NAMA : JULI SEMBIRING
NIM : 022019002
PRODI : D3 KEBIDANAN
I. 1.prinsip
gizi untuk ibu hamil
- Menyediakan energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan bayi.
- Menyediakan semua kebutuhan ibu dan bayi (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).
- Dapat menghindarkan pengaruh negatif bagi bayi.
- Mendukung metabolisme tubuh ibu dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan tekanan darah.
2.Faktor-faktor
yang mempengaruhi gizi ibu hamil antara lain:
·
Umur.
·
Berat badan.
·
Suhu lingkungan.
·
Aktivitas.
·
Status kesehatan.
·
Pengetahuan zat gizi dalam
makanan.
·
Status ekonomi.
Umur
Lebih muda umur ibu hamil, maka energi yangg
dibutuhkan lebih banyak.
Berat Badan
Berat badan lebih ataupun kurang dari
berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah
zat makanan yang harus dicukupi selama hamil.
Suhu Lingkungan
Suhu tubuh dipertahankan pada 36,5-37 derajat Celcius yang digunakan
untuk metabolisme optimum. Lebih besar perbedaan suhu tubuh dan lingkungan
berarti lebih besar pula masukan energi yang diperlukan.
Aktivitas
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan
maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Status Kesehatan
Pada saat kondisi tidak sehat maka
asupan energi tetap harus diperhatikan.
Perencanaan dan Penyusunan Makanan
Perencanaan dan penyusunan makanan kaum ibu
atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi
perencanaan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang antara lain:
- Kemampuan keluarga dalam membeli makanan.
- Pengetahuan tentang zat gizi.
Dengan demikian, tubuh ibu akan menjadi
lebih efisien dalam menyerap zat gizi dari makanan
sehari-hari.
Kebiasaan dan Pandangan Wanita Terhadap Makanan
Pada umumnya, kaum ibu atau wanita lebih
memperhatikan keluarga daripada saat ibu tersebut hamil.
Status Ekonomi
Status ekonomi maupun sosial
mempengaruhi terhadap pemilihan makanan.
3.pengaruh status gizi pada ibu hamil
Status gizi ibu hamil pada waktu
pertumbuhan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
janin. Berat badan ibu hamil harus
memadai, bertambah sesuai umur kehamilan. Hal ini
dikarenakan berat badan yang bertambah normal akan menghasilkan bayi yang
normal juga. Di negara maju, rata-rata kenaikan berat badan selama hamil
sekitar 12-14 kilogram.
Kekurangan asupan gizi pada trimester I dapat menyebabkan hiperemesis gravidarum, kelahiran prematur, kematian
janin, keguguran dan kelainan pada sistem saraf pusat. Sedangkan pada trimester II dan III dapat mengakibatkan
pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu, berat bayi lahir rendah. Selain
itu, juga akan berakibat terjadi gangguan kekuatan rahim saat persalinan, dan perdarahan post partum.
Penambahan
Berat Badan Status Gizi Ibu Sebelum Hamil
Kategori
Berat (BMI)
|
Total
Kenaikan BB (Kg)
|
Penambahan
BB
|
|
TM
I (Kg)
|
TM
II (Kg)
|
||
Normal ( BMI 19,8-26)
|
12,5 –
13
|
2,3
|
0,49
|
Kurus ( BMI < 19,8 )
|
11,5 –
16
|
1,6
|
0,44
|
Lebih
|
7 – 11,
6
|
0,9
|
0,3
|
Obesitas ( BMI > 29 )
|
6
|
||
Tanda Kecukupan Gizi pada Wanita
Dewasa dan Ibu Hamil
Zat Gizi
|
Satuan
|
Wanita
Dewasa
|
|
Energi
|
Kal
|
2200
|
2485
|
Protein
|
Gr
|
48
|
60
|
Vitamin A
|
RE
|
500
|
700
|
Vitamin D
|
Ug
|
5
|
15
|
Vitamin E
|
Mg
|
8
|
18
|
Vitamin K
|
Mg
|
65
|
130
|
Thiamin
|
Mg
|
1,0
|
1,2
|
Niacin
|
Mg
|
9
|
9,1
|
Vitamin B12
|
Mg
|
1,0
|
1,3
|
Ug
|
150
|
300
|
|
Piridoksin
|
Mg
|
1,6
|
3,8
|
Vitamin C
|
Mg
|
60
|
70
|
Kalsium
|
Mg
|
500
|
900
|
Fosfor
|
Mg
|
450
|
650
|
Zat besi
|
Mg
|
26
|
46
|
Seng
|
Mg
|
15
|
20
|
Yodium
|
Ug
|
150
|
175
|
Selenium
|
Ug
|
55
|
70
|
Tanda
Kecukupan Gizi pada Ibu Hamil Menurut Nadesul (2004)
Status
|
Tanda
|
Keadaan umum
|
Responsive, gesit
|
Berat badan
|
Normal sesuai tinggi dan bentuk
tubuh
|
Postur
|
Tegak, tungkai dan lengan lurus
|
Otot
|
Kuat, kenyal sedikit lemak di
bawah kulit
|
Saraf
|
Perhatian baik, tidak mudah
tersinggung, refleks normal, mental stabil
|
Pencernaan
|
Nafsu makan baik
|
Jantung
|
Detak dan irama normal, tekanan
darah normal sesuai usia
|
Vitalitas umum
|
Ketahanan baik, energik, cukup
tidur, penuh semangat
|
Rambut
|
Mengkilat, keras tak mudah rontok,
kulit kepala normal
|
Kulit
|
Licin, cukup lembab, warna segar
|
Muka dan leher
|
Warna sama, licin, tampak sehat,
segar
|
Bibir
|
Licin, warna tidak pucat, lembab,
tidak bengkak
|
Mulut
|
Tidak ada luka dan selaput merah
|
Gusi
|
Merah normal, tidak ada perdarahan
|
Lidah
|
Merah normal, licin, tidak ada
luka
|
Gigi geligi
|
Tidak berlubang, tidak nyeri,
mengkilat, lurus dagu normal, bersih dan tidak ada perdarahan
|
Mata
|
Bersinar, bersih, selaput besar
merah, tidak ada perdarahan
|
Kelenjar
|
Bersinar, bersih, selaput besar
merah, tidak ada perdarahan
|
Kuku
|
Keras dan kemerahan
|
Tungkai
|
Keras
|
Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil
Asupan nutrisi selama kehamilan, baik jenis maupun jumlah, memang
perlu menjadi perhatian khusus bagi semua ibu hamil.
Berikut beberapa makanan yang dapat mencukupi kebutuhan
gizi ibu hamil, di antaranya:
- Brokoli
Makanan bergizi tinggi pertama untuk ibu hamil adalah brokoli. Sayuran hijau yang menyerupai rambut kribo ini memiliki banyak nutrisi yang diperlukan selama kehamilan, seperti kalsium dan asam folat. Selain itu, brokoli juga mengandung serat, vitamin C, dan antioksidan tinggi yang berperan untuk menangkal radikal bebas dan melawan berbagai penyakit. Brokoli juga dapat membantu tubuh menyerap zat besi, membantu menghilangkan sembelit, dan mencegah bayi terlahir dengan berat badan rendah. - Bayam
Sayuran hijau yang satu ini baik dikonsumsi selama masa kehamilan, khususnya untuk ibu hamil muda, karena memiliki kandungan asam folat dan zat besi yang tinggi. Konsumsi makanan yang mengandung asam folat tinggi diperlukan pada awal kehamilan, karena dapat mencegah bayi mengalami cacat tabung saraf (cacat pada bagian otak dan saraf tulang belakang). Selain itu, asam folat juga berguna untuk mengurangi risiko persalinan prematur dan preeklamsia. Lengkapi kebutuhan nutrisi kehamilan Bunda dengan memperbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau, seperti bayam. - Pisang
Pisang mengandung vitamin B6 yang baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil pada trimester pertama, karena dapat mengurangi rasa mual yang biasanya dialami di trimester pertama masa kehamilan. Selain itu, pisang juga kaya kalium yang bermanfaat untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit selama kehamilan. - Alpukat
Saat usia kehamilan memasuki trimester kedua, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi alpukat. Alpukat kaya sumber serat, vitamin K, vitamin C, asam folat, kalium, vitamin B6, dan tinggi asam lemak baik. Jenis lemak ini dibutuhkan ibu hamil, karena membantu perkembangan otak, sistem saraf, serta kulit dan jaringan bayi. Tidak hanya itu, alpukat juga tinggi akan kalium yang mampu mengurangi kram kaki pada kehamilan. - Jeruk
Ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi buah jeruk. Makanan bergizi tinggi untuk ibu hamil ini kaya akan vitamin C, asam folat, dan serat. Hampir 90 persen kandungan di dalam buah jeruk adalah air, sehingga membantu ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan kelelahan. Kandungan folat yang tinggi pada jeruk juga dapat membantu perkembangan otak dan saraf tulang belakang pada janin, sehingga mencegah janin terlahir cacat. - Mangga
Buah lain yang anjurkan untuk dikonsumsi selama hamil adalah mangga. Mangga mengandung kalium, vitamin C, dan tinggi vitamin A. Kalium di dalam buah mangga dapat membantu menjaga tekanan darah dan mempertahankan cairan dalam tubuh. Sementara, vitamin A berfungsi sebagai antioksidan, membantu sistem kekebalan tubuh, penglihatan dan sistem saraf bayi. Mangga juga mengandung serat yang tinggi sehingga dapat mencegah konstipasi atau sembelit pada ibu hamil - Ubi
Ubi merupakan salah satu makanan bergizi tinggi untuk ibu hamil yang kaya akan kandungan vitamin A. Mencukupi kebutuhan vitamin A selama hamil sangat penting untuk pertumbuhan sel dan jaringan janin. Saat hamil, umumnya wanita disarankan untuk meningkatkan asupan vitamin A sebesar 10 sampai 40 persen dari kebutuhan sehari-hari. Namun, Bunda harus bisa berhati-hati dalam mengonsumsi vitamin A, terutama dalam bentuk suplemen dosis tinggi. Jika terlalu berlebihan, vitamin A dapat menyebabkan kecacatan janin. - Kacang-kacangan
Kacang tanah, kacang polong, dan kacang kedelai adalah beberapa jenis kacang-kacangan yang bisa dijadikan sumber asam folat, serat, protein, zat besi, dan kalsium yang diperlukan selama kehamilan. Nutrisi-nutrisi tersebut sangat penting bagi kesehatan ibu serta janin, terutama pada trimester pertama. - Daging tanpa lemak
- Daging sapi, daging ayam, dan daing ikan merupakan kelompok makanan yang kaya kandungan protein. Selain itu, terdapat pula kandungan zat besi sebagai mineral penting yang berguna dalam pembentukan sel darah merah. Sel darah merah berperan penting untuk mengantarkan oksigen ke semua sel dalam tubuh. Oleh sebab itu, ibu hamil membutuhkan lebih banyak zat besi, karena volume darah mereka juga meningkat selama periode kehamilan, terlebih di trimester ketiga. Kekurangan zat besi di periode awal dan pertengahan kehamilan dapat menyebabkan anemia, yang berisiko mengakibatkan Bunda melahirkan secara prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
- Ikan salmon
Ikan salmon merupakan salah satu sumber vitamin hewani yang wajib dimasukkan ke dalam menu makanan bergizi tinggi untuk ibu hamil. Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 yang sangat dibutuhkan ibu hamil, seperti EPA dan DHA, yang penting untuk perkembangan otak dan mata pada janin. Salmon juga mengandung sumber vitamin D yang baik untuk ibu dan janin. Namun perlu diingat, ibu hamil disarankan mengonsumsi salmon yang sudah dimasak terlebih dahulu. Hindari mengonsumsi salmon dalam keadaan mentah, seperti pada sushi dan sashimi, karena berisiko terkontaminasi berbagai jenis bakteri yang membahayakan pertumbuhan janin. Tidak hanya salmon, jenis ikan lain juga baik dikonsumsi oleh ibu hamil. - Produk olahan susu
Selama kehamilan, Bunda diwajibkan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung protein dan kalsium untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang tumbuh. Produk olahan susu, terutama yoghurt, bisa menjadi pilihan tepat bagi Bunda yang sedang hamil. Selain itu, Bunda juga bisa mengonsumsi produk turunan susu lainnya, seperti keju, secara rutin. Susu dapat memenuhi kebutuhan protein dan kalsium untuk ibu dan janin. Sementara, produk susu probiotik, seperti yoghurt, bisa membantu mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan. - Telur
Telur merupakan salah satu makanan yang disarankan untuk dikonsumsi selama hamil, karena mengandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Telur mengandung kalori, protein, lemak, vitamin dan mineral. Selain itu, telur juga memiliki kandungan kolin, yaitu nutrisi penting untuk kesehatan otak dan perkembangan janin. Namun, ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi telur setengah matang, karena berisiko membawa kuman yang dapat berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin. - Buah kering
Buah kering mengandung serat, kalori, dan berbagai vitamin serta mineral yang tinggi. Satu buah kering biasanya mengandung jumlah nutrisi setara dengan buah segar, meski tanpa kandungan air dan bentuk yang lebih kecil. Salah satu buah kering yang disarankan adalah kurma. Kurma memiliki kandungan serat, potasium, dan zat besi. Konsumsi kurma secara teratur di trimester ketiga membantu pelebaran serviks dan menurunkan risiko induksi pada saat persalinan. Meski demikian, Bunda tidak dianjurkan mengonsumsi buah kering lebih dari satu sajian setiap kali makan, sebab buah kering mengandung gula yang tinggi.
Minum air putih yang cukup
Air merupakan salah satu hal yang harus banyak dikonsumsi selama hamil. Pasalnya, volume darah ibu hamil akan meningkat hingga 1,5 liter. Oleh sebab itu, penting untuk tetap menjaga kesimbangan cairan tubuh dengan baik agar tidak dehidrasi.
Air merupakan salah satu hal yang harus banyak dikonsumsi selama hamil. Pasalnya, volume darah ibu hamil akan meningkat hingga 1,5 liter. Oleh sebab itu, penting untuk tetap menjaga kesimbangan cairan tubuh dengan baik agar tidak dehidrasi.
II.
Kebutuhan Gizi Untuk Wanita Hamil Dengan Gizi Kurang
Kekurangan gizi pada ibu hamil masih sering ditemui di Indonesia.
Kebutuhan gizi ibu hamil juga berbeda setiap trimester kehamilan.
Hampir semua dokter, bidan, rumah sakit, dan puskesmas sering menemui kasus ibu
hamil kekurangan gizi.Salah satu tanda yang sering terjadi adalah anemia pada
ibu hamil. Anemia sering ditandai dengan lemas tak bertenaga, pucat, sakit
kepala, dan pusing.
1.
Anemia pada wanita hamil biasanya terjadi akibat kekurangan zat besi dan
asam folat. Karena itu para ibu hamil dianjurkan lebih banyak mengonsumsi
makanan bergizi, seperti sayuran hijau yang kaya akan zat besi dan makanan
sumber protein seperti daging merah, ikan, kacang-kacangan dan olahan susu.
Para ibu hamil umumnya juga sering diberikan suplemen berupa tablet penambah
darah.2. Tanggalnya gigi ibu hamil
Nutrisi pada kehamilan pastinya terbagi untuk pertumbuhan janin. Oleh karenanya, sumber gizi yang dibutuhkan juga lebih besar, khususnya setelah trimester pertama yang sering mengalami gejala morning sickness, maka kebutuhan gizi ibu hamil trimester kedua sangat penting.Salah satu nutrisi yang penting dikonsumsi oleh orang hamil adalah makanan yang mengandung banyak kalsium. Kalsium banyak ditemukan dalam susu, ikan, keju, yogurt, kacang-kacangan serta biji-bijian. Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
Ketika asupan nutrisi berupa kalsium berkurang, maka cadangan kalsium dalam tubuh ibu hamil akan dialihkan ke janin untuk menjaga kebutuhan janin. Akibatnya, ibu kekurangan kalsium.Salah satu tandanya adalah tanggalnya gigi saat masa kehamilan walaupun tidak mengalami gangguan atau penyakit pada gigi.
3. Berat badan tidak bertambah
Asupan nutrisi pada ibu hamil dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan rahim, plasenta, pertumbuhan janin, produksi ketuban, peningkatan volume darah, serta persiapan payudara dalam memproduksi ASI setelah masa persalinan. Bertambahnya asupan gizi yang dikonsumsi ibu hamil dan pertumbuhan janin harusnya membuat penambahan berat badan. Peningkatan berat badan biasanya dapat mencapai 13 kg.
4. Mudah terkena penyakit
Asupan gizi pada ibu hamil juga digunakan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan dan berperan penting dalam mengganti sel-sel yang rusak. Pemenuhan asupan gizi yang sesuai dan cukup dapat menjaga sistem imun ibu hamil sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit seperti infeksi. Selain itu ibu hamil juga disarankan melakukan imunisasi TT untuk menjaga kekebalan tubuh.
5. Memicu terjadinya persalinan prematur
Kekurangan gizi pada ibu hamil juga memicu persalinan premature, misalnya kekurangan vitamin A, seng dan zat besi. Persalinan normal biasanya terjadi pada usia kehamilan diatas 9 bulan atau 36 minggu.
6. Perkembangan janin lambat (kecil)
Kekurangan gizi pada perempuan hamil juga dapat dilihat dari perkembangan janin yang dikandungnya. Normalnya, semakin bertambah usia kehamilan, berat janin yang dikandung juga harus bertambah. Pertambahan berat janin dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi.
Jika ibu hamil kekurangan gizi maka pertumbuhan janin terhambat, juga mempengaruhi pertumbuhan organ dan perkembangan otak janin. Hal ini mengakibatkan bayi lahir cacat.
III. kebutuhan nutrisi/gizi saat mengalami hiperemesis gravidarium
Hiperemesis gravidarum adalah mual
dan muntah di masa kehamilan dengan frekuensi serta gejala
yang jauh lebih parah dibandingkan morning sickness.Gejalanya pun bisa
muncul sepanjang hari, bukan di pagi hari saja.Tercatat ada beberapa penderita
hiperemesis gravidarum yang mengalami mual hingga 50 kali dalam sehari.
Hiperemesis gravidarum tidak boleh diabaikan dan harus
ditangani secara medis.Selain dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi
ini juga dapat berpengaruh buruk pada kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil,
serta pertumbuhan bayi di dalam kandungan karena tidak mendapatkan nutrisi yang
cukup.1. Penuhi kebutuhan vitamin B6
Hiperemesis gravidarum, menurut American Family Physician, terjadi pada 200 kehamilan.Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika Anda mengalami hiperemesis gravidarium adalah mengendalikan rasa mual dan muntah Anda agar tidak semakin parah dan membuat Anda dehidrasi atau kekurangan nutrisi.
Mengatasi hal ini sebenarnya cukup mudah, menurut Australian Family Physician, Anda hanya perlu memenuhi kebutuhan vitamin B6. Asupan harian yang dibutuhkan oleh ibu hamil yang mengalami kondisi ini adalah 25 miligram vitamin B6 yang harus Anda dapatkan tiga kali sehari.
Vitamin B6 memiliki peran penting dalam tubuh, vitamin ini membantu tubuh menggunakan makanan untuk dijadikan energi, membawa oksigen ke seluruh tubuh, dan membentuk hemoglobin.
Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin B6 dari makanan seperti beras merah, gandum, ikan, daging ayam atau bebek, kacang-kacangan, dan sayuran yang berwarna hijau.Jika Anda ingin mengonsumsi vitamin B6 dari suplemen atau multivitamin, pastikan dulu Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.
2. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat
Menurut Journal Obstetric & Gynecology, ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarium harus mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan kaya protein dibandingkan mengonsumsi lemak atau asam lemak.
Makanan tinggi karbohidrat ini bisa Anda temui pada makanan seperti pasta, roti, beras, biskuit dan sereal. Makanlah sedikit demi sedikit atau buat dalam porsi yang kecil tapi sering seperti satu atau dua jam sekali. Jangan banyak minum supaya cairan tubuh tetap seimbang.
3. Pilih makanan tinggi energi
Hiperemesis gravidarium mungkin membuat Anda jadi sulit makan.Namun di satu sisi, Anda harus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda.Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah tetap konsumsi makanan yang paling mudah Anda makan yang tidak menimbulkan rasa mual.
Pilihlah makanan yang tinggi energi dan protein, produk susu sangat disarankan untuk Anda yang mengalami kondisi ini.
Anda bisa memilih yogurt yang dicampurkan ke buah, melelehkan mentega di atas sayuran, mengoles mentega dan selai untuk roti bakar Anda, atau minum susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda di saat Anda mengonsumsi sedikit makanan.
