana komunikator dapat berubah menjadi komunikan dan sebaliknya komunikan dapat berubah menjadi komunikator.
      
    Hal-hal yang harus diperhatikan oleh komunikator, antara lain:
    ·         Penampilan
    Khusus dalam komunikasi tatap muka atau menggunakan media pandang dengan audio visual, seorang komunikator harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan komunikan.
    Penampilan ini sesuai dengan tata krama dan memperhatikan keadaan,waktu,tempat (“ketupat”).
    ·         Penguasaan Masalah
    Sesorang yang tampil/ditampilkan sebagai komunikator haruslah betul-betul menguasai masalahnya. Apabila tidak, maka setelah proses komunikasi berlangsung akan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap komunikator dan akhirnya terhadap pesan itu sendiri yang akan menghambat efektifitas komunikasi. Dalam suatu proses komunikasi timbal balik, yang lebih menguasai masalah akan cenderung memenangkan tujuan komunikasi.
    ·         Penguasaan Bahasa
    Komunikator harus menguasai bahasa dengan baik. Bahasa ini adalah bahasa yang digunakan dan dapat dipahami oleh komunikan. Penguasaan bahasa akan sangat membantu menjelaskan pesan-pesan yang ingin kita sampaikan kepada audiensi.

    3   PESAN
    Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti pesan (tema) yang sebenarnya menjadi pengarah didalam usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah laku komunikan.
    1.      Penyampain Pesan
    Melalui lisan, tatap muka, langsung  atau menggunakan media/saluran.
    2.      Bentuk Pesan: Informatif, Persuasif, dan Koersif
    a.       Informatif
    Bersifat memberikan keterangan-keterangan (fakta-fakta) kemudian komunikan mengambil kesimpulan dan keputusan sendiri. Dalam situasi tertentu pesan informative justru lebih berhasil daripada persuasive, misalnya jika audiensi adalah kalangan cendikiawan.
    b.      Persuasif
    Berisikan bujukan,
    Pesan yang disampaikan harus tepat, ibarat kita membidik dan menembak, maka peluru yang keluar haruslah cocok dengan sasaran.
    Pesan yang mengena harus memenuhi syarat-syarat:
    a.       Umum
    Berisikan hal-hal umum dan dapat dipahami oleh audiensi/komunikan, tetapi bukan hal-hal yang hanya dipahami oleh seseorang atau kelompok tertentu.
    b.      Jelas dan Gamblang
    Pesan haruslah jelas dan gamblang, tidak samar-samar. Untuk tidak ditafsirkan menyimpang dari yang kita maksdukan.
    c.       Bahasa yang Jelas
    Sejauh mungkin hindarilah menggunakan istilah-istilah yang tidak dipahami oleh audiens. Penggunaan bahasa jelas dan cocok dengan komunikan, situasi daerah, dan kondisi dimana berkomunikasi. Hati-hati pula dengan penggunaan istilah atau kata-kata yang berasal dari bahasa daerah yang dapat ditafsirkan lain, karena istilah disuatu daerah berbeda dengan istilah didaerah lainnya. Pergunakanlah bahasa yang baik dan benar.
    d.      Positif
    Secara kodrat manusia selalu tidak ingin mendengar dan meihat hal-hal yang tidak menyenangkan dirinya. Oleh karena itu setiap pesan agar diutarakan dalam bentuk positif, kemukakan pesan untuk lebih mendapatkan simpati dan menarik.
    e.       Seimbang
    Pesan yang disampaikan hendaklah tidak ekstrim dan tidak selalu menentang (mempertentangkan dua kutub yang berbeda) yaitu baik dan buruk, karena hal ini cenderung ditolak atau tidak diterima oleh komunikan.
    Sebaiknya pesan itu dirumuskan seimbang, yaitu dengan mengemukakan kelemahan yang ada, disamping menonjolkan keberhasilan yang telah dicapai.

    1.      Hambatan-Hambatan Terhadap Pesan
    Seringkali kita alami dalam berkomunikasi, lain yang dituju tapi lain yang diperoleh. Hal ini disebabkan adanya hambatan-hambatan, terutama adalah:
    A  Hambatan bahasa (language factor)
    Pesan akan disalahartikan sehingga tidak mencapai apa yang diinginkan, apabila bahasa yang digunakan tidak dipahami oleh komunikan. Istilah-istilah yang ilmiah tapi belum merata (baku) seperti dampak,kendala,canggih,rekayasa dan sebahgainya.
    Namun dalam komunikasi hal-hal seperti ini sering dilontarkan dengan tujuan lain, atau sekedar penonjolan diri dan pengalihan perhatian.  
    B      Hambatan teknis (noise factor)
    Pesan tidak dapat utuh diterima komunikan karena gangguan teknis. Misalnya suara tidak sampai karena pengeras suara rusak,bunyi-bunyian, halilintar,lingkungan yang gaduh, dan lain-lain. Gangguan teknis ini lebih sering dijumpai pada komunikasi yang menggunakan medium, misalnya dalam rapat umum atau kampanye


     4 CHANNEL /SALURAN
    Channel adalah saluran penyampai pesan, biasa juga disebut dengan media.  Media     komunikasi dapat dikategorikan dalam dua bagian:
    1.      Media Umum
    Media umum ialah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk komunikasi, contohnya adalah radio CB,OHP, dan sebagainya.
    2.      Media Massa
    Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi misal. Disebut demikian karena sifatnya yang massal, misalnya:pers, radio, film, dan televisi.
    a.       Pers
    Pers dalam arti luas meliputi segala barang yang dicetak yang ditujukan untuk public/umum tertentu, termasuk juga buku,pamphlet,brosur juga sebagainya. Kelemahan pers yang pertama adalah tidak adanya bunyi (suara) yang dapat membantu efektifitas komunikasi. Kelemahan kedua adalah untuk membaca diperlukan usaha.
    b       Radio
    Keseluruhan system gelombang suara yang dipancarkan dan stasiun pemancar dan diterima oleh pesawat penerima dirumah, di mobil, di kapal, dimana saja. Kelemahan radio adalah bahwa ia tidak dapat mendemonstrasikan karena layarnya terletak pada imajinasi pendengar itu sendiri.

    c Film       
    Keseluruhan dari pita celluloid atau sejenisnya yang mengandung gambar-gambar yang kemudian dapat diproyeksikan pada layar.
    d       Televisi
        Massa media yang memancarkan suara dan gambar atau secara mudah dapat disebut dengan radio withpicture atau movie at home.

    UMPAN BALIK
    Komunikasi merupakan kegiatan pengiriman dan penerimaan.
    Dalam suatu pertemuan , seorang pemimpin mengarahkan dengan cara dan gaya yang memulai sehingga selesai pengarahan mendapat tepukan tangan yang meriah dari peserta yang hadir.antara pesan dan umpan balik terdapat hubungan sebab akibat (kausalitas). Pihak pengirim menyampaikan pesan kepada pihak penerima, di satu pihak dan di pihak lain penerima menyampaikan pula umpan balik kepada pihak pengirim.


    A.   KOMPONEN KOMPONEN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
    A.    Komunikasi Verbal
    Adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tertulis. Melalui kata-kata, perasaan, emosi, pemikiran, gagasan dll bisa di ungkapkan. Bahasa verbal merupakan sarana utama untuk menyatakan perasaan, pikiran, dan maksud kita. Komunikasi verbal menyangkut beberapa aspek, yakni: vocabulary (perbendaraan kata), racing (kecepatan), intonasi suara, humor, singkat dan jelas, timing (waktu).
    a.       vocabulary (perbendaraan kata)

    komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti. Olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi verbal ini. Pergaulan, wawasan dan membaca sangat membantu seseorang dalam memperbanyak 
    vocabulary tersebut.



    b.      racing (kecepatan)

    komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diattur dengan baik. Kecepatan dalam berkomunikasi yang baik adalah tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat.



    c.       Intonasi suara

    Intonasi atau penekanan suara pada saat berkomunikasi akan mempengaruhi arti pesan secara dramatic sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila di ucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi. Ras suku dan tempat kelahiran atau domisili seseorang akan sangat berpengaruh terhadap intonasi suara saat seseorang tersebut berkomunikasi.
    d.       Humor
    Komunikasi yang datar dan kurang berdaya humor menimbulkan kesan kaku pada seseorang saat berkomunikasi. Komunikasi yang diselingi dengan humor dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Para ahli memberikan cacatan bahwa kounikasi dapat merupakan terapi karena dapat menimbulkan tawa bagi pendengarnya.

    e.      Singkat dan Jelas
    Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara jelas dan singkat. Sebaiknya pembicaraan langsung pada pokok pembicaraannya sehingga lebih mudah untuk dimengerti. Pembicaraan yang bertele-tele dan tak langsung kepokok permasalahan sering menimbulkan perasaan jenuh dan kadang tidak menarik. Tetapi, walaupun 
    demikian pada saat-saat tertentu pembicaraan juga perlu penguraian, memerlukan waktu untuk pemahaman dan mengkondisikan orang untuk penasaran menantikan kalimat berikutnya. Misalnya, dalam menyampaikan kabar gembira, pengumuman lomba, menyampaikan hal yang pelik dan menyedihkan, serta penyampaian pada orang yang dalam keadaan
    f.       timing (waktu)
    meminta kesediaan atau waktu yang khusus dapat menimbulkan kenyamanan dalam berkomunikasi dibandingkan dengan melakukan komunikasi di tengah kesibukan seperti pagi hari dan saat waktunya istirahat atau tidur.sakit.

    A.    Komunikasi Non Verbal
    Adalah komunikasi yang tidak menggunakan bahasa secara langsung.Menurut Albert Mehrabian psikolog sekaligus pakar komunikasi Amerika menyebutkan bahwa suara dan gerak tubuh merupakan unsur yang sangat penting dalam berbicara. Suara gerak tubuh dapat membuat perbedaan besar terhadap isi ucapan yang sama. Untuk berbicara dengan baik, unsur nonverbal seperti gerak tubuh harus diterapkan dengan baik. berikut adalah lima unsure non verbal yang sangat berguna:
    1.      Penampilan yang baik

    seseorang menilai lawan bicaranya dalam waktu yang sangat singkat sehingga kita harus memiliki penampilan yang berkesan. Perhatikan mulai dari gaya rambut begitu juga dengan pakaian. Gunakan pakaian dengan gaya yang baik dalam setiap pertemuan, wawancara, dan presentase.
        
    2.      Selalu tersenyum
        Senyum memiliki daya untuk membuat hati yang melihatnya menjadi gembira dan akan merambat kepada banyak orang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, biasakanlah diri untuk sering tersenyum.

    3.      Pupil mata yang membesar dan tatapan yang stabil

    Mata adalah jendela hati. Lewat mata kita bisa menyampaikan isi hati dan membaca hati orang lain walaupun tanpa kata-kata. Biasanya pupil mata akan membesar saat kita merasakan kebaikan lawan bicara dan mengecil jika tidak. Tatapan yang stabil saat mengobrol juga sama pentingnya. Siapa yang mau mendengarkan orang yang berbicara dengan mata tidak terfokus atau menatap keluar pintu dan atap? Pendengar juga perlu merasa bahwa orang yang sedang berbicara dengannya tertarik kepadanya. Dengan demikian, ia menyimak ucapan orang tersebut.

    4.      Sikap percaya diri

    Saat berbicara, tubuh harus tegak dan penuh percaya diri. Jika anda sudah terbiasa memiliki sikap tubuh yang kurang baik, maka hal ini harus segera diperbaiki.

    5.      Gestur yang tepat
      Gestur tangan memberikan banyak makna bagi lawan bicara. Misalnya, tangan yang mengepal untuk menunjukkan maksud yang kuat atau tangan yang bergerak kesegala arah untuk mengarahkan pandangan. Gestur tangan yang baik biasanya memperlihatkan telapak tangan dan bergerak kedalam keluar. Rajin berlatih di depan kaca akan membuat anda menemukan gestur yang tepat dan terbiasa menggunakan nya.


    A.   FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI

        Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi pada umumnya ialah kemungkinan berbagai hambatan yang dapat timbul. Oleh karena itu perlu diketahui hambatan-hambatan tersebut, yaitu:

    1.      Kebisingan

    2.      Keadaan psikologis komunikan

    3.      Keadaaan komunikator dan komunikan

    4.      Kesalahan penilaian oleh komunikator

    5.      Kurangnya pengetahuan komunikator  atau komunikan

    6.      Bahasa

    7.      Isi pesan berlebihan

    8.      Bersifat satu arah

    9.      Factor teknis

    10.  Kepentingan

      Cara-cara mengatasinya:

    1.      Apabila kurang kecakapan berkomunikasi maka harus banyak belajar dan berlatih/pelajari teori dan kemudian dipraktikkan.

    2.      Sikap yang kurang tepat dapat diatasi dengan mengetahui hubungan kemanusiaan. Yakni hubungan serasi, selaras dan seimbang serta mengetahui etika pergaulan.  Diperlukan sikap yang simpatik, ramah tamah, wajar, tidak sombong, rendah hati, tahu bergaul, dan cepat membaca situasi.

    3.      Pengetahuan yang kurang bukan saja bagi komunikan tetapi juga bagi komunikator sendiri. Pesan-pesan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan kedua belah pihak.

    4.      Apabila kurang memahami system social (lingkungan masyarakat), pahami system social dengan jalan mempelajari tradisi atau kebiasaan masyarakat tersebut.

    5.      Perbedaan antara watak janganlah menjadikan prasangka buruk. Tidak perlu ada rasa curiga, rasa curiga tidak beralasan, perlu dihilangkan karena akan merugikan.

    6.      Apabila timbul factor kebisingan, cara mengatasinya dengan memilih tempat yang tepat dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses komunikasi yang baik dan lancar.

    7.      Hambatan karena jarak yang berjauhan, komunikasi bisa dilakukan dengan jarak jauh, misalnya dengan surat menyurat, telepon, teleks, telegram, dan lain-lain, memiliki kelemahan ialah bila terjadi kesalahpahaman dalam menafsirkan pesan.

    8.      Sering terjadi penafsiran yang keliru karena ada perbedaan arti suatu istilah dalam setiap bahasa. Cara mengatasinya diperlukan pengetahuan bahasa bagi kelompok tertentu. Selain itu, hendaknya dipergunakan bahasa baku yang berlaku umum dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

    9.      Biasanya agak memajemukkan tanpa selingan. Cara mengatasinya diperlukan peragaan (alat bantu) sehingga tidak hanya berkata-kata yang membosankan.

    10.  Penjelasan diberikan sesuai dengan pesan yang disampaikan mengenai hal-hal yang relevan saja. Kadang-kadang diperlukan “tanda pengatas” yang dapat dimengerti tanpa penjelasan panjang lebar yang memajemukkan.

    B.   BENTUK–BENTUK KOMUNIKASI

    Komunikasi dapat kita golongkan dalam empat jenis yakni komunikasi massa, interpersonal,intrapersonal, dan kelompok.

    1.      Komunikasi massa

    Komunikasi yang menggunakan media massa. Massa adalah  kumpulan orang-orang yang hubungan antarsosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu. Komunikasi massa sangat efisien karena menjangkau daerah yang luas dan audiensi yang praktis tidak terbatas tapi kurang efektif dalam pembentukan sifat persona karena tidak dapat langsung diterima oleh massa.

    2.      Komunikasi interpersonal
    Proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui panca indra dan system syaraf
    Contoh: berpikir, merenung, menggambar, menulis sesuatu, dll.

    1.      Komunikasi intrapersonal

    Kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.

    Contoh: percakapan tatap muka, korespondensi (komunikasi melalui surat), percakapan melalui telepon, dll.

    2.      Komunikasi kelompok

    Komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu. Kelompok tertentu adalah suatu kumpulan manusia yang mempunyai antar dan antara hubungan social yang nyata dan memperlihatkan struktur ynag nyata pula.

    Bentuk-bentuk komunikasi kelompok adalah: Ceramah,briefing, penyuluhan, dll.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL

     Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL 1. Pengertian      Kejang pada bayi baru lahir adalah kejang yang terjadi ...