Senin, 07 September 2020

Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin Kala 1-2

 

    

Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin Kala 1 dan 2


persalinan

Persalinan adalah proses yang fisiologis dan merupakan kejadian yang menakjubkan bagi seorang ibu dan keluarga. Penatalaksanaan yang terampil dan handal dari bidan serta dukungan yang terus-menerus dengan menghasilkan persalinan yang sehat dan memuaskan  dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan.

            Sebagai bidan, ibu akan mengandalkan pengetahuan, keterampilan dan pengambilan keputusan dari apa yang dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk :

v  Mendukung ibu dan keluarga baik secara fisik dan emosional selama persalinan dan kelahiran.

v  Mencegah membuat diagnosa yang tidak tepat, deteksi dini dan penanganan komplikasi selama persalinan dan kelahiran.

v  Merujuk ke fasilitas yang lebih lengkap bila terdeteksi komplikasi.

v  Memberikan asuhan yang akurat dengan meminimalkan intervensi.

v  Pencegahan infeksi yang aman untuk memperkecil resiko.

v  Pemberitahuan kepada ibu dan keluarga bila akan dilakukan tindakan dan terjadi penyulit.

v  Memberikan asuhan bayi baru lahir secara tepat.

v  Pemberian ASI sedini mungkin.

v  Kebutuhan dasar selama persalinan tidak terlepas dengan asuhan yang diberikan bidan. Asuhan kebidanan yang diberikan, hendaknya asuhan yang sayang ibu dan bayi. Asuhan yang sayang ibu ini akan memberikan perasaan aman dan nyaman selama persalinan dan kelahiran.

  1. Konsep Asuhan Sayang Ibu

Konsep asuhan sayang ibu menurut Pusdiknakes, 2003 adalah sebagai berikut:

o   Asuhan yang aman berdasarkan evidence based dan ikut meningkatkan kelangsungan hidup ibu. Pemberian asuhan harus saling menghargai budaya, kepercayaan, menjaga privasi, memenuhi kebutuhan dan keinginan ibu.

o   Asuhan sayang ibu memberikan rasa nyaman dan aman selama proses persalinan, menghargai kebiasaan budaya, praktik keagamaan dan kepercayaan dengan melibatkan ibu dan keluarga dalam pengambilan keputusan.

o   Asuhan sayang ibu menghormati kenyataan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah dan tidak perlu intervensi tanpa adanya komplikasi.

o   Asuhan sayang ibu berpusat pada ibu, bukan pada petugas kesehatan.

o   Asuhan sayang ibu menjamin ibu dan keluarganya dengan memberitahu tentang apa yang terjadi dan apa yang bisa diharapkan.

Asuhan sayang ibu membantu ibu dan keluarganya untuk merasa aman dan nyaman selama proses persalinan.

*      Kala I

            Kala I adalah suatu kala dimana dimulai dari timbulnya his sampai pembukaan lengkap. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah :

  • Memberikan dukungan emosional.
  • Pendampingan anggota keluarga selama proses persalinan sampai kelahiran bayinya.
  • Menghargai keinginan ibu untuk memilih pendamping selama persalinan.
  • Peran aktif anggota keluarga selama persalinan dengan cara :

ü  Mengucapkan kata-kata yang membesarkan hati dan memuji ibu.

ü  Membantu ibu bernafas dengan benar saat kontraksi.

ü  Melakukan massage pada tubuh ibu dengan lembut.

ü  Menyeka wajah ibu dengan lembut menggunakan kain.

ü  Menciptakan suasana kekeluargaan dan rasa aman.

  • Mengatur posisi ibu sehingga terasa nyaman.
  • Memberikan cairan nutrisi dan hidrasi – Memberikan kecukupan energi dan mencegah dehidrasi. Oleh karena dehidrasi menyebabkan kontraksi tidak teratur dan kurang efektif.
  • Memberikan keleluasaan untuk menggunakan kamar mandi secara teratur dan spontan Kandung kemih penuh menyebabkan gangguan kemajuan persalinan dan menghambat turunnya kepala; menyebabkan ibu tidak nyaman; meningkatkan resiko perdarahan pasca persalinan; mengganggu penatalaksanaan distosia bahu; meningkatkan resiko infeksi saluran kemih pasca persalinan.
  • Pencegahan infeksi – Tujuan dari pencegahan infeksi adalah untuk mewujudkan persalinan yang bersih dan aman bagi ibu dan bayi; menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir.

*      Kala II

            Kala II adalah kala dimana dimulai dari pembukaan lengkap serviks sampai keluarnya bayi. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah :

 

  • Pendampingan ibu selama proses persalinan sampai kelahiran bayinya oleh suami dan anggota keluarga yang lain.
  • Keterlibatan anggota keluarga dalam memberikan asuhan antara lain :

a.    Membantu ibu untuk berganti posisi.

b.    Melakukan rangsangan taktil.

c.    Memberikan makanan dan minuman.

d.    Menjadi teman bicara/ pendengar yang baik.

e.    Memberikan dukungan dan semangat selama persalinan sampai kelahiran bayinya.

  • Keterlibatan penolong persalinan selama proses persalinan & kelahiran – dengan cara :

a.    Memberikan dukungan dan semangat kepada ibu dan keluarga.

b.    Menjelaskan tahapan dan kemajuan persalinan.

c.    Melakukan pendampingan selama proses persalinan dan kelahiran.

  • Membuat hati ibu merasa tenteram selama kala II persalinan – dengan cara memberikan bimbingan dan menawarkan bantuan kepada ibu.
  • Menganjurkan ibu meneran bila ada dorongan kuat dan spontan umtuk meneran – dengan cara memberikan kesempatan istirahat sewaktu tidak ada his.
  • Mencukupi asupan makan dan minum selama kala II.
  • Memberika rasa aman dan nyaman dengan cara :

a.    Mengurangi perasaan tegang.

b.    Membantu kelancaran proses persalinan dan kelahiran bayi.

c.    Memberikan penjelasan tentang cara dan tujuan setiap tindakan penolong.

d.    Menjawab pertanyaan ibu.

e.    Menjelaskan apa yang dialami ibu dan bayinya.

f.     Memberitahu hasil pemeriksaan.

  • Pencegahan infeksi pada kala II dengan membersihkan vulva dan perineum ibu.
  • Membantu ibu mengosongkan kandung kemih secara spontan.

 

  1. Pencegahan Infeksi pada Persalinan

 

v  Menjaga lingkungan tetap bersih adalah esensial untuk mewujudkan kelahiran yang aman dan bersih bagi ibu dan bayi, dan juga merupakan unsure esensial dalam asuhan sayang ibu.

 

v  Anjurkan ibu untuk mandi pada saat awal persalinan dan pastikan bahwa ibu memakai pakaian bersih, sering cuci tangan, gunakan peralatan steril atau DTT.

 

v  Dilakukannya pencegahan infeksi sangat penting dalam rangka menurunkan kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir.

 

 

  1. Pengurangan rasa sakit persalinan

 

v Mengurangi nyeri pada sumber nyeri.

 

v Memberi perangsang alternative yang kuat untuk mengurangi sensai nyeri/ menghambat rasa nyeri.

 

v Mengurangi rasa negative emosional atau reaksi terhadap rasa nyeri

 

  1. Persiapan persalinan

 

v ruang bersalin dan asuhan bayi baru lahir

v perlengkapan dan obat esensial

v rujukan (bila diperlukan)

v asuhan sayang ibu dalam kala 1 dan kala 2

v upaya pencegahan infeksi yang diperlukan.

Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL

     Deteksi dini Pada Kasus Kejang Tetanus Neonatorum Pada BBL 1. Pengertian      Kejang pada bayi baru lahir adalah kejang yang terjadi ...